Kades Berindat, Idris, Diminta Turun

Selingga.com (12/09) Singkep. Setelah pada Rabu (11/09) lalu, beberapa warga Desa Berindat, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga mendatangi Kantor BPD Desa Berindat, mempertanyakan salah satu pekerjaan pembangunan di desa itu yang belum selesai dikerjakan, kini pada Kamis (12/09) tadi, warga kembali berkumpul di lokasi bangunan yang sedang dipermasalahkan warga tersebut. Kali ini, terlihat sosok Wabup Lingga, M. Nizar, hadir di tengah-tengah kerumunan warga saat itu.
Wakil Bupati Lingga ini langsung mendengarkan beberapa penyampaian oleh perwakilan warga, terkait dengan permasalahan yang ada. M. Nizar juga menyempatkan diri untuk melihat langsung bangunan yang dipermasalahakan warga. Iring-iringan warga pun terlihat, saat ikut bersama-sama menuju kelokasi bangunan yang dimaksud.
Yudi, salah seorang warga Desa Berindat mengatakan kalau mereka menuntut Kades Berindat, Idris, untuk dicopot dari jabatannya.

Yudi, warga Desa Berindat

“Masyarakat Desa Berindat sangat kecewa hari ini dengan pemerintahan Kades Berindat, bapak Idris. Masyarakat juga menuntut, Kades Berindat diturunkan, diberhentikan karena beberapa pekerjaan di Desa Berindat terbengkalai dan dana desa juga saya rasa masih kosong. Pekerjaan sekarang dibiayai oleh pihak ketiga. Saya berharap pemerintah Kabupaten Lingga menindak tegas, seperti yang diharapkan masyarakat Berindat,” kata Yudi.
Terkait hal itu, Wabup Lingga, M. Nizar meminta Kades Berindat, Idris, agar bisa transparansi dan tidak menutup-nutupi apa yang menjadi permasalahan saat ini.

“Kepada kepala desa, harus membuka diri karena inspektorat pada Minggu pertama, sudah datang ke Desa Berindat ini, sudah ketemu dengan kepala desanya. Tapi (Kepala Desa Berindat-red) masih menutup. Maksud saya, kalau tim sudah turun, tolong dibantu dengan berbicara apa adanya saja (jujur-red). Jadi, senang persoalannya di mana dan nanti tidak melebar ke mana-mana,” kata M. Nizar.
M. Nizar juga menambahkan, kalau nantinya ditemukan penyalahan wewenang oleh Kades Idris, dirinya meminta Bupati Lingga untuk mengambil tindakan.
“Pokoknya, berkaitan dengan Desa Berindat ini yang kita sibuk-sibuk sekarang ini, yang kita dengar adalah terkait pembangunan yang belum selesai, dituntaskan pada September 2019 akhir. Proses untuk audit tetap berjalan. Kalau nanti dari proses audit itu memang penyalahan wewenang, artinya ada yang kita curigai dan hasil auditnya memang betul, nanti bupati akan mengambil tindakan,” tambah Nizar.

Sementara itu, Idris selaku Kades Berindat beralasan kalau pembangunan yang belum selesai itu dikarenakan terkendala dengan bahan baku kayu.
“Kalau PAUD, sudah saya sampaikan kemarin bahwa pelaksanaan kita pada pertengahan Juni. Terus, seiring waktu berjalan, satu kendala yang kita hadapi adalah kayu. Untuk kayu, dua hari lalu, sudah sampai dan hari ini tukang sudah bisa bekerja. Kemudian terkait dengan lapangan voli, itu kan cuma pagar. Kita sudah pesan barangnya, cuma kemarin Ro-Ro Batam kondisinya sampai hari ini belum dapat dipastikan, sudah jalan atau belum. Kita pesan barang di sini, juga di sana (Batam-red),” kata Idris.
Disinggung pihak media tentang keluhan warga terkait keadaan dana desa yang dikabarkan hanya tersisa Rp.0, Idris mengelak untuk menjelaskan lebih rinci.
Wakil Bupati Lingga,M.Nizar

“O, itu saya tidak bisa bercerita pak karena ini terkait keuangan. Kita tidak bisa cerita, ini ada atau tidak ada. Nantikan pihak inspektorat dan yang lainnya bisa mengaudit. Artinya, hari ini yang menjadi persoalan kita adalah bagaimana menyelesaikan pekerjaan, untuk mempertanggungjawabkan dulu,” jawab Idris.
Sejauh ini, informasi yang dihimpun dari beberapa warga mengatakan kalau mereka mempertanyakan pembangunan PAUD yang belum juga selesai. Selain itu, terkait juga dengan pembangunan pagar lapangan voli yang ada di Desa Berindat tersebut. (Im).

Read Previous

Menuju Festival Teater Islam Dunia Bersama Yayasan Abdurrab

Read Next

Wabup Lingga," Sekarang Kita Sedang Merangkak, Untuk Membangun Desa"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *