Mengais Rezeki Diantara Gelombang Laut

Lingga113 Views
banner 468x60

Selingga.com (09/09) Dabo. Hempasan gelombang dan angin yang berada di sepanjang pantai Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga dimanfaatkan sebagian warga untuk mengais rezeki di sana. Dengan peralatan seadanya, beberapa warga terlihat memanfaatkan gelombang laut untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit batu jagung dari bibir pantai tersebut. Abdul Gani, salah seorang warga Kampung Mentok, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, saat ditemui sedang mencari batu jagung di sekitar pantai yang tidak jauh dari kediamannya pada Sabtu (04/09) lalu, mengatakan kalau usaha mencari batu tersebut telah lama ia jalani. Semuanya terpaksa dijalaninya demi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

“Kerja mengambil batu ini sudah kurang lebih 20 tahun. Sejak dari dulu lagi. Kalau pekerjaan lain tak tentu juga, inilah pekerjaan sehari-harinya,” kata Abdul Gani.

Abdul Gani, salah seorang warga Kampung Mentok

Ayah dari 2 orang anak ini mengatakan kalau biasanya pekerjaan mengumpul batu jagung tersebut dilakukan pada saat musim Selatan dan Utara.

“Biasanya yang banyak batu ini pada musim Angin Selatan dan Utara. Kalau hasil satu harinya, tidak tentu dapatnya, kadang-kadang dapat lebih. Ini saja baru dapat 8 karung. Biasanya bisa sampai 20-30 karung,” kata Abdul Gani.

Terkait penjualan batu jagung setelah dikumpulkannya itu, Abdul Gani mengaku kalau tidak ada penampung yang khusus untuk mengambil batu jagung tersebut.

Mengais Rezeki Diantara Gelombang Laut

“Satu karungnya kita jual Rp4.000,00. Kalau khusus penampung, tidak ada,” kata Abdul Gani.

Disinggung harapan ke depannya terkait dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini, Abdul Gani dengan polos mengatakan kalau dirinya tidak mengharapkan apa-apa dan hanya menjalankan apa yang bisa dikerjakannya untuk menghidupi keluarganya.

“Tidak ada,” kata Abdul Gani.

Sementara itu di lokasi yang sama, rekan seprofesinya, Lapo, mengaku kalau kerja mengambil batu hanya usaha sambilan saja.

Baca juga :   Kapolda Kepri,"Jangan Ciderai Perasaan Masyarakat"

“Ada kerja lain. Sambil-sambil saja ini. Kadang dapatlah sekali turun 20-40 karung. Kalau ada yang beli, langsung kita jual,” kata Lapo.

Mengais Rezeki Diantara Gelombang Laut

Untuk mengumpulkan batu-batu jagung dari bibir pantai tersebut, Abdul Gani ataupun Lapo hanya mengandalkan alat sederhana, berbentuk tangguk dengan sepotong kayu bulat dengan panjangnya kurang lebih 2 meter dan ujungnya besi yang berbalutkan jaring. Cara kerjanya juga sangat sederhana, hanya meletakkan tangguknya ke dalam gelombang yang datang dan kemudian memisahkan batu dengan pasir dengan cara membilasnya ke dalam air laut. Batu jagung yang tertinggal di jaring segera dipindahkan ke dalam karung bekas sak semen yang telah disiapkan sebelumnya. Kemudian setelah penuh, batu jagung yang telah dikumpulkan di dalam kantong bekas sak semen tersebut dikumpulkan di pinggir jalan agar memudahkan untuk pengangkutan nantinya. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *