ASN Tanam Cabai Rawit di Pot, Kecamatan Singkep Barat Panen 22,4 Kg: Upaya Sederhana Tekan Harga dan Tingkatkan Ketahanan Pangan

Lingga396 Views
banner 468x60

Selingga.com (30/09). Di tengah fluktuasi harga cabai rawit yang kerap membuat ibu-ibu dan pedagang pasar pusing, sebuah inisiatif sederhana di Kecamatan Singkep Barat layak dicatat. Program Gerakan Tanam Cabai Rawit yang digagas Pemkab kecamatan bekerja sama dengan PKK, berhasil memanen 22 kilogram 4 ons dari sekitar 250 pot tanaman pada panen perdana.

Camat Singkep Barat, Febrizal Taupik, S.PI, mengatakan program ini bersifat wajib bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan. Setiap ASN diminta menanam lima pot cabai rawit di halaman kantor atau pekarangan rumah yang kosong.

“Hasil panen ini nantinya akan dibagikan kepada pegawai, staf kecamatan, tokoh-tokoh masyarakat, serta masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Singkep Barat. Selain untuk konsumsi, langkah ini juga sebagai motivasi agar masyarakat ikut menanam cabai sendiri,” ujar Febrizal.

Meski volume panen belum besar jika dibandingkan kebutuhan pasar skala luas, hasil 22,4 kg dinilai cukup untuk memberi manfaat langsung: menambah pasokan lokal, menghangatkan suasana kantor menjadi lebih hijau, serta memberi contoh praktis bagi warga. Strategi ini mengusung pesan sederhana, jika ASN yang sibuk mengurus administrasi saja bisa menanam cabai di pot, masyarakat juga mampu melakukan hal serupa tanpa memerlukan lahan luas atau modal besar.

Program yang mudah diadopsi itu juga dipandang sebagai salah satu langkah untuk meredam tekanan inflasi yang kerap dipengaruhi lonjakan harga cabai rawit. Dengan menyebarkan praktik berkebun pot di pekarangan rumah, kecamatan berharap akan tumbuh suplai rumah tangga yang berkontribusi menstabilkan harga di level mikro.

Tokoh masyarakat dan warga yang menerima pembagian panen menyambut positif inisiatif ini. Selain fungsi konsumsi, gerakan tersebut dianggap sarana edukasi tentang ketahanan pangan: menanam sendiri memberi rasa percaya diri bahwa sebagian kebutuhan dapur bisa diproduksi mandiri.

Baca juga :   New Normal, IPSI Lingga Gelar Latihan , Persiapan Dulang Prestasi

Pemerintah kecamatan menargetkan gerakan ini menular ke lapisan masyarakat luas. Ke depan, program akan terus didorong melalui penyuluhan teknis perawatan tanaman, distribusi bibit, serta pembinaan kelompok tani kecil agar hasil panen berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi yang lebih terasa.

Dari pot-pot kecil di halaman kantor hingga teras rumah warga, Singkep Barat mencoba membuktikan kemandirian pangan bisa dimulai dari hal paling sederhana — satu pot cabai yang dirawat konsisten.(red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *