Terkait lokasi latihan AL,Bupati Lingga,"Tidak ada kawasan untuk latihan"

Selingga.com (11/10) Dabo.Menanggapi keluhan masyarakat terhadap keberadaan lokasi latihan Lanal Dabo di Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep,Bupati Lingga Alias Wello pada pertemuan dengan pihak OPD dan Kades di Gedung Nasional pada Senin (08/10) lalu mengatakan kalau bahwa tidak ada kawasan untuk latihan di Pulau Singkep.
“Tidak ada kawasan untuk latihan itu di Pulau Singkep Kabupaten Lingga.Itu menjadi pegangan kami.Kemudian sempat kejadian-kejadian yang dirisaukan oleh masyarakat atau menjadi keluhan dari pada masyarakat,mengenai kepemilikan mereka atas lahan tersebut,itu tersandera oleh klaim bahwa itu wilayah lanal.”Kata Bupati Lingga pada saat itu.
Alias Wello juga menambahkan kalau awal dirinya menjabat sebagai Bupati Lingga,sudah mengirim surat dan menyatakan kalau untuk lokasi latihan tidak berada di Singkep.
“Jadi awal saya menjabat,saya sudah mengirim surat,bahwa saya menyatakan,kita mendukung program latihan AL dengan semangat ‘ini untuk kepentingan Nasional’.Tetapi saya juga sudah menyatakan,”tidak di Pulau Singkep”.Saya mengalokasikan itu di Pulau Pekajang Besar yang kosong pulau nya.Dan itu,kita mempunyai kepentingan.Karena kita punya aset kekayaan yang luar biasa disitu.Kekayaan lautnya berupa ikan hasil tangkapan nelayan.Dan juga hasil tambang dilautnya,yaitu timah.Itu merupakan cadangan timah yang terbesar di Lingga.Dan juga itu merupakan pelayaran yang berhubungan dengan wilayah perbatasan,”Papar Alias Wello.
Selain alasan diatas,Bupati Lingga juga menegaskan adanya aturan yang terkait dengan Tata Ruang yang ada.Dan lokasi tersebut tidak masuk didalam nya.
“Minimal secara Nasional untuk Tata Ruang itu,harus betul-betul strategis.Artinya yang lalu tidak boleh bertentangan dengan Tata Ruang Provinsi dan tidak boleh bertentangan dengan Tata Ruang Nasional.Yang penting dalam aturannya,bahwa tidak ada dalam Tata Ruang Nasional itu,Kabupaten Lingga masuk dalam daerah latihan.” Kata Alias Wello dihadapan yang ada saat itu.
Untuk itu juga,Bupati Lingga ini telah berbicara langsung dengan pihak AL.
“Kemarin saya juga telah berbicara langsung dengan Komandan AL,dan saya sampaikan,Pak,ini tidak bisa disampaikan persoalan ini begitu saja.Dan kita mungkin akan berbicara dengan Provinsi juga.Karena ada kepentingan Provinsi,dalam arti kata Tata Ruang Provinsi dengan Tata Ruang Kabupaten dan kaitannya dengan Tata Ruang Nasional.Ini lah yang harus kita dudukan bersama-sama.”Papar Bupati Lingga ini.
Terakhirnya,Bupati Lingga Alias Wello menambahkan kalau adanya lokasi tersebut menjadi tempat latihan pihak AL,berpunca dari izin dari surat Gubernur Provinsi Riau terdahulu,ketika Provinsi Kepri masih berada dalam wilayah administrasi Provinsi Riau.
‘Bukan saya keras terhadap masalah ini.Tetapi jauh sebelum saya,sudah ada surat yang dibuatkan oleh Bupati Terdahulu.Kemudian juga dari surat asal-usul nya itu,menjadi tempat latihan,berpunca dari izin dari surat Gubernur Provinsi Riau masa itu yang memberikan izin lokasi untuk latihan.Habis itu,tidak ada tindak lanjutnya.Kemudian tanah-tanah yang ada disekitar situ,sebagian besar adalah milik orang perorang atau milik perusahaan.Bahkan ada yang sudah bersertifikat,seperti resort yang dikelola oleh Aseng Yamaha.Kemudian ada pengembang perumahan.Jadi dalam Tata Ruang Kabupaten,sebagian menjadi daerah industri,sebagian menjadi daerah wisata dan kemudian pertanian.”Terang Bupati Lingga Alias Wello kepada yang hadir.(Im).

Read Previous

Syamsu Rizal akan tinggalkan "kursi" Kadis Kesehatan Lingga

Read Next

Anggota Komisi II DPR-RI Dra.Siti Sarwindah M,Si,masyarakat berobat bayar dengan sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *