Kenduri Puisi, Amunisi Baru Mengangkat Batang Terendam Di Pulau Singkep

Lingga69 Views
banner 468x60

Selingga.com (18/09) Dabo. Latar pencahayaan yang remang-remang cenderung gelap menjadi settingan pada jalannya “Kenduri Puisi” yang digelar “Komunitas Pencinta Puisi” Dabo Singkep, pada Selasa (17/09) malam tadi. Mengambil lokasi kegiatan di “Cafe Puisi Mansyur”, kegiatan yang dilaksanakan dari pukul 20.00 WIB itu dihadiri oleh puluhan penyair Dabo. Tidak hanya itu, Romo Pascal yang tinggal di Batam, rela jauh-jauh datang menghadiri “Kenduri Puisi” itu.
“Saya bersyukur karena bisa menghadiri acara yang luar biasa ini yang digagas oleh para senior dan penyair Dabo serta para penggiat sastra di sini. Saya memang sengaja datang untuk menghadiri acara ini. Saya merasa memang ada kerinduan yang besar bagi diri saya yang saat ini berdomisili di Batam untuk melihat lagi bagaimana daerah ini yang menjadi cikal-bakal bagaimana saya mendapatkan roh, aura sastra itu hidup kembali, mekar kembali,” kata Romo Pascal.

“Kenduri Puisi” yang digelar “Komunitas Pencinta Puisi” Dabo Singkep

Pemilik puisi Batu Berdaun dan lahir di Dabo ini juga menambahkan kalau daerah tempat dia dibesarkan itu telah melahirkan beberapa penyair besar.
“Bagaimanapun daerah ini, kota ini, telah melahirkan banyak penyair besar. Sekarang ini diibaratkan mengangkat kembali batang terendam. Inilah saatnya kita mulai lagi untuk menggairahkan lagi semangat-semangat sastra di tempat ini. Terima kasih untuk seluruh panitia yang sungguh luar biasa malam ini, dapat kembali “rohnya”, dapat kembali semangatnya untuk menyemangati generasi muda ke depannya,” papar Romo Pascal.
Sedangkan ketua kegiatan, Sopie Anuar mengatakan kalau tujuan diselenggarakannya acara Kenduri Puisi itu untuk membangkitkan kembali puisi di Bumi Bunda Tanah Melayu itu.
” Kami, khususnya Komunitas Pencinta Puisi Dabo Singkep, malam ini melaksanakan “Kenduri Puisi” di halaman Gedung Wisma Ria, Dabo. Hadir di malam ini, Romo Pascal, dari Batam, Norman dari Komite Sastra Dewan Kesenian Lingga, dan juga teman-teman seniman dari Dabo. Tujuan kami mengadakan ini untuk membangkitkan kembali seni sastra, khususnya puisi dan juga memancing semangat generasi muda pencinta puisi agar puisi itu tetap hidup di Bunda Tanah Melayu ini,” kata Sopie.
Romo Pascal

Sementara itu, Dewan Kesenian Kabupaten Lingga melalui Ketua Komite Sastranya, Norman Sulaiman, di waktu yang hampir bersamaan memberikan apresiasinya terhadap kegiatan Kenduri Puisi itu.
“Sebelumnya, saya memberikan apresiasi kepada Romo Pascal yang sudah bersusah payah datang jauh-jauh dari Batam ke Dabo hanya untuk melepaskan kerinduan di acara ini. Saya selaku Ketua Komite Sastra di Dewan Kesenian Kabupaten Lingga merasa terpanggil sekali dan menjadi tanggung jawab saya begitu besar untuk mengangkat kembali sastra, khususnya puisi di Tanah Melayu ini, khususnya Dabo Singkep yang telah banyak melahirkan penyair-penyair besar seperti Rida K Liamsi, Amsakar Achmad, Jefi Chandra, Romo Pascal, dan Saupie Anuar. Saya merasa ada satu kepuasan, bahwa di Lingga, khususnya di Dabo Singkep, tidak kurang dengan penyair,” kata Norman.
Selain itu, anggota legislatif Kabupaten Lingga, Ronny Kurniawan yang menyempatkan hadir dan tampil membawakan satu puisi malam itu, memberikan support terhadap kegiatan yang ada.
Norman S

“Saya pada intinya sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Apalagi kegiatan ini, selain dibuat untuk mengangkat kembali seni sastra, khususnya puisi, juga dibuat untuk menarik minat adik-adik pelajar kita. Lagi pula, seni itu tidak memandang batasan dan kita bisa melebur di dalamnya untuk sebuah tujuan yang baik. Tentunya juga harus memberikan kontribusi untuk daerah kita,” kata Ronny Kurniawan.
Ronny Kurniawan

Tampil malam itu, Norman Sulaiman, Romo Pascal, Sopie Anuar, Ronny Kurniawan, Irham Panglima, Ayoe Sri Wahyuni, Lizar, Jejef, Mas Eko, Alang Dilaut dan Indah yang diiringi musik latar yang dibawakan oleh Amir. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *