Lingga Minta Alokasi Cetak Sawah Baru ke Menteri BUMN

Lingga82 Views
banner 468x60

Selingga.com (07/05) Dabo. Kementerian Pertanian melaporkan sebanyak empat provinsi, termasuk Kepulauan Riau (Kepri), mengalami defisit beras di tengah pembatasan sosial penyebaran bencana non alam Covid-19 yang melanda hampir seluruh daerah produsen pangan di Indonesia.

“Ini pelajaran berharga buat kita di Kepri, khususnya di Kabupaten Lingga, betapa pentingnya sektor pertanian tanaman pangan di tengah pandemi,” tegas Bupati Lingga, Alias Wello kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Bupati yang biasa di sapa Awe ini menjelaskan, sejak zaman Kesultanan Riau – Lingga – Johor – Pahang berkuasa pada abad ke-18 hingga memasuki era reformasi, masyarakat Kepri sudah keenakan mendapatkan pasokan beras impor dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

“Makanya, empat tahun yang lalu, ketika saya diberi amanah jadi Bupati, saya langsung tetapkan pencetakan sawah baru sebagai program 100 hari kerja, saya sudah mempelajari ketergantungan beras seperti ini bisa berbahaya,” terangnya.

Ternyata apa yang dikhawatirkan, lanjut Awe, empat tahun yang lalu terbukti saat ini, namun, dia tak lagi merasa khawatir karena Kabupaten Lingga sudah memproduksi beras sendiri, yang sedikitnya ada lima desa di Kabupaten Lingga yang sudah memiliki sawah ratusan hektar dan memproduksi beras secara rutin, lima desa itu yakni, Desa Sungai Besar, Panggak Darat, Bukit Langkap, Kerandin dan Lanjut.

“Coba bayangkan, di tengah pandemi Covid 19, kita dihadapkan pada masalah defisit beras dan bergantung dari pasokan daerah lain, untuk itu, sejak awal saya selalu mengajak pak Gubernur, ayo support program pertanian kami,” paparnya.

Ketika dimintai tanggapannya tentang instruksi Presiden Jokowi, agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) keroyokan mencetak sawah baru, sebagai antisipasi defisit pangan nasional, AWe menyarankan program tersebut memprioritaskan pada daerah yang mengalami defisit beras.

Baca juga :   Nurdin Basirun, "Saya dilubang Ketam pun dicari"

“Sebagai salah satu provinsi yang mengalami defisit beras, Kepri perlu diprioritaskan, khusus untuk Kabupaten Lingga, kita masih punya lahan ribuan hektar untuk dilakukan pencetakan sawah baru,” ungkapnya.

AWe mengaku, untuk mendapatkan alokasi program cetak sawah baru di Lingga, sudah menyiapkan lahannya dan berjanji segera melakukan komunikasi dengan Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai penanggungjawab program dan pembiayaannya.

“Kami sudah punya lahannya, hanya tinggal dikomunikasikan dengan Menteri BUMN, apalagi, Lingga sudah membuktikan komitmennya menjadi produsen beras terbesar di Kepri saat ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melaporkan tujuh provinsi yang mengalami defisit beras di tengah pandemi Covid 19. Ketujuhnya, yakni, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Riau, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Maluku dan Papua.

“Setelah diintervensi, maka yang tersisa Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Maluku Utara,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat dengar pendapat virtual bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (4/5/2020). (Rilis)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *