Tak nyangkut di DPA,Dinas Pendidikan Lingga tetap ngotot laksanakan OGN

Selingga.com (26/04) Dabo.Selain sebagai tenaga pengajar,figur seorang “Cik Gu” saat ini semakin dituntut untuk lebih baik lagi.Sampai-sampai pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga tetap ngotot untuk melaksanakan kegiatan Olympiade Guru Nasional (OGN),meski pun DPA untuk kegiatan tersebut tidak nyangkut di anggaran yang ada.
” Ada beberapa poin yang ingin kami tegaskan.Pertama yang berkaitan dengan Olympiade Guru Nasional (OGN).Jujur saja,di lingkungan Dinas Pendidikan,DPA nya tidak ada kegiatan ini untuk budget anggaran nya.Tetapi kami tetap bertekat dan bersemangat,apapun itu,kegiatan ini harus dilaksanakan.Karena inilah salah-satu cara kita ingin mencari figur guru kita yang terbaik di tahun 2017 di Kabupaten Lingga ini.Kita ingin melihat,sampai sejauh mana kelengkapan administrasi nya.Sampai sejauh mana guru-guru tersebut mempersentasikan,kita ingin melihat sejauh mana performance nya dalam menampilkan materi yang diajarkan nya.Dan ini tidak main-main.Apalagi dengan guru bersertifikasi,PR kita kedepan nya luar biasa.”Kata Drs Zainal Abidin selaku Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, dalam sambutan nya di acara pembukaan peringatan Hardiknas di Kecamatan Singkep pada Selasa (25/04) tadi.
Dalam pidato nya yang setengah berapi-api tersebut,Zainal Abidin juga menambahkan kalau saat ini,para guru-guru yang ada tidak bisa untuk bersantai-ria.
” Guru-guru mungkin saat ini tidak bisa agak santai seperti dulu lagi.Banyak beban-beban yang kita pikul,demi melayani para murid agat kita benar-benar qualified kedepannya.”Ujar Zainal Abidin.
Bukan hanya cukup sampai dikisah OGN saja,Zainal pun menyentil permasalahan yang terhubung dengan Kelompok Kerja Guru.
” Kami juga akan menyinggung khusus untuk kelompok kerja guru.Khusus untuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran.Kita juga memiliki PR-PR yang berat kedepannya.Karena kita lah yang nantinya akan menjadi kader-kader di dalam pengembangan profesi guru untuk kedepannya.Pemerintah Pusat tidak akan sanggup mensosialisasikan kurikulum K13 secara optimal,tampa bantuan dari komunitas-komunitas guru.”Papar Zainal,masih dengan semangat dalam bawaan pidato nya.
Namun setelah panjang-lebar penyampaian Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan ini,Zainal juga menyampaikan kalau beberapa proposal para komunitas guru yang disampaikan,sudah ada yang berhasil.
” Alhamdulillah kemarin,ketika saya membawa proposal Komunitas Guru kita dari Kelompok KKG,MGMP,kita sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat.Untuk 3 komunitas ini,MGMP-PKN,MGMP-IPS,sama Kelompok Kerja Guru Gugus Kenari di Kecamatan Singkep yang proposal nya tembus.”Tambah Zainal.(Im).
o

Read Previous

Umur otoda sudah 21 tahun

Read Next

Rumah subsidi buat PNS dan PTT Lingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *