Nasib "Oemar Bakri" Di Ujung Tanduk

Selingga.com (10/07) Dabo.Profesi guru saat ini bagaikan telur diujung tanduk.Salah-salah mendidik,seperti yang diberitakan dalam media sosial akhir-akhir ini,bisa berakhir didalam jeruji besi.Fungsi “Oemar Bakri” ini pun ditakutkan bergeser dari yang pada umumnya mengajar dan mendidik,sekarang tinggal hanya mengajar saja.
Hal ini pun dikwatirkan salah seorang mantan guru dan pendidik, Mazani D Wardi ketika ditemui di Dabo Singkep pada Sabtu (09/07) tadi.
” Dengan ada nya aturan yang ada sekarang ini,ditakut kan satu pihak manja dengan.Sehingga sebagai orang tua,seolah-olah seperti punya suatu “kekebalan” untuk membela anak nya melalui jalur hukum.Dan terkesan guru yang memberi hukuman tidak tahu aturan.Sehingga yang kita takut kan sekarang ini,akhir nya guru “masa bodoh”.Mereka akan masa bodoh.Takutnya mereka mereka sekarang ini,ada murid,bunyi lonceng,masuk ke kelas,ada atau tidak ada anak,tidak masalah.Bisa atau tidak,tak masalah.Umpamakan ada PR disuruh kerjakan,kemudian besok pagi dikumpulkan.Takut nya untuk yang tidak membuat,tidak masalah.Karena itu mungkin bisa terjadi,karena guru takut nanti kena masalah.Jadi masa bodoh.Dengan timbul nya sikap “masa bodoh” ini,akhirnya guru itu mengajar apa yang ada saja.Tidak ada mendidik lagi.Dan kalau tidak dipahami,ini akan menjadi bumerang bagi guru.Tidak ada istilah nya untuk mendidik dan sebagai nya.”Kata Mazani D Wardi.
Mantan guru sekaligus Kepala Sekolah ini,sebelum nya terkenal karena “killer” nya dalam mengajar dan mendidik murid-murid nya.Sehingga Mazani pun dulu nya ada memakai istilah “mengajar dan menghajar” dalam penerapan kepada murid didik nya.Namun dari didikan keras Mazani,banyak melahirkan mantan-mantan murid yang memegang posisi yang cukup penting saat ini.
” Kalau dulu,mungkin saya termasuk guru yang garang.Tetapi tidak pernah gara-gara ngasi hukuman,harus sampai ke ranah hukum.Anak-anak murid saya sekarang ini,selain ada yang jadi Bupati,ada juga yang jadi Danrem,Dandim.Kalau jadi Camat banyak.Ada juga yang jadi Sekda,Dokter.”Tambah Mazani.

Tengku Dedy
Tengku Dedy

Tengku Dedy,salah seorang masyarakat Dabo pun ikut menyoroti tentang undang-undang yang memberikan perlindungan terhadap anak ini.
” Ini terpulang juga kepada pihak KPAID untuk menjelaskan batasan-batasan mana saja yang boleh dilakukan oleh seorang guru dan mana yang tidak.Dan juga tidak menelan mentah-mentah setiap ada pelaporan.Penyidik pun harus bisa melihat apakah itu murni betul-betul kesalahan dari pihak guru.Tetapi selaku UU Perlindungan Anak itu di berlakukan secara murni,dengan artian yang tidak melihat kecendrungan guru yang menghukum dikarenakan apa,atau sebalik nya dengan langsung memvonis guru yang salah.Guru pun tidak hanya mengajar sesuai kurikulum yang ada,tetapi mereka juga mengajar budi pekerti juga.Jadi pada saat guru tidak boleh marah,tidak boleh lagi menghukum,arti nya anak itu kan merasa bebas.Merasa akan ada yang membela nya.Guru juga seorang manusia biasa,yang bisa juga salah.Entah karena persoalan dirumah yang terbawa kesekolah.Atau dari sisi lain nya,kenapa anak didik itu nakal.”Kata Tengku Dedy.
Pria manis berkaca mata minus ini pun menambahkan, kalau dulu nya orang tua bahkan menambah hukuman kepada anak nya,ketika anak nya melapor ke rumah.
” Dulu kita dihukum guru dengan dipukul pakai rol pengaris,kayu.Tetapi banyak yang jadi.Dan kalau dipukul disekolah,kalau mengadu ke orang tua di rumah,malahan orang tua menambah memukul anak nya.Arti nya 60% dididik oleh orang tua,40% nya dididik guru.Mungkin saya rasa Alias Wello jadi Bupati sekarang ini,waktu sekolah nya dulu sering juga dapat hukuman dari guru.Bukti nya didikan keras dulu,berhasil menjadikan Alias Wello sebagai pemimpin Kepala Daerah sekarang ini,selain sebelumnya sebagai pengusaha.Dan berhasil menjalankan system politik yang bagus.Itu kan dasar semuanya dari guru.Tidak mungkin seorang itu menjadi secara instan.”Papar Tengku Dedy kepada Selingga.com.(Im).

Read Previous

Awe Terusik,SMPN 1 Seperti "Hutan"

Read Next

Fakta Menarik Usai Portugal Juara Piala Eropa 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *