Ratusan Kilo Pupuk Kompos Dihasilkan dari Bank Sampah Lingga

Direktur Bank Sampah Induk, Nopiansyah

Selingga.com (09/01) Dabo. Sejak berdiri 2016 lalu, antusias masyarakat terhadap keberadaan bank sampah cukup tinggi walaupun masih harus dilakukan sosialisasi lagi. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bank Sampah Induk, Nopiansyah ketika ditemui di Bank Sampah Lingga yang berada di Dabo, pada Kamis (09/01) tadi.
“Bank sampah ini berdiri dari tahun 2016, tepatnya pada tanggal 24 Oktober. Sekarang kita sudah memiliki 2 unit bank sampah, 1 unit di Kelurahan Dabo dan 1 unitnya lagi di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat. Jadi, selama berjalannya bank sampah ini, kita merasakan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Cuma kita perlu sosialisasi yang lebih giat lagi di masyarakat karena masyarakat ini sifatnya ingin didorong, ingin dimotivasi terus,” kata Nopiansyah.
Aktivitas di Bank Sampah Lingga ini meliputi pemilahan sampah hingga pada pengelolaan sampah untuk dijadikan kompos.

“Kegiatan sehari-hari kita adalah memilah sampah di sini. Untuk sampah organiknya, kita kelola menjadi produk, yakni pupuk kompos untuk segala jenis tanaman. Alhamdulillah untuk setiap bulannya, pupuk kompos yang kita produksi sekitar 300 kg,” terang Nopiansyah.
Direktur Bank Sampah Lingga ini juga menjelaskan kalau mereka menggunakan sistem tabung bagi masyarakat yang mengantarkan sampahnya.
“Kalau untuk sistemnya, kita gunakan sistem seperti di bank, yakni sistem tabung. Makanya setiap masyarakat yang menyetorkan sampahnya di sini, kita akan timbang sesuai jenisnya, kemudian kita kalikan dengan harga yang berlaku saat ini. Kemudian dari catatan penimbangan itu, hasil dari penimbangan itu, ada nominal jumlah uangnya di situ. Dari jumlah nominal uang itu, kita masukan ke dalam buku tabungan masyarakat. Jadi, masyarakat membawa sampah ke sini, pulangnya membawa buku tabungan yang sudah terisi hasil dari timbangan itu,” jelas Nopiansyah.

Untuk jenis-jenis sampah plastik dari masyarakat, Bank Sampah Lingga ini menghargainya Rp1.000 untuk setiap kilonya.
“Berdasarkan jenisnya, kalau plastik-plastik kita ambil per kilonya Rp1.000, kardus Rp500, besi harganya sekitar Rp2.000-Rp2.500. Semua sampah yang punya nilai ekonomis yang kita ambil di sini. Kemudian kita pilah lagi berdasarkan jenisnya. Plastik-plastik kita bersihkan dan kita jual kembali karena di sini kita belum ada alat untuk pencacahan,” papar Nopiansyah.
Sementara itu, di Gudang Penyimpanan dan Pengelolaan Sampah Perkotaan yang terletak di Jalan Pemandian Nomor 04, RT 01/ RW 05 dijadikan tempat penampungan sampahnya.

“Kalau di sini, tempat penampungan sampahnya. Di sini saya bertugas merapikan, mengemas, memisahkan botol-botolnya, kardusnya, baru kemudian mengemas ulang,” kata Yanto yang bertugas di gudang penyimpanan tersebut. (Im).

Read Previous

PWI Lingga Berikan Award Kepada Kapolres, Polres Lingga dan Brigadir Teuku Angga Kurniawan

Read Next

Febrizal Akan Terapkan Disiplin Kerja, Recky Harap Febrizal Bisa Lanjutkan Program Yang Ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *