PWI Kepri Sikapi Bertambahnya Korban Covid-19

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim

Selingga.com (13/04) Batam. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, memberikan pandangan terkait semakin bertambahnya korban dari wabah covid-19 saat ini, baik yang berstatuskan ODP, OTG, maupun pasien yang sudah dinyatakan sebagai PDP. PWI Kepri berpandangan penting untuk membuka identitas para korban, closed contaknya, tempat tinggal, serta riwayat dari perjalanan yang bersangkutan. Setidaknya, PWI Kepri melihat kalau kewaspadaan masyarakat lebih tinggi lagi di wilayah tempat mereka tinggal, terkait apakah ada salah seorang warganya terklasifikasi sebagai ODP, OTG, dan PDP.

“Jika masyarakat tahu, diharapkan mereka lebih waspada. Apalagi kalau misalnya jika di komplek tempat tinggal mereka, ada yang menjalankan isolasi mandiri, warga setempat bisa membantu aparat lingkungan untuk memantau,” kata Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim, kepada media, Ahad (12/4/2020).

Dalam pandangan Ketua PWI Kepri itu, surat edaran dan imbauan bersama yang pernah dikeluarkan Dewan Pers dan PWI Pusat belum lama ini, adalah untuk memberikan koridor liputan bagi media, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan di kalangan masyarakat.

“Namun saat ini, pihak pemerintah justru yang kita lihat agak kewalahan karena kepatuhan warga untuk menjalankan protokol physical distancing masih rendah. Dugaan kami, penyebabnya karena warga tidak mengetahui identitas jelas dan tempat tinggal korban yang dirawat atau meninggal tersebut,” kata Candra.

Di sisi lain, Ketua PWI Kepri itu berharap kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk lebih membuka jatidiri korban. Sehingga dengan demikian, diharapkan tingkat awareness warga lebih meningkat dan akan lebih mematuhi imbauan pemerintah.

“Ini kan kita lihat masih banyak yang santai. Banyak yang keluar tanpa keperluan mendesak. Malam-malam masih keluyuran, ngumpul-ngumpul tanpa mengindahkan jarak duduk. Padahal, siapapun berpotensi menjadi carrier (penyebar),” ucap Direktur Batam Pos Online (batampos.co.id) itu.

Kepada korban covid-19 ini, Candra meyakinkan bahwa mereka adalah korban. Penderitanya bukan sedang tertimpa aib, sehingga tak perlu merasa malu membuka riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan maupun aparat RT, RW, kelurahan maupun kecamatan.

Candra menambahkan, kepada insan pers untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas. Tetap jaga jarak, hindari tempat-tempat yang tidak steril, serta hindari kerumunan massa dalam bertugas.

“Tetap pakai masker dan bawa hand sanitizer,” pesan Candra. (Rilis).

Read Previous

Desa Resang Lakukan Penjagaan Di Pintu Masuk

Read Next

Wabub Lingga Serahkan Bahan Pokok Di Kelurahan Pancur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *