Terkait PTT dan THL, Awe : “Lebih Baik Aku Didemo 10.000 Orang Yang Kena Gini..”

1
Alias Wello,Bupati Lingga

Selingga.com (29/10) Dabo.Pemerintahan Awe-Nizar nampak nya terpaksa harus mengambil kebijakan untuk melakukan penataan ulang terhadap keberadaan PTT (Pegawai tidak tetap) dan THL (Tenaga Harian Lepas) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lingga.Selain memberatkan keuangan daerah saat ini,sebanyak 2000 lebih tenaga PTT dan THL tersebut harus betul-betul sesuai dengan skill dan kemampuan yang ada dalam penempatannya.Hal ini disampaikan Bupati Lingga tersebut di Meserai desa Resang Kecamatan Singkep Selatan pada Jum’at (28/10) tadi.

” Jumlah hari ini PTT dan THL sudah 2.200 lebih orang.Nah,inikan sudah luar biasa pemborosan.Angka untuk gaji mereka saja sudah hampir Rp. 38 milyar pertahun nya.Sedangkan kita tengok,pelayanan juga tidak meningkat.Masyarakat masih (banyak) mengeluhkan.Jadi bagaimana nantinya kita tata ulang,kita adakan rekrutmen baru,nanti yang sesuai dengan skill dan kemampuan yang ada untuk mengisi kekosongan.Oleh sebab itu saya sudah (sampaikan) kepada masing-masing SKPD,bikin satu analisa kebutuhan berapa pegawai yang dibutuhkan di satuan unit kerja nya.Sebab kita tengok,sebagai contoh di Kelurahan Dabo Lama di Bukit Kapitan.Coba tengok sekarang ini.Hampir penuh dengan meja-meja saja.Orang nya entah kemana.Dengan beban tugas yang tak tentu,tak tahu itu.”Kata Awe.

Terkait itu,Awe menegaskan tentang bakal ada nya pengurangan tenaga PTT dan THL.

” Pasti,itu pasti.Pasti akan ada pengurangan itu.Tetapi kita tidak tebang pilih.Arti nya kita perlakukan sama,kita hapus kan,lalu kita adakan rekrut ulang.Saya tidak bicara pada angka.Saya masih menunggu analisa dari masing-masing SKPD,berapa sebetulnya kebutuhan personalia di unit satuan kerja mereka masing-masing.”Tambah Alias Wello.

Bupati Lingga ini pun menepis kalau kebijakan tersebut tidak populer saat ini.

” Tidak,ini bukan tidak populer.Coba kite bace dalam kontrak kite di (untuk) THL itu,itu kontrak tahunan.Dia bisa diperpanjang,dikurangi,sesuai dengan kemampuan daerah.Jadi tak Usah di politisir,tak usah di pleset kan.Ini kebutuhan rasional,berdasarkan beban kerja.Kontrak mereka kan sudah berakhir pada Desember 2016 ini.Kan 1 tahun.Jadi bukan diberhentikan.Kita belanja sesuai dengan kontrak mereka yang sudah berakhir,itu kita rasionalisasikan.Apakah kebutuhan kita masih tetap begitu,atau ada pengurangan.”Papar Awe.

Awe pun memaklumi kemungkinan adanya dampak yang timbul dari kebijakan yang akan diambil nya.

” Setiap keputusan itu tetap menimbulkan dampak.Jadi bagaimana kita meminimalisir dampak-dampak yang ada.Yang penting aku bekerja untuk masyarakat.Lebih baik aku di demo 10.000 orang yang kena gini (tidak dilanjutkan kontrak nya),dari pada aku tidak amanah dengan program-program yang di janjikan.Bayangkan kalau dengan raaionalisaai ada korban 1000 orang,1000 keluarga yang demo Awe-Nizar.Tetapi kalau aku melakukan penghematan pada hari ini,dana penghematan itu dapat kita Laksanakan program seperti Sekolah gratis,SD,SMP,sesuai dengan kewenangan kita,berapa ribu jumlah murid yang kita selamat kan.Kemudian program kesehatan.Berapa ribu yang dapat kita layani untuk masyarakat Lingga.Ini,maaf cakap,kalau kita dapat lakukan program-program gratis untuk 2 bidang itu,mungkin kita yang pertama-tama di Kepri yang melaksanakan program itu,ditengah-tengah anggaran yang minim.”Tambah Awe kepada pihak media.(Im).

1 KOMENTAR

  1. Atur aje lh pak bupati 5 tahun th tk lame….. pengangguran samakin semakin bertambah. Allah maha tahu, senang2 lh dgn kebijakan dunie nh. Pertanggung jawabkn aje lh nanti setelah mati kpd allah swt.

Tinggalkan balasan