Bayi meninggal dalam kandungan,dokter kandungan tidak datang,Ibu bayi pasrah,Direktur RSUD Dabo bilang sesuai SOP

Selingga.com (26/07) Dabo.Normah warga Dusun Pulau Lalang Desa Berhala Kabupaten Lingga hanya bisa pasrah ketika mendapati bayi dalam kandungannya dinyatakan telah meninggal dunia pada Kamis (26/07) tadi di RSUD Dabo.
Namun dari informasi yang berhasil dihimpun oleh pihak media,keluarga wanita berusia sekitar 40 tahun ini menyayangkan dokter spesialis kandungan yang tidak datang ke RSUD setelah mereka berada di sana.
Pihak RSUD pun menjelaskan kalau sebelumnya Normah ditangani oleh praktek dokter spesialis kandungan dr.Diah Sinta.
” Rumah Sakit sudah melakukan hal yang terbaik.Mungkin ada dari pihak keluarga yang mungkin protes dengan dr.Diah,karena janjinya dia yang mau naik malam itu.Itu saja kan.Tetapi dia (dr.Diah Sinta-red) tidak tahu sebenarnya kondisi daripada ibu dan anak dalam kondisi normal.Yang mungkin agak sedikit membuat keluarga pasien kecewa.Tetapi itu kan diluar ‘kontek’ Rumah Sakit kan.Karena dia (Normah-red) datang ke praktek (dr.Diah Sinta-red).Disuruh naik,nanti saya datang,kata (dr.Diah Sinta-red) nya.Jadi janjinya,janji saat dipraktek.Rupanya (dr.Diah Sinta-red) tidak datang,karena sudah dapat informasi dari bidannya,bahwasanya (Normah-red) dalam keadaan baik.Ya dia (Normah-red) ke dokter spesialis dan sudah dikontrol berulang.” Kata Direktur RSUD Dabo dr.Asri ketika ditemui pihak media pada Kamis (26/07) tadi di RSUD Dabo.
dr.Asri juga menjelaskan kalau Detak Jantung Janin (DJJ) bayi masih dalam hitungan normal dan telah dilakukan tindakan observasi.
” Jadi DJJ (Detak Jantung Janin) itu 131.Normal itu 120-160,itu normalnya.Cuma di observasi batuk sama sesaknya.Sudah diberikan oksigen,semuanya di follow-up,tidak ada masalah.Sampai tadi pagi,sampai jam 06.00 wib pun,orang mau amprah masuk malam dengan pagi,DJJ nya masih juga 131.Jadi masih baik lah keadaannya.Jadi karena dianggap detak jantung nya masih baik,kitakan tidak setiap ini harus USG.Jadi tadi pagi sekitar ibu itu datang,rencananya mau di terminasi.Terminasi itu istilahnya harus dilahirkan.Tetapi setelah ditimbang,berat badan kandungannya itu kira-kira taksirannya sebesar 2 kg.Jadi ada lagi prosesnya yang belum matang,karena 30 minggu.Dianggap tidak ada apa-apa,ya itu tetap berlanjut.Kita pun tidak tahu ‘mis’ nya dimana si anak itu.Tetapi dari USG nya,semuanya dalam keadaan baik.Tidak ada yang tidak baik.” Papar dr.Asri.
Ketika disinggung tindakan apa yang dilakukan oleh pihak RSUD,ketika diketahui janin bayi yang ada telah meninggal,dr.Asri mengatakan kalau pihak nya telah melakukan sesuai prosesur yang ada.
” Semua sudah sesuai dengan prosedur.Misalnya DJJ dibawah 120,sudah dilakukan tindakan tertentu sama dr.Diah.Karena dianggap itu masih normal,makanya kita lakukan observasi.Observasi artinya diamatin sama diperiksa oleh bidangnya secara berulang.Tindakan ini sesuai dengan SOP.Apakah nanti operasi,apakah nanti secara manual,belum tahu.” tambah dr.Asri.(Im)

Read Previous

Kursi menuju "DPD" Awe,masih "berputar" menunggu proses

Read Next

Telunjuk wasit ketitik 12,PS Bintan juara.Pelatih PS Natuna tidak mau komentari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *