Tradisi Barzanji dan Berarak Masih Dilestarikan Warga Kampung Boyan

Tradisi Barzanji dan Berarak Masih Dilestarikan Warga Kampung Boyan

Selingga.com (02/01) Batu Berdaun. Barzanji sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat di Kabupaten Lingga, khususnya di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Barzanji sendiri merupakan puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad yang dilafazkan dengan suatu irama atau nada. Ketua kelompok barzanji Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Djumadi, ketika ditemui pada Sabtu (02/12) di sela-sela acara khatam Quran salah seorang warga Kampung Boyan, Jhony Prasetya, mengatakan kalau tradisi barzanji ini kerap digelar ketika ada acara pernikahan, khatam Quran, dan juga akikah.

Tradisi Barzanji dan Berarak Masih Dilestarikan Warga Kampung Boyan

“Berzanji ini merupakan salah satu adat Melayu yang ada di tempat kami. Digelar dalam pelaksanaan, baik itu acara pernikahan maupun khatam Quran dan juga akikah. Jadi, barzanji ini masuk ke dalam salah satu budaya Melayu yang kami selenggarakan secara bersama-sama, seperti kelompok barzanji yang ada di Desa Batu Berdaun ini,” kata Djumadi.

Ketua kelompok barzanji Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Djumadi

Untuk kelompok barzanji di Desa Batu Berdaun sendiri, Djumadi mengatakan kalau kelompok tersebut telah berdiri sejak turun-temurun dan terus dilestarikan.

“Di sini barzanji sudah cukup lama berdiri, sudah tahun-menahun terbentuknya dan ini juga sudah dari turun-temurun dan sampai saat ini masih terus kita lestarikan. Untuk Kecamatan Singkep ini, ada beberapa kelompok barzanji yang terdapat di desa dan kelurahan dan ada yang membinanya,” terang Djumadi.

Tradisi Barzanji dan Berarak Masih Dilestarikan Warga Kampung Boyan

Sedangkan untuk tradisi berarak bagi anak-anak yang khatam Quran, Djumadi mengatakan kalau hal tersebut bertujuan untuk meninggikan derajat dari anak-anak yang khatam Quran tersebut.

“Kalau yang diarak tadi merupakan salah satu tradisi adat Melayu bagi anak-anak kita yang sudah khatam Alquran. Diarak mengelilingi masjid atau surau yang terdekat. Salah satu tujuannya adalah untuk mengangkat derajatnya,” kata Djumadi.

Djumadi berharap pihak-pihak terkait bisa terus memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok barzanji yang ada saat ini.

Tradisi Barzanji dan Berarak Masih Dilestarikan Warga Kampung Boyan

“Harapan kita kalau untuk adat Melayu sendiri, mungkin kalau yang tersekat di sini, kami selalu membina di Desa Batu Berdaun atau dari LAM yang ada di desa sampai di kabupaten. Di sini kami mohon kepada salah satu pihak terkait untuk menyupport atau membina secara terus-menerus,” kata Djumadi. (Im).

Read Previous

Satu Rumah di Dusun II Busung, Mensanak, Hanyut dan Tenggelam Akibat Gelombang Laut

Read Next

Selesai Jalani Sidang, Dua Terdakwa Kasus Pengecatan RSUD Dabo di Tahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *