Ketua DPRD Lingga Maya Sari Tegaskan Peran Budaya dalam Pembangunan saat Malam Syukuran Hari Jadi ke-22

Lingga480 Views
banner 468x60

Selingga.com (21/11) Daik. Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos., M.IP., menjadi sorotan dalam perayaan Malam Syukuran Hari Jadi Kabupaten Lingga ke-22 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Lingga, Daik, Kamis (20/11). Kehadiran dan keterlibatan aktif Maya Sari menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mendorong pembangunan daerah yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Maya Sari menerima secara langsung Buku Simposium Kabupaten Lingga yang diserahkan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebudayaan Lingga (BP2KL). Penyerahan buku itu, menurut Maya, bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab kolektif untuk mendokumentasikan dan mengintegrasikan pemikiran kebudayaan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Dokumentasi seperti ini penting agar setiap kebijakan pembangunan memiliki landasan budaya yang kuat. DPRD siap berperan aktif menampung dan memperjuangkan rekomendasi hasil simposium dalam produk hukum dan anggaran daerah,” ujar Maya Sari usai menerima buku tersebut. (Jika Anda ingin, saya dapat menambahkan kutipan langsung bila tersedia.)

Kehadiran Maya Sari pada rangkaian acara — yang mencakup persiapan hidang, lagu Indonesia Raya, pembacaan doa haul Sultan Mahmud Riayat Syah oleh Ketua MUI Lingga, tradisi Makan Sehidang Berlima, hingga penayangan video capaian pembangunan — menunjukkan upaya DPRD untuk hadir dekat dengan masyarakat dan budaya setempat.

Maya Sari juga dilaporkan menyaksikan penayangan video capaian pembangunan Kabupaten Lingga sembari mengikuti prosesi makan bersama. Menurutnya, momen ini menjadi waktu refleksi sekaligus evaluasi atas kinerja pemerintah daerah yang harus terus diperkuat sinerginya dengan DPRD.

Rangkaian kegiatan itu dihadiri pula oleh Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Sekda Lingga, para asisten, Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Ketua Dharma Wanita Persatuan, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, dan masyarakat yang datang antusias. Maya Sari menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah untuk menerjemahkan nilai-nilai kebudayaan ke dalam program-program yang nyata dan berkualitas.

Baca juga :   Dinas Kebudayaan Lingga, Gelar Mandi Safar

“Memasuki usia 22 tahun, Lingga harus menjadikan identitas budaya sebagai modal sosial dan ekonomi. DPRD akan mendorong regulasi dan anggaran yang berpihak pada pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Maya.

Acara ditutup dengan ceramah agama yang mengingatkan nilai spiritual sebagai penopang keberlanjutan pembangunan. Dengan menempatkan budaya dan kebersamaan sebagai pusat perayaan, langkah Maya Sari dan DPRD Lingga diharapkan memperkuat peran legislatif dalam menjaga identitas lokal sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif.(red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *