Penyair hingga Wartawan Meriahkan Pembacaan Puisi di Rumahitam

Kepri, Lingga53 Views
banner 468x60

Selingga.com (11/10) Batam. Sebab Puisi edisi ke-6 digelar di Laman Kata Rumahitam, Sekupang, Batam. Kegiatan yang digagas Komunitas Seni Rumahitam dan Seksi Budaya PWI Kepri ini dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) malam itu dihadiri puluhan pencinta puisi dari latar belakang yang berbeda-beda. Dari penulis buku, sastrawan, seniman, wartawan hingga guru.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku sastra untuk membacakan karya, berbagi gagasan, sekaligus merawat kehidupan kebudayaan di Batam. Beberapa nama tampil membacakan puisi dan karya mereka seperti Nursalim, Chanchan Parase, Polma Chania, Cak Ansor, Mauharta, Susanto Siregar, dan Indra Pendekar dari kalangan sastrawan. Tidak kalah menarik, pembacaan puisi mas Dwi dan mas Said yang menawarkan ingatan tentang persoalan negeri ini yang timpang dari berbagai sisi dan pondasi bangsa yang beradab.

Karina R. Sembiring serta Asmira dan Ning, penulis buku turut tampil dalam kegiatan malam itu. Sedangkan dari kalangan wartawan Indra Helmi, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Batam, serta Denni Risman, Pemimpin Redaksi MimbarJurnalis yang juga pengurus SIWO PWI Pusat turut meramaikan jalannya pembacaan puisi tersebut.

Malam sastra tersebut juga dihadiri mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar yang ikut memeriahkan dengan membawakan lagulagu Bimbo dan Kenan Nasution.

Sementara itu tuan rumah sekaligus Presiden Komunitas Rumahitam, Tarmizi, mengatakan kegiatan “Sebab Puisi” menjadi ruang penyampaian karya yang ada.

“Sebab Puisi lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang memungkinkan sastrawan dan penulis menampilkan karya mereka secara langsung kepada masyarakat,” kata Tarmizi.

Tarmizi menambahkan kalau perkembangan sastra membutuhkan wadah pertemuan yang konsisten agar kreativitas para penulis terus tumbuh. Karya sastra, menurutnya, tidak seharusnya hanya tersimpan secara pribadi, tetapi perlu dibacakan, didengar, dan diperbincangkan bersama.

Baca juga :   Polres Lingga Gelar Pengawasan Ketat Penggunaan Senjata Api di Objek Vital

Sebab Puisi sebelumnya dikenal dengan nama Sabtu Batam Berpuisi. Kegiatan ini kemudian berkembang menjadi ruang apresiasi sastra yang tidak hanya berfokus pada pembacaan puisi, tetapi juga membuka kesempatan untuk bincang buku, diskusi literasi, dan dialog kebudayaan.

Sebab Puisi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas sastra dan kesenian lokal setelah sempat mengalami kevakuman akibat pandemi. Melalui kegiatan yang lebih cair dan terbuka, Rumahitam memberikan ruang bagi penyair, penulis, seniman, pendidik, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum untuk terlibat dalam kehidupan sastra.

Panggung baca puisi menjadi salah satu cara agar karya-karya lokal tetap mendapat tempat di tengah derasnya arus budaya digital. Selain memberikan ruang tampil bagi penulis, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sastra secara lebih dekat. (Red).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita untuk Anda :