Seorang Ibu Rumah Tangga Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Kapolsek Dabo, Aiptu Akmadi

Selingga.com (19/09) Dabo. Salah seorang warga Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga berinisial “A” (33) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Minggu (19/09) tadi. Sejauh ini kematian korban “A” diduga akibat gantung diri. Kapolsek Dabo, Aiptu Akmadi, saat ditemui di Polsek Dabo mengatakan kalau penyebab pasti kematiannya masih diselidiki. Namun diketahui kalau selama ini korban “A” diketahui mengidap penyakit insomnia.

“Jadi benar hari ini ada kejadian yang diduga gantung diri, seorang ibu rumah tangga berinisial “A” (33) di daerah Kecamatan Singkep. Untuk penyebab pastinya kami belum mengetahuinya, tetapi diduga korban ini mengidap penyakit sulit tidur,” kata Aiptu Akmadi.

Terkait penyakit yang dideritanya, Aiptu Akmadi kemudian menambahkan kalau korban sebelumnya telah berobat ke mana-mana namun tidak kunjung sembuh juga.

Seorang Ibu Rumah Tangga Ditemukan Meninggal Gantung Diri

“Sudah berobat ke mana-mana tidak sembuh, mungkin menyebabkan jadi stres dan mengambil keputusan seperti itu,” kata Aiptu Akmadi.

Kapolsek Dabo ini juga menambahkan kalau pihaknya juga melakukan penyelidikan dari saksi-saksi yang ada.

“Untuk penyelidikan kami lebih lanjut, kita juga sedang melakukan penyelidikan dari saksi-saksi, terutama anak korban yang mengetahui pertama kejadian ini. Kemudian mungkin selanjutnya nanti dari suaminya akan kita minta keterangan untuk memastikan penyelidikan lebih lanjutnya,” kata Iptu Akmadi.

Sementara itu, mertua korban, “HP” (63) saat ditemui di rumah duka saat itu, membenarkan kalau korban “A” sebelumnya sudah berusaha berobat terkait dengan penyakit yang dideritanya tersebut.

“Yang saya tahu dia sakit sudah lama, susah tidur. Kita juga sudah usaha, dia sudah (berobat-red) ke Batam, Tanjungpinang. Pergi berobat, makan obat. Sudah juga berusaha berobat ke loya, dukun, semuanya sudah kita tanyakan apa penyakitnya,” kata HP.

Terkait dengan kejadian saat itu, HP mengaku kalau dirinya tidak mengetahui pasti penyebabnya.

“Kejadian awalnya saya tidak tahu, saya ditelepon dan saya turun ke sini. Saya tinggal di Pelakak. Korban tinggal dengan suami dan anaknya,” kata HP.

Sementara itu di rumah korban terlihat masyarakat mendatangi rumah duka tersebut. Salah seorang warga mengaku kalau selama hidupnya, korban “A” dinilai cukup baik dan bermasyarakat. Selain itu tidak ada juga tanda-tanda yang mencurigakan dari sikap korban sebelum meninggal. (Im).

Read Previous

Jemput APBN 2022, Bupati Lingga Temui Wakil Ketua DPR RI

Read Next

Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep Raih Penghargaan dari KPPN Tanjungpinang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *