Diberi Tanjak, 5 Penyair Batam Balas Beri Buku di Acara Suara Pesisir Selatan

Selingga (27/10) Dabo. Mengambil tema “Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Turut Bakti untuk Negeri Melalui Seni”, Komunitas Suara Pesisir Selatan dengan menggandeng Dewan Kesenian Kabupaten Lingga, Sanggar Seni Gema Cinta (S2GC), dan KNPI Lingga, gelar pembacaan puisi di Taman Pemuda, Dabo Kabupaten Lingga pada Sabtu (26/10) tadi. Tidak hanya menggelar pembacaan puisi dan beberapa tampilan penyanyi, kegiatan malam itu juga menghadirkan 5 penyair dari Batam yang terdiri dari RD Paschal, Tarmizi Rumahitam (Presiden RBB), Jefi Candra, Sudirman El Batamy, dan Saverius Moa yang tergabung di dalam Komunitas Rumahitam Batam Berpuisi, Batam.
Saufi Anwar, selaku ketua kegiatan mengatakan kalau acara tersebut dilakukan karena melihat antusias dari kalangan pemuda yang mulai bangkit untuk berpuisi.

“Awalnya kegiatan ini dilaksanakan karena melihat antusias dari pemuda yang mulai aktif dan bangkit untuk berpuisi, makanya kita himpun kawan-kawan, bagaimana semangat itu seperti mengangkat batang terendam, supaya muncul di permukaan. Selama ini seni kita seperti agak tenggelam. Itulah motivasi kami,” kata Saufi.
Terkait dengan kehadiran lima penyair dari Batam, Saufi mengatakan kalau mereka akan tetap membangun komunikasi untuk ke depannya, termasuk dengan pihak Dewan Kesenian Lingga dan Sanggar Seni Gema Cinta.

“Insyaa Allah, kita akan terus kerkomunikasi melalui Romo Paschal, melalui Bang Tarmizi selaku Presiden RBB sendiri, melalui Sanggar Seni Gema Cinta, dan Dewan Kesenian Kabupaten Lingga agar ini tetap eksis dan terus jalan,” jelas Saufi.
Tarmizi, selaku Presiden di Rumahitan Batam Berpuisi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang ada.

Rony Kurniawan

“Pertamanya saya berterima kasih, karena mimpi saya dapat baca puisi di Dabo, malam ini terwujud. Sebelum saya baca puisi tadi, saya bilang, “ini permata dari ujung Selatan”. Banyak permata (potensi pembaca-red) di sini yang bernilai luar biasa, termasuk tadi adik-adik sekolah yang memiliki potensi, dan saya yakin Bang Hamzah (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Lingga) dan kawan-kawan lainnya di sini yang telah juga banyak malang-melintang kemana-mana, ini harus dilaksanakan. Kalau tidak, ini akan tenggelam lagi. Jadi, harus ada usaha,” kata Tarmizi.
Tarmizi juga menambahkan kalau pihaknya berkeinginan untuk menggelar workshop untuk kalangan pelajar yang ada.
“Puisi itu bukan jalan ramai, tetapi jalan sunyi, dan kitalah yang meramaikan. Insyaa Allah, dia (puisi-red) akan ramai. Saya sangat menyambut baik dan ingin lagi hadir di sini untuk berdialog dengan siswa-siswa, melakukan semacam workshop atau seperti penyair berbicara, siswa bertanya. Saya berkomitmen seperti itu. Saya pergi kemana-mana, dalam dan luar negeri, itu seperti juga silaturahmi. Yang lebih penting sebenarnya yang seperti sekarang ini, sehingga lahir, tumbuh. Jadi, tidak ada artinya kita, tanpa bertelor (melahirkan penyair baru, karya baru -red), seperti kata Bang Tardji (Sutardji Calzoum Bachri),” tambah Tarmizi.
Sementara itu Komite Sastra Lingga, Norman, berharap ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi.

“Alhamdulillah pada malam hari ini, betul-betul luar biasa. Ini kebanggaan yang besar dengan kedatangan kawan-kawan kita dan acaranya sukses. Saya dari Komite Sastra, sangat menyambut baik. Insyaa Allah ke depannya akan kita tingkatkan lagi, khususnya pelajar,” kata Norman.
Sedangkan Ketua Sanggar Seni Gema Cinta yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Lingga, Hamzah, berkeinginan para penggiat seni berpuisi yang ada di Lingga untuk terus berkarya.
“Kalau saya pribadi, saya tidak akan berbuat lagi, tetapi saya ingin mereka berbuat. Di mana nantinya ada kekurangan, saya masuk. Kalau dari Dewan Kesenian Kabupaten Lingga sendiri, siap untuk membantu,” kata Hamzah.
Jalannya kegiatan malam itu, panitia memberikan tanjak kepada lima penyair dari Batam tersebut. Kelima penyair juga memberikan buku puisi “Sungsang, Penyair 1/2 Jadi” milik Amsakar Achmad kepada pelajar yang tampil pada malam itu.
Sedangkan pembacaan puisi malam itu, selain 5 penyair dari Batam, ada belasan pembaca puisi dari Dabo yang terdiri dari Kisan Jaya, Said Syahfela, Annisyatun Yatimah, Iwan, Rony Kurniawan, Vina Nerysca, Taufik, Irham Panglima, Andi Acok, Fitrie Harakie, Syaradiba, Ayoe SW, Norman, Mardian, Alang Dilaut, Melyanti, Deki dan Mastur Taher, Rizal Sanji. Selain itu, kolaborasi puisi dibawakan oleh pelajar SMAN 2 Singkep bersama Saufi dan Padlam, serta paduan suara. Selain puisi, acara juga dimeriahkan dengan lagu yang dibawakan oleh Hendra, Fenny, Nathania, Ider, Yus serta Tahrim. (Im).

Read Previous

Gelar Lingga Offroad Gathering Part 4, Juramadi Esram Harap Bisa Dongkrak Wisata Lingga

Read Next

SMPN 2 Singkep Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *