Menuju Festival Teater Islam Dunia Bersama Yayasan Abdurrab

0
Aris Abeba (Imam Besar Panggung Toktan, Pekanbaru)

Selingga.com (11/09) Pekanbaru. Perjalanan panjang Pusat Teater Islam Dunia (PTID) untuk mengekalkan jati dirinya, semakin mengerucut dengan digelarnya Pra Festival Teater Islam Dunia (FTID) pada 23 – 25 Agustus 2019 tadi. Sebelumnya pada Sabtu (09/06/2018) tahun lalu, tepatnya di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui 20 orang seniman, pemikir dan budayawan dari dua negara, Indonesia dan Malaysia,telah menetaskan pemikiran awal untuk mewujudkan Pusat Teater Islam Dunia (PTID).

Adalah nama-nama seperti Aris Abeba (Imam Besar Panggung Toktan, Pekanbaru), Yassin Salleh (President Ziarah Karyawan/ZK Film Director & Actor), Dinsman (President Seniman Paksi Rakyat Malaysia), Dheni Kurnia (DKP PWI Riau/Buya Panggung Toktan), Syarifuddin Arifin (Presiden ZK Indonesia), Muhammad Ibrahim Ilyas (Penggiat Seni Teater/Penulis), AC Jeffrey (Budayawan) dan belasan nama lainnya, yang mencoba melebur untuk satu konsep yang bernama Pusat Teater Islam Dunia (PTID).

Pra Festival Teater Islam Dunia seakan menjadi landasan menuju lepas landas ke Pusat Teater Islam Dunia (PTID) itu. Sedangkan Panggung Toktan Pekanbaru tampil menjadi ‘panggung terbuka’ bagi Festival Teater Islam Dunia, yang akan diikuti oleh beberapa negara di dunia itu. Beberapa persiapan telahpun digesa untuk memberi laluan kepada acara akbar tersebut. Riau pun seakan sibuk ‘berhias’ terkait dengan akan digelarnya festival yang ada. Beberapa lokasi telah disepakati untuk tempat jalannya acara nantinya. Selain Panggung Toktan sebagai central kegiatan, Yayasan Abdurrab Pekanbaru juga merupakan salah satu yang akan menjadi tempat digelarnya acara itu.

Aris Abeba di lokasi At Tabrani Center (Foto istimewa/fb Aris Abeba)

Dikabarkan juga, kalau sebelumnya telahditandatangani MOU (Memorandum of Understanding) antara Dinsman dari Seniman Paksi Rakyat mewakili PTID, dengan Yayasan Abdurrab. Salah satu kesepakatan itu adalah, digelarnya Festival Teater Islam Dunia di Pekanbaru awal Desember 2019 mendatang. Penandatanganan ini, sekaligus memperkuat kerjasama pengembangan sumber daya manusia, terutama yang berkaitan dengan kajian seni dan kebudayaan.

Dalam peresmian saat itu, selain Dinsman (Shamsudin Osman), hadir juga beberapa orang undangan khusus dari Malaysia itu. Mereka adalah Yassin Salleh (Presiden Ziarah Karyawan/Kesenian Nusantara), Zainal Abdul Latiff (Guru Besar dan Pengkaji Teater Universiti Saint Malaysia), Syed Sahrir Syed Muhammad (Mantan Senator), Kasim Mohammad (Praktisi Pusat Teater Islam Dunia-PTID) dan AC Jeffrey (Budayawan) di At Tabrani Center itu.

“In Sha Allah Festival Teater Islam Dunia akan kita laksanakan pada Desember 2019 nanti. Selain Panggung Toktan, salahsatu tempat digelarnya acara tersebut nantinya adalah di At Tabrani Center,” kata Aris Abeba melalui telepon selular pada Senin (02/09) lalu.

Sedangkan nama Tabrani Center tidak terlepas dari sosok “Ongah” Prof. Dr. Tabrani Rabb. Sosok Tabrani (78) merupakan seorang tokoh, Guru Besar Kedokteran, Budayawan, Seniman yang dimiliki oleh Riau. Sayangnya saat ini, “Ongah” Tabrani Rabb sedang terbaring sakit. Saat ini, salah satu anak Tabrani Rabb,Dr. dr. Susiana Tabrani Rab MPd lebih banyak tampil menggantikan peran ayahnya.

“Alhamdulillah, cita-cita ayah, satu demi satu kita laksanakan. Ayah bukan saja milik kami. Tapi milik semua orang. Dia adalah spirit perjuangan daerah ini,” kata Susiana, usai penandatanganan MoU tersebut.

Susiana juga manambahkan, kalau galery dan Sanggar Tabrani Rab didirikan untuk mengingatkan serta menjaga semangat serta ketokohan dari Prof Tabrani, dalam pengabdiannya di berbagai bidang.

Terkait itu juga, A Aris Abeba yang juga merupakan penyair nasional dari Riau ini juga mengatakan kalau Susiana merupakan sosok jelmaan Tabrani Rab dalam bentuk yang lain.

Aris Abeba di lokasi At Tabrani Center (Foto istimewa/fb Aris Abeba)

“Dia adalah nafas tambahan Tabrani. Sikap dan karakternya, persis sang ayah. Saya seperti melihat Tabrani 30 tahun lalu pada diri Susi. Bagi saya, Tabrani tidaklah berbaring sakit, apalagi tak bisa berbuat apa-apa. Telah datang Susiana, wanita tangguh yang berdiri di tempat Tabrani berdiri. Darah Profesor Tabrani yang mengalir di tubuh Susiana, adalah “Roh” yang sama yang menggenangi tanah dan sungai-sungai di Riau. Dia juga seorang dokter dan doktor yang peduli dan paham dengan masalah-masalah krusial negeri ini. Dia seorang ilmuan, praktisi kesehatan, kebudayaan, kesenian serta mengerti saint dan teknologi. Susi pun bergelar master di bidang pendidikan. Lebih dari itu, dia juga muslimah yang taat,” kata Aris Abeba.

Sedangkan Susiana saat ini memimpin lima lembaga pendidikan, mulai dari perguruan tinggi Universitas Abdurrab, sampai sekolah Tahfiz Al Quran untuk anak-anak. Dia juga mengelola tiga Rumah Sakit, mendirikan At Tabrani Center, Susiana Convention Hall, sebagai pusat dan lembaga kajian di berbagai bidang. Mulai kajian sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan keagamaan. Dia juga menampung dan mendidik anak-anak tak mampu dari berbagai pelosok Riau. Beberapa minggu lalu juga, Susiana meresmikan Galery Tabrani Rab dan Sanggar Tabrani Rab. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.