Sebelum Percobaan Bunuh Diri,”Ce Amoi” Kunjungi Kantor Desa Batu Kacang

0
Ce Amoi saat dibawa ke RSUD Dabo

Selingga.com (24/10) Dabo.Entah apa yang ada benak Siu Djin (60),warga Desa Batu Kacang Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga ini,sehingga mencoba untuk melakukan usaha bunuh diri pada Senin (24/10) tadi dilokasi perkuburan Marga Fang Batu Kacang.Biar pun sempat melukai kedua pergelangan tangan dan kaki nya,istri dari kek kwa,perempuan anak ke-2 dari 10 orang bersaudara yang sehari-hari di panggil “Ce Amoi” ini berhasil di larikan kerumah sakit oleh Kades Batu Kacang Peni,dengan di bantu warga nya.

Pihak keluarga “Ce Amoi” pun baru mengetahui kejadian tersebut,setelah di beritahu oleh tetangga mereka.

” Ya,dia adik-beradik saya yang nomor 2 dari 10 orang adik-beradik kami.Umur nya 60 tahun. Ce Amoi sehari- hari bekerja membuat tahu. mempunyai 3 orang anak. 2 laki-laki,1 perempuan
Yg laki-laki kerja kapal. Yg perempuan kuliah.Saya tidak Tau (kejadian).Tahu nya orang nelpon kerumah,itulah baru tahu.Sekitar jam 10.00 wib,ade tetangga kami yang ditelepon oleh keluarga nya,ngasi tahu bahwa kakak kami (mencoba) bunuh diri,dan masuk rumah Sakit.Disitu lah kami baru tahu.Kalau tidak,memang tidak tahu juga.”Kata Anyun, adik dari Ce Amoi.Anyun pun menambahkan,kalau selama ini,keluarga kakak nya jarang ada pertengkaran.

Edi Rusdi
Edi Rusdi

Sebelum “Ce Amoi” melaksanakan upaya bunuh diri nya,perempuan yang keseharian nya selalu bersepeda itu,sempat menyinggahi Kantor Desa Batu Kacang,untuk minta tolong disampaikan permintaan maaf nya kepada warga Desa Batu Kacang.

” Sekitar jam 8,waktu saya mau buka Kantor,dia datang ke Kantor.Dia datang Tu sudah dalam keadaan nangis.Mau becakap pun nangis.Dia bilang tolong lah disampaikan kepada warga Batu Kacang,saye minta maaf.Saye mau kekubur arwah bapak saya dulu,untuk sembahyang.Sudah itu dia pergi,langsung nangis (lagi).”Papar Edi Rusdi (29),yang bekerja di Kantor Desa Batu Kacang kepada Selingga.com,ketika ditemui di RDUD Dabo pada hari yang sama.

Penyampaian Peni selaku Kades Batu Kacang pun senada dengan apa yang di sampaikan oleh Edi Rusdi.

Kades Batu Kacang,Peni
Kades Batu Kacang,Peni

” Dia (Edi Rusdi),datang kerumah saya dengan terengah-engah.Saya tanya kenapa.Baru lah Edi cerita,”Ce Amoi” ke Kantor dan bercerita.Saya bilang,ikut kan saja,tengok macam mana.Itu lah kita Cari sekitar jam 08 lewat.Dan kurang lebih jam 09,di jumpai sudah tergeletak di kuburan orang tua nya.Kami pun tak tahu dia (mengiris urat nadi),pakai apa.Pisau mana yang di ambil nya.Karena dengar nya,dirumah nya tidak ada pulak hilang pisau.Dia pakai sepeda.Sepeda nya diparkir di belakang kelenteng itu.Sebelumnya itu,dia ada datang jumpa saya di Kantor.Tetapi sekitar sebulan yang lalu.Kita tanyakan secara rinci,dia tidak mau cerita.Bingung kita.Sama istri Bahrum (warga),dia cerita.Dia bilang mau bunuh diri juga.Sama Narti (warga) bercerita juga.Ketika ditanya masalah nya,dijawab tidak tahu.”Kata Peni.

Dari keterangan warga,”Ce Amoi” menampakkan perubahan nya setelah pulang dari Jawa beberapa waktu yang lalu.

” Sebelum nya,orang nya aktif.Ada orang meninggal,orang kita pesta nikah-kawin,dia datang.Aktif di PKK.Ada gotong royong,ada lah ngasi (menyumbang) makanan.Cuma semenjak balek dari Jawa beberapa waktu yang lalu,setelah lebaran Idul Fitri,dia agak berubah jadi tertutup orang Nye.Setelah itu,PKK pun tak ada ikut lagi.Kalau jumpa pun jadi acuh-tak acuh.”Kata Emilda,salah seorang warga.

Info yang dapat di himpun,”Ce Amoi” melukai kedua pergelangan kaki dan tangan nya,sebelum akhir nya tergeletak bersimbah darah di makam keluarga nya.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan