Nelayan “kelong bilis” Dabo Lama,tolak beroperasinya “pukat bilis” di laut mereka

0
Lurah Dabo Lama Kezzy Delfi (kiri) saat menggelar pertemuan antara masyarakat nelayan kelong bilis Dabo Lama disalah satu rumah warga di RT 01 RW 05 Kelurahan Dabo Lama

Selingga.com (17/10) Dabo.Beberapa pompong nelayan pukat bilis yang beroperasi dilaut Dabo Lama Pantai,Kelurahan Dabo Kecamatan Singkep,diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh nelayan kelong bilis setempat.Berkurangnya hasil nelayan kelong bilis,menyebabkan salah satu alasan atas penolakan beroperasinya nelayan pukat bilis tersebut.

Protes dari pihak nelayan kelong bilis tersebut pun direspon oleh pihak Kelurahan Dabo Lama dan Kecamatan Singkep dengan menggelar pertemuan antara masyarakat nelayan kelong bilis Dabo Lama disalah satu rumah warga di RT 01 RW 05 Kelurahan Dabo Lama pada Rabu (17/10) tadi.Hadir juga dari pihak Polsek Dabo melalui Bhabinkamtibmas Dabo Lama Briptu Rizali.Hadir dalam pertemuan tersebut,beberapa beberapa nelayan pukat bilis yang berasal dari Pulau Panjang,Suak Buaya dan Posek.

“Selama dia (nelayan pukat bilis-red) ada,kami disini susah.Kadang cuma dapat setengah kintal.Kalau dalam beberapa hari dia (pukat bilis-red) tidak ada,kami dapat lah 2-3 kintal,dapat lah.Jadi sekarang yang punya kelong tidak terima lah.Saya sebagai orang tua disini,melihat lah,jangan sampai ada pertengkaran.Itu saja.”Kata Pak Tengku selaku orang yang dituakan disana kepada Selingga.com sebelum dimulainya pertemuan tersebut.

Salah satu warga pada pertemuan tersebut,meminta pemerintah setempat bisa mengatasi masalah yang ada.

Pak Tengku, Tokoh Masyarakat Dabo Lama

“Kalau ingin berusaha seperti kami (nelayan kelong bilis-red),kami tidak melarang.Kalau umpamanya dia (nelayan pukat bilis-red) mau berkelong,jangankan satu,sepuluh pun (buat kelong-red) satu orang,kami tidak masalah.Yang penting dia itu sama usahanya seperti kami (nelayan kelong-red).Jadi keluhan kami seperti itu lah.Jadi kami berharap kepada Pemerintah,agar dapat mengatasi masalah ini.Jangan sampai ada keributan dan hal-hal yang tidak diingini.”Kata salah satu warga saat itu.

Beroperasinya pukat bilis ini,sebelumnya juga telah terjadi penolakan di daerah Buntu Desa Batu Berdaun.Lurah Dabo Lama Kezzy Delfi juga mengatakan kalau sudah 2 tahun belakangan ini,hasil nelayan kelong bilis di Kelurahan Dabo Lama tersebut sangat kurang.

“Sudah 2 tahun ini,nelayan disini mendapatkan bilis susah.Baru trip inilah banyak.Kalau trip ini juga direbut oleh pukat bilis,kita kasian juga dengan orang (nelayan kelong bilis-red) ini.”Kata Lurah Dabo Lama Kezzy Delfi saat itu.

Untuk itu juga,Lurah Dabo Lama meminta nelayan pukat bilis tersebut untuk menghentikan operasi nya.

“Kepada warga yang datang kesini usaha pukat bilis,kami mohon dihentikan.Karena permintaan dari warga disini.Jadi kami minta dihentikan,karena warga kita tidak mau adanya tindakan anarkis,hal-hal yang tidak kita inginkan.Kalau mau berkelong,silahkan buka kelong.Sama-sama buka kelong.Jangan sampai ada yang mukat mulai sore ini (Rabu,17/10) dan seterusnya.Tampa batas waktu yang tidak ditentukan.”Kata Lurah Dabo Lama Kezzy Delfi sambil meminta pihak nelayan pukat bilis untuk memberitahukan kepada rekan-rekan sesama nelayan pukat bilis nya.

Lurah Dabo Lama ini juga menambahkan agar nantinya jangan ada konflik di laut,dan meminta untuk tetap aman-aman saja.

Sedangkan Camat Singkep Julita yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan,Ketenteraman dan Ketertiban nya Suherman,berjanji akan coba berkomunikasi dengan pihak Dinas Perikanan Kabupaten Lingga,terkait dengan masalah yang ada tersebut.

Kasi Pemerintahan,Ketenteraman dan Ketertib, Suherman

“Memang ada ketentuan sekarang,area untuk nelayan ini agak terbatas.Semenjak diambil oleh Provinsi,kita ini memang hanya sampai 100 meter saja dari bibir pantai.Jadi hal-hal ini,kita pun belum tahu persis dan mungkin kita akan undang dari Dinas Perikanan nantinya.Insya Allah saya akan komunikasikan dengan pihak Perikanan Kabupaten untuk mencari solusinya kedepan.”Kata Suherman.

Suherman juga menambahkan kepihak yang sedang bermasalah,untuk tetap bisa menahan diri.

“Tetapi untuk tahap pertama ini,kita menjaga,memgantisipasi agar kondusif.Jadi kami berharap,agar dapat menahan diri dulu.Kami juga sudah mendengar keluhan dari bapak-bapak,bahwa persoalannya itu adalah hasil tangkapan nelayan (kelong-red),menurun dratis.Ini sangat merugikan nelayan (kelong-red) yang sehari-hari mata pencariannya di laut.”Tambah Suherman lagi.

Untuk menghindari konflik yang ada,Bhabinkamtibmas Dabo Lama Briptu Rizali juga menyarankan untuk dihentikan operasi dari nelayan pukat bilis tersebut.

“Intinya,kita ini kan sifatnya mencegah.Makanya diadakan musyawarah ini.Jadi menurut saya,memang sebagusnya itu dihentikan saja.Karena kemarin juga kan,di Desa Batu Berdaun,seperti ini juga.Cuma disini masih agak dingin (kondusif-red).Alhamdulillah lah,warga saya masih bisa jaga emosi,masih bisa ngomong baik-baik.”Kata Briptu Rizali.

Bhabinkamtibmas Dabo Lama Briptu Rizali

Sedangkan dari pihak nelayan pukat bilis yang saat itu diwakili oleh Tengku Alfiansyah,meminta izin untuk bisa beroperasi dalam waktu 2-3 hari kedepan.

“Ini maaf,saya atas nama yang mewakili orang pukat (pukat bilis-red),karena Pak Mertua saya orang pukat.Jadi kalau pun istilahnya orang ini (nelayan pukat bilis-red) tidak bisa mukat lagi disini dengan terganggunya orang kelong,ya silahkan.Cuma kalau memang dikasi ijin,istilahnya orang-orang (nelayan pukat bilis-red) kan jauh-jauh (dari pulau lain-red) pakai modal pak.Ijin lah dalam 2-3 hari ini untuk mencari modal dia (nelayan pukat bilis-red) balek ke sana (pulau-red).Itu juga tergantung dari bapak-bapak yang punya kelong.Jadi saya mohon atas nama mewakili orang-orang pukat (nelayan pukat bilis-red),kalau bisa (operasi dalam 2-3 hari kedepan-red).”Kata Tengku Alfiansyah.

Permintaan dari perwakilan nelayan pukat bilis ini,segera dijawab penolakan oleh salah seorang warga yang ada saat pertemuan tersebut.

“Saya juga lah mewakili orang-orang (nelayan-red) kelong.Kalau saya tidak bisa juga lah (mengijinkan-red).Karena orang-orang (nelayan kelong bilis-red) ini,cari makan sudah susah.Dan mereka ini sudah lama tidak dapat bilis.”Kata salah satu warga menjawab permintaan dari perwakilan nelayan pukat bilis tersebut.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan