Budi,"Pokok Nya Tidak Ada Pantangan Nya"

Selingga.com (14/08) Tanah Putih.Jauh-jauh dari Lampung,Budi (34) seperti nya berusaha menghijaukan lahan yang ada di Tanah Putih desa Marok Kecil dengan batang-batang ubi gajah nya.Tanaman sebagai bahan pembuatan tepung tapioka ini diyakini mampu tumbuh subur di pulau Singkep ini.

Batang-batang ubi gajah
Batang-batang ubi gajah

Lelaki yang telah lama bergelut dengan batang-batang ubi gajah tersebut memaparkan kepada Selingga.com ketika ditemui pada Minggu (14/08) tadi dilokasi penanaman di Tanah Putih Desa Marok Kecil,kalau proses penanaman dan pemeliharaan tanaman ubi tersebut tidak lah begitu sulit dan juga mempunyai prospek yang menjanjikan.
” Kalau saya di Lampung sudah dari kecil bergelut ditanaman ubi ini.Sebelumnya saya bantu ngajar penanaman ubi ini di palembang,baru lah kesini.Kalau untuk tanah disini,sama seperti kami di Lampung.Persis sama,ada pasirnya.Sama juga dengan yang di Pekanbaru,seperti ini juga.Proses penanaman ubi ini tidak begitu rumit.Dari batang bibit yang ada,kita potong sekitar 20 cm panjang nya.Kemudian direndam dengan permentasi obat nya sekitar 2 jam.Sesudah itu bisa langsung di lakukan penanaman.Kalau di Lampung lebih simple lagi.Habis dipotong bibit nya,langsung tanam.Permentasi inikan supaya lebih membantu agar bibit nya lebih bagus lagi perkembangan nya.Yang jelasnya untuk perawatan yang biasa-biasa saja,1 batang nya paling rendahnya biasa dapat kita panen sekitar 4-5 kilo perbatang nya.Kita bisa 5 kilo perbatang nya saja,berarti untuk 1 hektar Insya Allah bisa didapat sekitar 50 ton.Kalau di pabrik,dilapak-lapak di sana, dihargai Rp. 840 perkilonya.Itu kita ambil harga yang sudah sangat murah sekali.Lahan 1 hektar kan kita bisa tanam 10.000 batang.Paling tidak nya dengan perawatan yang sederhana saja,setidak nya kita sudah bisa menghasilkan sekitar 40-50 ton atau lebih.Sedangkan yang cuma nanam,terus pergi,bisa juga menghasilkan sekitar 25-30 ton.”Kata Budi.
WP_20160814_13_51_49_Pro
Budi juga menambahkan penjelasannya,kalau tanaman ubi ini tidak begitu rentan dengan penyakit.
” Boleh di bilang kalau ubi tidak ada penyakit nya.Yang penting lahan bersih,dikasi pupuk,udah.Tak pernah sakit kalau ubi.Pupuk nya pun tidak cerewet.Urea boleh,kandang juga boleh.Pokok nya tidak ada pantangannya.Enaknya ubi,seperti itulah.Perawatan pun terkadang hanya pembersihan dengan alat manual kalau masih kecil.Kalau sudah besar,kita main semprot saja.Sudah.Tanah disini kalau saya lihat subur.Mudah-mudahan lah bang.”Tambah lelaki lajang ini sambil sesekali mengunyah roti atoi di sekitar camp tempat tinggal nya.(Im).

Read Previous

Instruksi Dari Mabicab Di HUT Pramuka-55

Read Next

Dapat Kantor Baru,Tidak Ada Alasan Pelayanan Disperindag Tidak Tuntas 1 hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *