Nelayan Lokal Miskin Di Laut Sendiri

Selingga.com – (09/09). Maraknya nelayan tangkap dengan kapasitas besar dari luar wilayah Lingga dan melakukan penangkapan hasil laut di Kabupaten Lingga ini sering bergesekkan dengan nelayan kecil dari Lingga sendiri. Hal ini bukan sesuatu yang baru berlaku. Sama halnya keluhan yang disampaikan oleh Ketua PokMasWas ( Kelompok Masyarakat Pengawas ) Tanjung Nyang, Wandi kepada Selingga.com ketika di temui di Dabo Singkep Rabu ( 09/09 ) tadi.
” Nelayan kecil lokal yang hanya bebas melakukan penangkapan di bawah 6 mil sesuai aturan yang ada merasakan kalau mereka dirugikan dengan aturan tersebut. Dan berharap Ada kebijakan tersendiri Dari pihak yang terkait. Jadi kalau hanya jarak tangkap sekitar 6 mil, cukup pakai sampan saja sampai. Sedangkan di atas 6 mil sudah merupakan hak nelayan besar.Terkadang Kita sama-sama buang hating di lokasi yang sama. Sedangkan dalam aturan dari perikanan sudah jelas kalau nelayan besar harus mengalah kepada nelayan kecil. Mereka ( nelayan luar Lingga ) mempunyai jaring sepanjang 3-7 mil panjangnya. Sementara kami sebagai nelayan lokal paling panjang jaringnya 1 mil. Dan mereka rata-rata 10-20 buah kapal dari daerah Moro. Itu belum lagi yang dari Kijang. Dalam Hal ini ijin operasi yang dikeluarkan oleh pihak Provinsi memang 6 mil ke laut. Mereka beroperasi di wilayah yang sama di tempat kami beroperasi. Dan ini sering nenimbulkan gesekan. Kami meminta sedikit keadilan mengingat lokasi penangkapan ikan di Lingga, kami orang Lingga, sedang mereka (nelayan besar) Dari luar Lingga. Jadi bagaimana pihak Provinsi kedepannya, mengingat kami yang sudah di bentuk sebagai PokMasWas, di bentuk organisasi nelayan oleh DKP Lingga sehingga kami bisa cari makan Dan nelayan besar Dari luar dapat ditertibkan. Ditambah lagi nelayan luar sudah memodifikasi alat. Di ijinnya jaring mereka 2 mil, tetapi jaring mereka bisa sampai 5 mil. Yang kami Mau, tolonglah bapak-bapak yang terhormat di Kabupaten Lingga, Provinsi, bahkan di pusat ,Kasi kami peluang sebagai nelayan kecil.” Papar Wandi panjang lebar.
Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Nelayan Dabo Singkep Zainal kepada Selingga di tempat yang sama.
“Memang kehadiran nelayan besar dari luar Lingga sering menimbulkan gesekan bagi nelayan lokal. Bahkan anggota penjaring Kita sampai rusak belasan pis jaringnya antara pulau Sayak ke arah Busung Ketam Sungai Pinang.Mereka ( nelayan luar ) menggunakan jaring besar. Dulu Ada juga Hal semacam ini, tapi tidak separah sekarang. Kalau di Kasi tau masih mau menghindar. Dan kedepannya kalau masih sering nya Kita dirugikan karena rusaknya jaring kami, kami akan mengerahkan seluruh nelayan Dabo Singkep untuk mengatasi permasalahan yang Ada.” Kata Zainal.
Abang Muzni selaku Kadis DKP Lingga hanya bisa menyikapi datar. Dan mengatakan kalau ijin yang ada memang membenarkan pihak luar untuk melakukan penangkapan di perairan Lingga dengan batasan 6 mil ke atas. Dan menganjurkan kepada nelayan tangkap lokal untuk membuat laporan kalau terjadi tindakan yang merugikan mereka Dan menyakini kelompok nelayan yang ada Dan PokMasWas sebagai salah satu perpanjangan tangan pengawasan ke bawah. (Im)

Read Previous

Tak Kunjung Selesai, 40 Juta Menguap

Read Next

Ketiduran Saat Melaut Kapal Nelayan Suak Buaya di Tabrak Tengker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *