Peran Media Lebih Vital di Pilkada, di Tengah Covid-19

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim

Selingga.com (26/06) Batam. Pelaksanaan Pilkada serentak pada 09 Desember 2020 nantinya, pihak media mempunyai peran yang tidak kecil dalam ikut memantau jalannya tahapan Pilkada tersebut, khususnya pada penerapan protokol kesehatan, seperti physical distancing. Apalagi terkait timses masing-masing paslon yang akan melakukan kampanye nantinya. Karena itu, peran media saat ini menjadi lebih vital dan penting untuk menjembatani antara para balon dan calon pemilih mereka.

“Sudah ada ketentuan bahwa nanti saat kampanye outdoor, akan dibatasi, baik jumlah massa maupun waktunya. Tidak ada lagi kampanye akbar dalam bentuk pengerahan massa. Nah, melalui medialah pesan-pesan kampanye akan lebih mudah tersampaikan,” kata Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim kepada media, Jumat (26/6) di Batam.

Bahkan, menurut Candra, KPU dan KPUD pun sudah menyiapkan regulasi untuk pengaturan physical distancing dalam melakukan berbagai tahapan. Mulai dari verifikasi persyaratan balon perorangan, pencocokan data calon pemilih, hingga pelaksanaan pilkada itu sendiri.

“Demikian juga kampanye dan sosialisasi. Selain nanti ada sosialisasi oleh KPUD, juga akan dilakukan oleh timses ataupun balon itu sendiri. Kami meyakini, kampanye melalui media, apa pun itu jenisnya, akan lebih massif digunakan di era pandemi ini,” kata Candra didampingi Sekretaris PWI Kepri, Novianto.

Mantan Ketua DK PWI Kepri itu meneruskan, berdasarkan perkiraan pemerintah, bahwa dampak pandemi covid-19 belum akan berakhir pada saat memasuki masa kampanye nanti, kepada semua pihak diharapkan memanfaatkan media lebih intens.

“Media ini, kan netral ya. Kepada balon manapun mereka bisa bekerja sama saling menguntungkan. Sebab itu, kepada media atau wartawan yang tergabung di bawah PWI Kepri dan PWI kabupaten/kota, saya harapkan mulai sekarang lebih aktif menjajaki peluang kerja sama ini,” harapnya.

Sekretaris Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri dan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepri itu tidak menampik peran media online akan lebih signifikan, selain media cetak dan elektronik. Sebab, informasi yang disajikan media online akan lebih cepat sampai ke pembaca, bahkan dalam hitungan menit.

“Namun, media sosial juga punya peran yang tak kalah penting. Hanya saja, akurasi informasi yang disampaikan media sosial kerap masih diragukan berbagai kalangan karena tidak ditulis oleh wartawan yang bekerja berdasarkan UU Pers Nomor 40 tahun 1999,” ucap Candra. “Kecuali dalam bentuk link berita media yang dibagikan di media sosial,” tambahnya.

Oleh karena itu, Candra berharap, semua pihak, baik itu media maupun timses balon pilkada dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya agar informasi cepat sampai ke calon pemilih dan akurasi informasinya dapat dipertanggungjawabkan.

Tahun 2020 ini, ada beberapa pilkada yang akan berlangsung di Kepri. Mulai dari provinsi, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Bintan, Lingga, Natuna, dan Anambas. (Rilis).

Read Previous

Curah Hujan Tinggi, Nelayan Kelong Bilis Desa Kuala Raya Kesulitan Keringkan Hasil Laut Mereka

Read Next

Pentingnya Kompetensi dan Penataan Kode Etik Wartawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *