Antara Awe,pulau kosong dan jengkol

Selingga.com (21/07) Dabo.Keberadaan pulau-pulau kosong diwilayah Kabupaten Lingga,terus diburu untuk azas pemanpaatannya.Sebelumnya Pulau Bakung Desa Pasir Panjang Kecamatan Senayang telah diperuntukan bagi peternakan sapi.
Kini untuk tanaman petai dan jengkol,bakal menempati salah satu pulau kosong yang ada diwilayah kerja Awe-Nizar ini.
” Rencana Pak Bupati Lingga untuk mengembangkan tanaman jengkol dan petai di pulau-pulau kosong yang ada di Lingga, sudah disetujui pak Mentan. Untuk luasannya, silakan konfirmasi ke Dirjen Hortikultura.”Kata Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Andi Irwan Baharuddin, Jumat (21/7) tadi,melalui rilis yang diterima oleh pihak media.
Menurut Andi Irwan Baharuddin,program pengembangan tanaman jengkol dan petai ini mengemuka saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi ke sejumlah pasar di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia beberapa waktu lalu.Pak Menteri menemui ibu-ibu di pasar yang mengeluhkan harga jengkol di Jakarta yang mencapai angka Rp.70 ribu-Rp.90 ribu per kilogram.
Kebetulan Bupati Lingga memang ada mengajukan rencana pengembangan tanaman jengkol dan petai di pulau pulau kosong yang ada di daerahnya. Kalau tidak salah, ada beberapa daerah yang disetujui untuk pengembangan tanaman jengkol dan petai, termasuk Kabupaten Bintan.”Kata Irwan menambahkan.
Alias Wello selaku Bupati Lingga dalam keterangan tertulisnya, mengatakan kalau gagasan untuk menjadikan pulau-pulau kosong di wilayah kerjanya sebagai pulau produktif penghasil buah-buahan bernilai ekonomi tinggi, sudah lama/menjadi wacana nya.Namun karena keterbatasan anggaran, ia mengaku kesulitan mewujudkannya.
” Waktu itu, saya dalam perjalanan laut dari Batam. Ketika melewati pulau-pulau kosong, saya katakan kepada Pak Ady Pawennari selau konsultan pertanian saya yang mendampingi pada saat itu,kalau suatu waktu nanti saya mau pulau-pulau kosong ini dikenal orang sebagai pulau penghasil buah-buahan. Misalnya, Pulau Jengkol, Pulau Petai, Pulau Manggis dan lain-lainnya.”Kata Bupati Lingga melaui rilis yang diterim.
Alias Wello juga menambahkan kalau Kepala Desa Cempa Kecamatan Senayang Herman Tan, melaporkan beberapa pulau kosong di wilayahnya yang berpotensi dikembangkan sebagai daerah pertanian. Ia pun dengan spontan menyebutkan rencananya menanam jengkol dan petai di pulau-pulau kosong itu.
Pada saat itu juga, saya langsung minta Kepala Desa Cempa siapkan satu pulau kosong untuk penanaman jengkol dan petai seluas 200 hektar. Kemudian, saya minta konsultan buatkan konsepnya untuk diajukan ke Kementerian Pertanian. Alhamdulillah, keinginan kami itu dikabulkan Pak Menteri.”Papar Alias Wello.
Kepastian disetujuinya program pengembangan tanaman jengkol dan petai di pulau-pulau kosong di wilayah Kabupaten Lingga itu, tertuang dalam surat Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono K, Nomor : S 990/RC.110/D/07/2017, tanggal 18 Juli 2017.
Dalam lampiran surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga itu, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan sarana produksi, bibit, alat dan mesin untuk pengembangan tanaman jengkol seluas 100 hektar dan petai 100 hektar.(Im).

Read Previous

Adhe Permanna,"Tidak ada itu SPD/SPPD Perawat yang mengantar"

Read Next

Zeldi yang rajin azan,hilang di laut Sergang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *