Nurdin Basirun, “Saya dilubang Ketam pun dicari”

0
Acara seni budaya 'Menyemai Rindu' di Daik

Selingga.com (06/12) Daik.Terhadap musibah kebakaran Kampung Cina Daik yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) lalu,kini Pemerintah Kabupaten Lingga mengeluarkan kebijakan dengan menganggarkan Rp.10 Milyar.Sebelumnya warga yang terkena musibah masih belum tahu sejauh apa penanganan yang akan dilakukan oleh pihak Pemkab Lingga pasca terjadi nya musibah kebakaran yang menimpa lokasi bersejarah tersebut.

“Kebijakan Pemerintah Daerah,mungkin barangkali sudah 1 tahun kita menunggu.Baik masyarakat yang menjadi korban kebakaran,maupun kita semua yang merindukan Kampung Cina ini kembali pulih.Saya dapat menyampaikan dari kebijakan Pemerintah Daerah,pada APBD 2019,kit sudah menganggarkan Rp.10 milyar yang sudah diketok palu.Mudah-mudahan nanti segera diserahkan kepada pihak Provinsi.Dan evaluasinya segera turun dan dapat kita proses lebih cepat.” Kata Wabup Lingga M.Nizar saat hadir di acara seni budaya ‘Menyemai Rindu’ di Daik pada Selasa malam (04/12) tadi.

Namun dalam kesempatan yang ada,Wabup Lingga M.Nizar menjelaskan kalau dari anggaran Rp.10 milyar tersebut,sebagian besar nya digunakan untuk pekerjaan pemancangan dinding sungai.

acara seni budaya ‘Menyemai Rindu’ di Daik

” Dan saya sampaikan,Rp10 milyar yang dianggarkan pada APBD Kabupaten Lingga tahun 2019 itu,sebagian besar itu untuk penanaman tiang pancang dinding sungai.Saya ulangi,Rp 10 milyar yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah,itu penanaman tiang pancang dinding sungai.Kemudian sebagian dari Rp 10 milyar itu untuk penimbunan.In Sya Allah kalau APBD kita merangkak naik di-P nantinya,In Sya Allah nanti apakah sharing nya di APBD Provinsi.Tetapi kita bertekat di APBD-P Kabupaten Lingga,kita baru melakukan semenisasi.Kemudian saya sampaikan juga bagi masyarakat kami korban kebakaran,kami sudah melakukan upaya-upaya supaya segera dilakukan pembangunan-pembangunan.Yang saya tahu persis,Bapak Bupati sudah 2-3 kali melakukan pertemuan dengan korban-korban kebakaran sejak setahun yang lalu.” Papar M.Nizar dihadapan masyarakat yang memenuhi jalannya kegiatan ‘Menyemai Rindu’ di bekas-bekas puing sisa-sisa kebakaran sebelumnya.

M.Nizar juga menambahkan kalau pihaknya sudah memerintahkan Camat terkait untuk membantu pengurusan IMB bagi para korban bencana kebakaran tersebut.

“Kami perintahkan kepada Pak Camat,Pak Lurah untuk melakukan rapat.Alhamdulillah seminggu yang lalu dapat laporan terakhir,sudah ada progresnya.Dan bagi masyarakat yang memang sudah bersepakatan dengan Bapak Bupati,untuk membangun dengan sendirinya.Semoga ini cepat terbangun.Kepada Pak Lurah dan Pak Camat Daik,sesuai dengan arahan Bapak Bupati Lingga untuk membantu warga dalam urusan IMB.” Papar Wabup Lingga M.Nizar dari atas pentas acara.

Sedangkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir saat itu,mengatakan kalau pihak Provinsi Kepri akan membicarakan lebih lanjut dengan pihak Pemkab Lingga terkait penanganan pasca kebakaran ditempat bersejarah tersebut.

“Pekerjaan rumah kita masih banyak,khususnya kampung tua.Tadi saya dengar Pak Wakil Bupati sudah menganggarkan untuk pembangunan ini sebesar Rp.10 milyar.Tentu saya tersentuh juga,kenapa Bapak Nurdin (pihak Provinsi Kepri-red) belum (membantu-red).Nanti kami berundinglah adik-beradik (pihak Provinsi Kepri dengan Pemkab Lingga-red).”Kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

acara seni budaya ‘Menyemai Rindu’ di Daik

Nurdin juga menambahkan kalau untuk kepentingan masyarakat,Wabup Lingga M.Nizar ini selalu menyampaikan langsung ke pihaknya.

” Terus terang bapak/ibu.Pak Wakil (M.Nizar-red) ini,kalau menyampaikan kepentingan bapak/ibu,saya didalam lubang ketam pun dicari.Dengan komunikasi,bukan dengan jabatan.Bukan karena dilihatnya saya sebagai Gubernur,bukan pula saya memandangnya sebagai Wakil Bupati,tetapi saya anggap dia adik saya.Apa yang dia (M.Nizar-red) sampaikan,akan saya pikirkan.Kalau ada kemampuan,saya akan lakukan sesegera mungkin.Itu lah cara managemen kami.Kami tidak mengedepankan baju dinas.Tidak.Kekeluargaan,silaturrahmi yang kami bangun.” Papar Nurdin Basirun saat itu.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan