Keberadaan Sampan Jelo Akan Menjadi Salah Satu Objek Wisata di Lingga

Lingga180 Views
banner 468x60

Selingga.com (05/09) Daik. Pemkab Lingga telah menerima penyerahan barang arkeologi berupa sampan jelo dari Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara, Ketut Wiratyana kepada Bupati Lingga, Muhammad Nizar. Penyerahan barang arkeologi berupa sampan jelo tersebut dilakukan pada Jumat (03/09) tadi di Museum Linggam Cahaya, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga. Sebelumnya barang artefak yang berupa perahu bercadik khas nusantara ini ditemukan beberapa waktu lalu terbenam di Pulau Sebangka, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga. Saat ini sampan jelo dengan ukuran panjang 12,55 meter dan lebar lebih kurang 1 meter ini telah berada di Museum Linggam Cahaya, Daik, Kabupaten Lingga. Bupati Lingga mengatakan kalau pihaknya akan melakukan pemeliharaan dengan sebaik mungkin terkait dengan keberadaan sampan jelo tersebut.

“Tadi jam 08.00 pagi penyerahan barang arkeologi dari pihak penelitian Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara yang diserahkan oleh Kepala Balai Arkeologi, Ketut berupa sampan jelo yang ditemukan kepada Pemkab Lingga. Ini nantinya akan kita lakukan pemeliharaannya dengan sebaik mungkin,” kata Muhammad Nizar.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar

Selain itu, Bupati Lingga ini juga mengatakan kalau keberadaan sampan jelo tersebut akan diperkuat kembali dengan menggelar MoU dengan pihak penelitian Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara.

“Ini akan diperkuat lagi dengan melakukan memorium kerja sama karena sampan jelo ini merupakan salah satu temuan barang arkelogi dan ada nilai-nilai sejarah lainnya yang akan terus diteliti dan digali di Kabupaten Lingga,” jelas Muhammad Nizar.

Muhammad Nizar mengatakan kalau keberadaan sampan jelo tersebut juga sangat berguna dari sisi pendidikan.

Keberadaan Sampan Jelo Akan Menjadi Salah Satu Objek Wisata di Lingga

“Karena tadi sudah dilaksanakan serah terima kepada pemerintah daerah, maka Kabupaten Lingga tentunya akan memberikan laluan melakukan pembaharuan kepada Badan Arkeologi bersama timnya yang ada di Yogja, Sumatera Utara, dan juga Jambi yang tentunya akan melakukan penelitian terhadap sampan jelo ini terkait dengan usia sampan jelo ini sampai dengan siapa yang menggunakannya. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi pendidikan, ekonomi, termasuk pariwisata di Kabupaten Lingga,” papar Muhammad Nizar.

Baca juga :   Dabo Singkep Siap Nabung Saham

Bupati Lingga berharap dengan ditemukannya sampan jelo tersebut juga bisa menjadi objek wisata baru di Kabupaten Lingga.

“Tentunya harapan saya sebagai Bupati Kabupaten Lingga beserta Wakil Bupati Lingga dan juga Ketua DPRD Kabupaten Lingga yang tadi hadir bersama-sama, dengan adanya sampan jelo ini menjadi salah satu objek wisata dan tujuan wisata baru di Kabupaten Lingga. Namun harus dikemas dengan sebaik mungkin,” kata Muhammad Nizar.

Keberadaan Sampan Jelo Akan Menjadi Salah Satu Objek Wisata di Lingga

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Drs. Azmi mengatakan kalau untuk jangka pendek saat ini pihaknya berusaha agar sampan jelo yang telah berada di Museum Linggam Cahaya tersebut bisa terpelihara dengan baik dengan tidak terkena cahaya matahari atau air hujan secara langsung.

“Rencana ke depannya tentang pemeliharaan artefak sampan jelo ini kita akan terus berupaya mengamankannya supaya ini tetap menjadi lestari, berkembang, dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Lingga ini, baik itu untuk penelitian maupun juga terkait dengan objek wisata yang ada di Kabupaten Lingga ini. Langkah perawatan untuk sampan jelo yang sudah sampai di museum ini, kita akan segera mengamankannya paling tidak dalam jangka pendek ini jangan sampai sampan jelo ini tersengat langsung dengan cahaya matahari ataupun hujan,” kata Azmi.

Azmi juga mengatakan kalau pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Sumatera Utara terkait dengan langkah apa saja yang harus diterapkan dalam perawatan nantinya.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Drs. Azmi

“Kita akan minta dan juga berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Sumatera Utara terkait dengan apa-apa saja yang harus kami laksanakan di sini sambil menunggu pembangunan tempat definitif di sini. Jadi, kita akan tetap mengamankan jangan sampai sampan jelo ini berhujan berpanas dan belum sampai waktunya sudah roboh. Itu langkah-langkah yang harus kita ambil,” kata Azmi. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *