Kasat Lantas Polres Lingga,” Kalau Kita Tertibkan, Tidak Bisa Bergerak Masyarakat Ini”

0
Operasi tertib lalu lintas dilakukan pihak Polres Lingga (foto : Istimewa) dan Kasat Lantas Polres Lingga AKP Emsas (kanan)

Selingga.com (06/03) Dabo. Operasi tertib lalu lintas dilakukan pihak Polres Lingga pada Rabu (06/03) tadi di persimpangan Hotel One Jalan Perusahaan Dabo Singkep. Dengan menurunkan beberapa personilnya, razia rutin ini berhasil mengamankan 23 unit kendaraan roda 2 dan 1 unit kendaraan roda 4. Rata-rata pelanggaran terkait dengan SIM, STNK dan helm.

Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho, S.I.K, M.T melalui Kasat Lantasnya AKP Emsas mengatakan kalau razia kali ini, pihaknya melakukan penilangan ditempat.

“Yang salah kita tindak, yang ketinggalan kita suruh jemput. Hari ini langsung kita lakukan penilangan di tempat, nanti sidangnya 15 hari kedepan. Seharusnya tiap hari, kalau rutin itu setiap hari. Kemarin kita kan sibuk millenial,” kata AKP Emsas ketika ditemui di Pos Lantas Simpang Empat Masjid Az – Zulfa Dabo, usai razia.

Ketika disinggung apakah ada pengaruh turunnya angka pelanggaran setelah dilaksanakan Millenial Road Safety Festival baru-baru ini, Kasat Lantas Polres Lingga ini membenarkan hal tersebut.

“Kalau saya lihat besar pengaruhnya. Tujuan millenial kan menekan angka kecelakaan lalulintas. Alhamdulillah sejak kita canangkan millenial ini, Lingga menurun angka kecelakaannya,” jawab AKP Emsas.

AKP Emsas pun menambahkan kalau pihaknya masih mentelorir beberapa pelanggaran yang ada demi kondusifnya situasi menjelang Pemilu.

“Penegakkan hukum ini sebenarnya kita tidak pandang bulu. Tetapi kita punya kebijaksanaan. Kalau kita tertibkan, tidak bisa bergerak masyarakat ini. Tetapi kita lihat juga wilayah. Sebetulnya ini menyalahi, tetapi demi kondusifnya situasi menjelang Pemilu, yang bisa kita tolerir, kita tolerirlah,” tambah Kasat Lantas Polres Lingga ini.

Perwira dengan tiga balok dipundaknya ini juga meminta masyarakat, untuk membudayakan tertib berlalulintas.

“Kalau di Dabo ini cukup koorperatiflah. Kita tegur masih mau mendengarkan. Saya himbau kepada masyarakat Dabo dan Lingga pada umumnya, mari kita jadikan tertib lalulintas sebagai budaya. Budaya tertib berlalulintas, cinta berlalulintas. Sebagaimana motto dari MRSF yang kita laksanakan kemarin, Menuju Indonesia Terbilang. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” kata Kasat Lantas Polres Lingga ini.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.