Media Siber di Kepri Diminta Berinovasi Hadapi Gejolak Global

Kepri, Lingga338 Views
banner 468x60

Selingga.com (18/01) Batam. Di tengah tekanan global akibat dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi, dan situasi politik nasional yang terus bergerak, industri media siber dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu membaca serta memanfaatkan peluang. Pandangan itu disampaikan Datuk Paulus Amat Tantoso, Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Umum Aviliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) SMSI Kepri 2026 di Hotel Golden View, Sabtu (17/1/2026).

Amat menilai perubahan global justru membuka ruang baru bagi perusahaan media yang cepat beradaptasi dan berpikir strategis. “Situasi geopolitik, ekonomi, dan politik nasional hari ini memang penuh tantangan. Tapi bagi perusahaan pers yang jeli, ini sekaligus peluang. Media harus mampu membaca arah, memahami kebutuhan pasar, dan menempatkan diri secara tepat,” ujarnya.

Sebagai pelaku usaha, Amat menekankan media siber tak bisa lagi mengandalkan pola lama. Ia menyoroti pentingnya inovasi model bisnis, kolaborasi lintas sektor, dan efisiensi manajemen agar media tetap relevan dan berdaya saing. “Dalam dunia usaha, mereka yang bertahan adalah yang adaptif. Media juga demikian. Profesionalisme, kredibilitas, dan kemampuan membaca peluang ekonomi akan menentukan masa depan perusahaan pers,” tegasnya.

Amat juga menyatakan dukungan terhadap pers yang sehat dan independen. Menurutnya, media berperan strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penopang stabilitas sosial dan iklim usaha. “Pers yang kuat dan bertanggung jawab akan menciptakan kepastian informasi. Itu penting bagi dunia usaha, investasi, dan kepercayaan publik,” kata Amat.

Rakor SMSI Kepri 2026 yang mengusung tema “Media Sehat, Bisnis Kuat” menjadi forum konsolidasi pemilik media siber dalam merespons tantangan zaman. Berbagai isu strategis dibahas, mulai transformasi manajemen, peningkatan kualitas konten, hingga keberlanjutan bisnis media.

Baca juga :   Propam Polres Lingga Gelar Operasi Gaktiblin

Ketua SMSI Kepri Rinaldi Samjaya menegaskan media saat ini berada pada fase transisi besar yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola. “Media adalah institusi bisnis berbasis kepercayaan. Tanpa integritas dan profesionalisme, sulit bagi perusahaan pers untuk bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat,” ujarnya.

Rakor juga dihadiri penasihat SMSI Kepri lainnya, termasuk Bupati Kepulauan Anambas Aneng; Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Batam Rival Pribadi; praktisi hukum Toto Sumito; Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri Parna Simarmata; dan Ketua PWI Batam M. Khavi Anshary.

Acara ditutup dengan komitmen bersama membangun ekosistem pers yang sehat, adaptif terhadap perubahan global, dan mampu tumbuh sebagai entitas bisnis profesional serta berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau.(red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *