Kasihan…. Disdukcapil Jadi Sasaran Tembak Staf Khusus

Selingga.com (19/09) Dabo. Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Lingga seperti nya harus mengikhlas kan diri jadi sasaran tembak staf khusus bidang hukum dan pemerintahan Kabupaten Lingga dalam langkah penerapan program 2 x 100 hari kerja pasangan Awe-Nzar ini. Karena kantor yang berurusan dengan KTP,KK dan Akte tersebut merupakan salah satu akses pada pelayanan langsung.
Wajar kalau Rudi Purwonugroho selaku staf khusus bidang hukum dan pemerintahan harus membesarkan suara nya pada Dinas yang di nakhodai oleh Ayuzar ini. Karena Bupati Lingga memang memerintahkan untuk sebuah pembenahan yang terkait dengan akses pelayanan. Ini di sampaikan Rudi Purwonugroho kepada pihak media di Dabo,pada Rabu (18/05) tadi.
” Waktu kita semalam rapat dengan Bapak Bupati,itu diperintahkan untuk segera melakukan pembenahan yang berkaitan dengan akses pelayanan. Antara nya adalah pembayaran gaji,sertifikasi,kemudian uang pembayaran AJB,kemudian KTP dan satu nya lagi surat tanah. Jadi ada 5 untuk dilakukan pelayanan maksimal disamping rumah sakit yang kemarinnya sudah. Karena dengan nanti nya 100 hari (kedua) Pemerintahan Awe-Nizar,kita kan akan menggelar acara nya pada 1 Juni 2016 di depan kantor Bupati Lingga. Disanalah akan dipaparkan bahwa inilah yang telah dibuat pada 100 hari Awe-Nizar. Dan yang sangat mengkhawatirkan yang dari situ,ya akses pelayanan tadi. Dengan data itu kita benahi. Sasaran tembak kita tadi Disdukcapil. Yang menjadi persoalan kalau alat (untuk cetak E-KTP) itu normal seperti yang kita lihat tadi,pelayanan paling cepat itu diatas 2 minggu. Makanya tadi itu kami runut. Pura-pura bawa dokumen,masukkan ke ruang loket. Habis dari ruang loket ke mana,ke perekaman kan. Dari perekaman kemana,sampai dengan masuk ke ruang percetakkan. Itu proses nya. Karena system online,datanya kan dikirim. Dan kalau dari adminduk Pusat sudah bilang oke,dikirim balik dan di cetak. Itu makan waktu kalau normal satu hari. Dan dengan 1 card reader,bisa dicetak 100 KTP. Jadi 3 card reader lagi yang rusak,mesti kita perbaiki. Karena tidak ada lagi masalah untuk biaya perbaikkannya untuk di instal balik. Kapasitas 1 card reader itu kan hanya bisa cetak 100 KTP. Card reader yang ada semunya kan 4 buah,dan rusak 3. Kalau ke empatnya bisa cetak,kan 1 hari kita bisa cetak 400 KTP. Ditambah lagi sekarang ini,setelah di tangani provaider dari Telkomsel,sudah beberapa kali ngadat. Dulu kita pakai Indosat,masih bagus.”Papar Rudy.
Rudy pun mengiyakan kalau masih lambatnya pelayanan langsung di Disdukcapil bisa menjadi batu sandungan buat pasangan Lingga Terbilang ini.
” Ya,paling tidak kan masyarakat tidak puas. Maka nya kita evaluasi. Apalagi sesuai dengan hasil rapat semalam,dan Staf Khusus diminta untuk menindak lanjuti ini. Kemudian,karena pelayanan nya macam begini,kita minta tadi kepada Disdukcapil untuk segera membuat surat kepada Bupati Lingga sebelum pelaksanaan MTQ tentang persoalan-persoalan pelayanan di Disdukcapil itu yang tidak maksimal,khususnya untuk percetakan KTP.”Kata Rudy.(Im).

Read Previous

Rudi Bantu Sekda Lingga,Kejar Reklamasi

Read Next

Penjahat Kelamin Marak Di Dabo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *