Pengolahan Sagu Bersih di Desa Melukap Laut

Pengolahan Sagu Bersih di Desa Melukap Laut

Selingga.com (11/08) Daik. Sejauh ini di Kabupaten Lingga, masih berjalan beberapa pabrik pengolahan sagu bersih. Salah satunya yang berada di Desa Melukap Laut, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga yang telah berjalan puluhan tahun. Di sini, bahan sagu yang didapatkan dari masyarakat, diolah untuk dijadikan sebagai sagu bersih.

“Pabrik pengolahan sagu ini, sudah berjalan sekitar 40 tahun. Ini pengolahan sagu bersih. Bahan yang sudah ada atau bahan sagu nomor dua, diolah, diaduk di sini. Setelah diaduk, disaring melalui saluran yang ada. Setelah penuh, baru diangkut dan menjadi bahan baku yang sudah bersih,” kata Amran (65), salah seorang pekerja ketika ditemui pada Selasa (11/08) tadi.

Amran, pekerja di pabrik pengolahan sagu

Amran yang saat itu ditemani rekan sekerjanya, Marzuki (52), mengatakan kalau pengolahan sagu bersih tersebut dilakukan dengan cara manual.

“Ini dikerjakan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Kalau bahan nomor dua tadi diolah sebanyak 25 karung, hasilnya akan menjadi sagu bersih sekitar 18 karung. Per karung beratnya sekitar 78-80 kg,” kata Amran.

Pengolahan Sagu Bersih di Desa Melukap Laut

Namun Amran mengatakan kalau mereka tidak bisa bekerja penuh sebulannya, dikarenakan terbatasnya bahan baku yang disebabkan banyaknya penampung saat ini.

“Kalau hasil olahan sagu bersih per bulannya dari sini, tidak menentu. Karena bahannya tidak banyak lagi, disebabkan sekarang ini banyak penampung lain juga. Kami kerja paling-paling sekitar 15-20 hari setiap bulannya. Tidak begitu rutin lah. Ada bahan, baru kita kerjakan,” jelas Amran.

Amran juga mengatakan kalau hasil sagu dari Desa Melukap Laut tersebut nantinya akan dibawa ke luar Kabupaten Lingga.

“Bahannya kita dapatkan dari desa-desa sekitar seperti Nerekeh, Musai, dan Panggak Laut. Hasil dari sini nantinya akan dibawa ke Jambi dan Palembang,” kata Amran.

Amran berharap sagu yang ada bisa diolah menjadi bahan makanan.

Pengolahan Sagu Bersih di Desa Melukap Laut

“Keadaan sekarang sudah maju, sudah canggih. Kalau bisa, sagu ini diolah menjadi bahan makanan. Kalau bisa, di Daik ini ada pabrik bihun karena bahan bakunya ada di sini. Untuk pabrik bihun, bahan baku dari sagu Daik ini, cukup. Karena yang menampung bahan sagunya banyak, bukan di sini saja,” kata Amran.

Amran juga mengaku kalau sagu merupakan bahan makanan mereka sejak dahulunya.

“Dari zaman kerajaan dulu, kita sudah makan sagu, makan lakse, gubal, dan lempeng. Itulah makanan kami waktu dulunya. Itu juga makanan yang membesarkan kami dari dulu, sagu,” kata Amran. (Im).

Read Previous

Rakor Pemegang Rekom Mitan Kelurahan Dabo

Read Next

Manfaatkan Ilmu dari Bangku Kuliah, “Bedel Buloh Productions” buat Film, Video Klip dan Poto Wedding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *