Desa Mentuda Memiliki Potensi Wisata Air Terjun

Lingga379 Views
banner 468x60

Pulau Lingga yang masih termasuk dalam wilayah provinsi Kepri memiliki banyak potensi wisata darat maupun laut. Beberapa diantarnya sudah dikenal oleh masyarakat luas seperti air terjun Resun, air terjun Jelutung, gunung Daik, gunung Sepincan, pantai dDungun, pantai Mempanak,pantai Pasir Panjang dan masih banyak lagi tempat-tempat indah yang layak dijadikan tempat wisata.

Air Trjun Cerok Langsi
Air Trjun Cerok Langsi

Namun ada juga tempat wisata yang masih belum tersentuh oleh wisatawan, salah satunya air terjun cerok langsi yang berada di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga. Air terjun yang eksotis ini sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan kurangnya publisitas dan jarak tempuh yang lumayan jauh dari ibukota kabupaten untuk menuju air terjun Cerok Langsi menggunakan speed atau transportasi laut lainnya dengan memakan waktu antara 1 sampai dengan 2 jam perjalanan laut menuju Desa Mentuda. Dari Desa Mentuda perjalanan dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam. Perjalanan dilakukan dengan hati-hati, mengingat sebagian besar menyusuri sungai yang jernih dengan bebatuan yang licin dan berlumut. Tak jarang juga perjalanan harus menyisiri hutan di tebing sungai. Namun perjalanan yang cukup sulit dan sedikit melelahkan itu terbayar dengan pemandangan alam nan asri, hutan dengan keanekaragaman hayati ditambah dengan beberapa air terjun kecil ikut menghiasi perjalanan tersebut. Apalagi di penghujung perjalanan dihadang bukit yang tinggi dan terjal tak kurang dari 70 meter, dimana air tercurah melimpah membentuk sebuah kolam yang besar dan dalam. Dipenghujung jalan itulah bukit terjal yang menyatu dengan air yang jatuh disebut Air Terjun Cerok Langsi. Air terjun yang indah dihiasi kolam-kolam yang jernih mampu membuat penat serta jerih payah selama perjalanan hilang.
“Air terjun ini sungguh-sungguh indah, selama ini kami hanya dengar dari mulut ke mulut saja. Kami sengaja datang kesini untuk menikmati keindahan alam Mentuda, sekaligus untuk merayakan Ulang tahun pertama Komunitas”, demikian disampaikan Pak Zul Divisi perlengkapan KePAL peduli Lingkungan Lingga.
Di tempat yang sama, Kusuma Wijaya, S.Hut. juga mengagumi keindahan hutan dan keanekaragaman hayati desa Mentuda. “Ada beberapa jenis pohon dan tanaman langka yang populasinya hanya sebagian kecil di Indonesia yang terdapat di hutan-hutan pulau Lingga. Dibutuhkan orang-yang peduli Lingkungan untuk tetap melestarikan kazanah hutan tersebut.” Ternyata Pulau Lingga yang kecil menyimpan banyak keindahan dan potensi wisata alam selain wisata budaya dan religi. Sekiranya potensi tersebut dikelola dengan baik dan benar tentunya dapat menarik banyak wisatawan baik lokal maupun non lokal.
“Kita bersyukur di beri alam Lingga yang indah, yaitu lautan membentang dihiasi pantai dan karang serta daratan yang menjulang dengan keanekaragaman hayati yang harus terus kita jaga demi penerus bangsa ini. Saya bersama Tim berupaya untuk membangkitkan semangat wisata lokal dengan mengekpos potensi-potensi wisata di Lingga, serta mengajak lapisan masyarakat untuk turut andil dalam menjaga dan melestarikan alamnya. ” demikian tutur Sucipto yang saat ini ditunjuk sebagai ketua Komunitas Pecinta Alam Lingga (KePAL) memimpin Tim ini melakukan observasi dan ekspedisi ke berbagai wilayah Lingga. (tim)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *