Camat Katang Bidare dihadapkan dengan "malaria" dan "kambing"

Lingga125 Views
banner 468x60

Selingga.com (23/11) Tanjung Pinang.Diawal kepemimpinan Camat Katang Bidare Safaruddin,M.S.i,dihadapkan dengan permasalahan kesehatan di salah-satu wilayah yang dipimpinnya.Penyakit ini pun sempat menyerang penduduk di Desa Pulau Bukit.
“Memang persoalan yang mendasar di Desa Pulau Bukit,itu malaria bang.Kemarin satu kampung yang kena bang.Besok (Jum’at,23/11) saya mau turun,mau lihat keadaan disana.” Kata Safaruddin kepada Selingga.com ketika ditemui di Tanjung Pinang pada Kamis (22/11) tadi.
Dari data sementara yang berhasil dihimpun oleh pihak Kecamatan Katang Bidare ini,ada satu lokasi yang tergenang air dan diyakini sebagai sumber dari penyakit malaria tersebut.
“Kita akan lihat nanti,seberapa besar lokasi tersebut.Apakah nanti akan kita lakukan penimbunan disana.Polanya nanti,apakah memakai dana desa untuk menimbun itu,atau kita minta bantuanlah sama pihak Pemerintah.Kalau pun ditimbun,kan bisa juga dimanfaatkan untuk dijadikan lapangan bola.Karena ini betul-betul hal yang mendasar dan menyangkut hidup orang banyak.Anak-anak lah yang terutamanya.Kasian kan.” Kata Camat Katang Bidare ini menambahkan.
Selain malaria,keberadaan hewan ternak “kambing” pun menjadi sorotan Safaruddin.
“Saat ini baru Benan yang kita petakan.Besok (Jum’at,23/11) baru turun lagi kedesa-desa untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada.Kalau Benan,Alhamdulillah masyarakatnya kompak bang.Apa yang hari ini mau dilakukan oleh Pemerintah,masyarakatnya merespon.Persoalan di Benan ini,karena ini merupakan daerah parawisata,itu terkait keberadaan hewan ternak kambing.Tidak mungkin kotoran hewan ini berserak.” Jelas Camat Katang Bidare ini.
Safaruddin juga menambahkan kalau sebelumnya Kades yang ada,belum dapat untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
“Persoalan ini,dari Kadesnya belum dapat untuk mencari jalan keluarnya.Dulu pun sudah duduk lah bersama dengan masyarakatnya.Dari situ timbul lah 2 opsi.Dijual atau diternakan di pulau lainnya.Jumlah kambing yang ada saat ini sekitar 200 ekor.Kalau mau dijual,orang tahu itu kambing siapa,tetapi kalau ada kambing yang mati,tidak ada yang mau mengaku.Itu jadi masalah juga.Dan warga mau bertanam diperkarangan,jadi terganggu.Dan dari pengakuan Sekdes nya sendiri,’saya pak sejak jadi pegawai,malu tentang hal ini lah.Masalah kambing inilah yang belum bisa diatasi.’Nanti kita akan rapatkan dengan warga.”Papar Safaruddin kepada Selingga.com.(Im).

banner 325x300
Baca juga :   Proyek Monumen Bahasa Melayu Tahap II, Antarkan 3 Orang Jadi Tersangka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *