Manfaatkan Ilmu dari Bangku Kuliah, “Bedel Buloh Productions” buat Film, Video Klip dan Poto Wedding

Siraj (kanan) dan Rifky sedang melakukan proses pembuatan video profil untuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga.

Selingga.com (11/08) Daik. Siraj dan Rifky yang tergabung di “Bedel Buloh Productions” telah memanfaatkan ilmu yang didapatkannya saat kuliah jurusan film di Yogyakarta dalam bentuk pembuatan film, video klip, dan juga video untuk keperluan wedding. Saat ditemui di Daik, Kabupaten Lingga pada Selasa (11/08) tadi, Siraj dan Rifky sedang melakukan proses pembuatan video profil untuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga.

“Kami dari Bedel Buloh Productions, sebelumnya kami berdua kuliah jurusan film di Yogyakarta dan sudah lama membuat film dan juga video klip, serta video untuk wedding. Sekarang atas permintaan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, saat ini kami sedang membuat sejenis video profil untuk tari inai dan musiknya, silat pengantin dan musiknya yang merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sekarang kami masih dalam proses syuting,” kata Siraj.

Manfaatkan Ilmu dari Bangku Kuliah, “Bedel Buloh Productions” buat Film, Video Klip dan Poto Wedding

Kegiatan tersebut melibatkan kumpulan silat Gendang Tak Sudah, salah satu sanggar yang ada di Daik.

“Kegiatan kali ini melibatkan kumpulan Silat Gendang Tak Sudah yang terdiri dari pemain gendang, pemain gong, pemain serunai, dan ada penari inainya,” jelas Siraj.

Manfaatkan Ilmu dari Bangku Kuliah, “Bedel Buloh Productions” buat Film, Video Klip dan Poto Wedding

Terakhir, Siraj berharap ke depannya, video yang dibuat tersebut nantinya bisa memacu minat kalangan pemuda untuk lebih mengenal dan mempelajari Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kabupaten Lingga ini.

Manfaatkan Ilmu dari Bangku Kuliah, “Bedel Buloh Productions” buat Film, Video Klip dan Poto Wedding

“Harapan ke depannya, tampilan seperti ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang tua saja. Setelah ada video dokumenter yang kami buat ini, semoga nantinya kawan-kawan, pemuda-pemuda asli tempatan, mau belajar bagaimana caranya gendang silat, tari inai, dan silat pengantin agar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini tidak habis dimakan waktu,” kata Siraj. (Im).

Read Previous

Pengolahan Sagu Bersih di Desa Melukap Laut

Read Next

Asisten II dan Bagian Ekonomi Gelar Rapat Evaluasi Terkait Penyaluran Minyak Tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *