Komunitas Sastra Dilaut Jadikan Pementasan Sebagai Ajang Evaluasi

Selingga.com (17/12) Dabo. Meski terbentuk belum satu tahun, Komunitas Sastra Dilaut yang saat ini beranggotakan para pelajar SMA Negeri 2 Singkep dan SMP Negeri 2 Singkep, mencoba terus berproses untuk bisa eksis di dalam dunia sastra. Komunitas yang terbentuk 5 Maret 2019 lalu dan menonjolkan kolaborasi puisi sebagai bentuk tampilannya itu, mencoba terus mencari pengalaman di usianya yang masih tergolong hitungan bulan itu. Melalui ketuanya, Ayoe Sri Wahyuni dan didampingi Syaufi Anwar, Tengku Padlam, Christhoporus Mercurius, serta Alang Dilaut sebagai penasihatnya, komunitas sastra ini mencoba mematangkan diri dengan tampil di beberapa pagelaran yang ada.
“Komunitas Sastra Dilaut ini dibentuk sebagai salah satu wadah, khususnya bagi kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya untuk tempat sharing dan motivasi serta mengembangkan minat maupun bakat dalam sastra, khususnya puisi. Di sini semuanya sama-sama saling belajar dan berproses dan kita mencoba tampil di beberapa pagelaran puisi sebagai tahapan untuk memantapkan mental anak-anak di atas panggung pertunjukan,” kata Ketua Komunitas Sastra Dilaut, Ayoe Sri Wahyuni, Senin (16/12) tadi di Dabo.

Ayoe Sri Wahyuni juga mengatakan kalau dari setiap penampilan, mereka menjadikannya sebagai bahan diskusi dan evaluasi untuk pemantapan ke depannya.
“Memang kita berharap anak-anak yang tergabung di “Komunitas Sastra Dilaut” ini bisa sering ikut tampil di kegiatan-kegiatan seni. Biasanya, selesai tampil, kita akan jadikan penampilan tersebut sebagai bahan diskusi dan evaluasi bersama. Dari sinilah kami sama-sama melihat sejauh apa perkembangan yang kami dapat. Sama seperti saat tampil di acara Tamadun Kabupaten Lingga dan juga tadi pada Kenduri Seni Melayu Tahun 2019 di Batam, itu semua merupakan bahan diskusi kami bersama. Memang kami akui, kami masih jauh dari kesempurnaan, namun melalui Komunitas Sastra Dilaut inilah kami mencoba memberi ruang, khususnya kepada adik-adik pelajar untuk sama-sama mengembangkan puisi di Lingga,” papar Ayoe Sri Wahyuni.

Ketua Komunitas Sastra Dilaut ini menambahkan kalau banyak pihak yang turut andil dengan memberikan kesempatan buat mereka untuk mengembangkan komunitas puisi tersebut.
“Alhamdulillah, dulu kita diberi kesempatan oleh Pak Ishak selaku Kadis Kebudayaan Lingga pada acara Tamadun lalu. Kemudian Bapak Amsakar Achmad dan Panitia Kenduri Seni Melayu juga telah menaruh kepercayaan kepada anak-anak, sehingga kami bisa tampil di Kenduri Seni Melayu 2019 baru-baru ini di Batam. Termasuk juga andil yang sangat besar dari abang kami Romo Paschal dan Jepi Chandra, buat Komunitas Sastra Dilaut. Saat di Batam, kita membawakan kolaborasi puisi “Bang Selebung”, salah satu puisi miliknya Pak Amsakar Achmad, dari buku kumpulan puisi ” Sung Sang Penyair 1/2 Jadi”. Kepercayaan-kepercayaan seperti itulah yang tidak ingin kami sia-siakan. Meski terkadang jadwal latihan yang tidak selalu penuh oleh anak-anak karena kegiatan sekolah yang berbeda diakibatkan beda kelas, namun keterbatasan waktu itu tidak membuat kami menyerah. Kami tetap gunakan waktu yang terbatas tersebut sebaik-baiknya saat latihan,” papar Ayoe Sri Wahyuni.

Disinggung kendala, Ayoe mengatakan kalau mereka harus pandai-pandai membagi waktu latihan dengan jadwal kegiatan di sekolah.
“Sering juga kita harus mengundur jadwal latihan puisi karena bentrok dengan jadwal anak-anak di sekolah. Kita telah sepakat untuk mengutamakan sekolah bagi anak-anak. Jangan sampai kegiatan di Komunitas Sastra Dilaut ini menganggu kegiatan belajar anak-anak,” jelas Ketua Komunitas Sastra Dilaut ini.
Sementara itu, Pembina OSIS SMA Negeri 2 Singkep, Syafitriandy, S.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap komunitas pencinta puisi ini.
“Itu sangat bagus, luar biasa. Pembinanya Alang Dilaut juga telah banyak membantu bersama dengan ibu Sri Wahyuni. Sekolah sangat berterima kasih karena anak-anak ini perlu wadah dan mereka menemukan wadah yang orang-orangnya pun mampu memberikan warna tersendiri bagi mereka. Sehingga mereka mampu berekspresi, khususnya puisi,” kata Syafitriandy, S.Pd.I.

Asterela, salah satu anggota Komunitas Sastra Dilaut yang juga merupakan pelajar dari SMA Negeri 2 Singkep kepada pihak media menyampaikan rasa senangnya karena bisa tampil pada acara Kenduri Seni Batam lalu.
“Kami sangat senang bisa tampil di sana karena di sana kami bisa menemukan kegiatan dan bermacam seni dari berbagai negara, tidak hanya dari Indonesia saja dan itu sangat menakjubkan. Kalau tampil di acara dengan diikuti berbagai negara, itu baru sekali dan kami sangat senang,”
kata Asterela. (Im).

Read Previous

Class Meeting SMA Negeri 2 Singkep, Gelar Pentas Seni dan Olahraga

Read Next

Polres Lingga Siapkan Langkah Pengamanan 28 Gereja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *