Sekda Lingga,”Yang Jelasnya Saya Minta Kampung Kita Ini Tetap Kondusif”

0
Dengan didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Lingga Said Sudrajat Mazlan dan Asisten II Yusrizal, Juramadi Esram selaku Sekda Kabupaten Lingga melakukan konferensi pers

Selingga.com (06/03) Dabo. Dengan didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten Lingga Said Sudrajat Mazlan dan Asisten II Yusrizal, Juramadi Esram selaku Sekda Kabupaten Lingga melakukan konferensi pers yang dihadiri beberapa wartawan dari media cetak dan online pada Selasa (05/03) tadi di Dabo. Konferensi pers yang dilakukan disalah satu ruangan yang ada di Disperindag Kabupaten Lingga tersebut, untuk memberitahukan sikap yang diambil oleh pihak Pemkab Lingga, dalam menyikapi permasalahan yang ada antara manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo dengan pihak karyawannya akhir-akhir ini.

Diawal penyampaiannya, Sekda Lingga Juramadi Esram mengatakan kalau dr.Asri dalam permasalahan yang ada, cukup bertindak koorperatif.

“Saya lihat dr.Asri cukup koorperatif, semalam (Senin,04/03) dipanggil Pak Bupati, beliau datang menjelaskan. Beliau tanggung jawab, tetap. Maka itu beliau sendiri yang meminta bahwa Inspektorat turun, biar tahu bagaimana. Inikan masih ‘katanya-katanya’. Kewenangan ada pada Inspektor, memotret permasalahannya,” kata Sekda Lingga Juramadi Esram.

Sekda Lingga, Juramadi Esram

Sedangkan ketika ditanya berapa lama proses audit nantinya, pihak Inspektorat Said Sudrajat Mazlan saat itu, mengatakan kalau mereka perlu waktu 10 hari.

“Biasanya sepuluh hari lah,” jawab Said Sudrajat Mazlan.

Disinggung pihak media saat itu, apakah yang di audit itu nantinya meliputi dana secara keseluruhan atau hanya Jaspel saja, Said Sudrajat Mazlan menjawab kalau arahan yang ada saat ini, berupa Dana Jaspel dan Operasional saja.

“Kalau arahan dari pimpinan, Jaspel dan Operasional. Nanti kita tengoklah pembukuannya,” jawab Kepala Inspektorat ini.

Kepala Inspektorat Lingga, Said Sudrajat Mazlan

Pihak media juga menanyakan kalau ada dana selain Jaspel nantinya yang terhutang, bagaimana untuk solusinya.

“Bersabar dulu, beliau (Said Sudrajat – red) belum bisa jawab juga kan. Nantikan dilihat dari data-data, barulah nanti (solusinya – red),” kata Juramadi Esram yang menjawab pertanyaan tersebut.

Terkait apakah hasil audit nantinya akan menjadi rekomendasi dibayar atau tidak nya apa yang dituntut oleh pihak karyawan, Sekda Lingga saat itu mengatakan kalau pihaknya akan melakukan apa yang menjadi arahan dari Bupati Lingga nantinya.

“Nanti tugas auditor kan melaporkan kepada pimpinan. Yang jelasnya kami selaku Sekda siap untuk melakukan apapun arahan nantinya dari Bapak Bupati berdasarkan hasil audit daripada Inspektorat,” kata Sekda Lingga Juramadi Esram.

Ditanyakan sikap Pemkab Lingga terkait sudah ada pemanggilan beberapa karyawan RSUD oleh pihak Polres Lingga, Sekda Lingga ini mengatakan kalau pihaknya tetap menghormati hal tersebut.

“Ya, kita kan masing-masing punya tugas pokok dan fungsinya. Kita tidak akan mengintervensi, kawan-kawan di Polres silakan saja. Kita juga menginformasikan, kalau kita melakukan audit internal,” jawab Juramadi Esram.

Untuk menjamin keadaan rumah sakit tetap kondusif, Sekda Lingga ini menjawab kalau pihaknya sudah minta komitmen dari pihak RSUD Dabo terkait hal tersebut.

“Yang pertama kita sudah minta komitmen dari pada Dirutnya tadi, dr.Bukit. Saya pun sudah jumpa beberapa dokter spesialis, termasuk paramedis, dan semuanya komit, ‘kami tidak akan terganggu proses operasional dan pelayanan terhadap pasien’, Itu komitmen dari pihak manager yang baru,” kata Sekda Lingga menjawab pertanyaan tersebut.

Pihak media juga menyinggung kenapa baru saat ini pihak Pemkab Lingga menyikapi permasalahan yang ada, setelah apa yang terjadi di internal RSUD tersebut.

“Sebenarnya tidak juga, ketika masalah ini mencuat, kita tetap koordinasikan apa-apa langkah yang akan kita lakukan. Bapak Bupati sampai sidak malam-malam, pagi hari. Pak Wakil (Wakil Bupati – red) juga begitu. Oleh karena itu saya diminta untuk bagaimana Inspektorat (melakukan audit – red). Tidak ada kita biarkan. Cuma kan tidak kita exsposkan ini. Sekarang saja kita (exsposkan – red),” papar Juramadi Esram.

Sekda Lingga ini juga menegaskan kalau Dinas dan BLUD itu berbeda.

“Pada prinsipnya kita tetap menjalankan hak-hak yang melekat pada kita, salah satunya adalah mengaudit. Dengan audit inilah kita jadi tahu. Kita tidak bisa mengecap dr.Asri ini bersalah, tidak bisa begitu. Karena ada kewenangan yang melekat di BLUD itu. Karena BLUD itu beda dengan Dinas. Kalau dinas kan, semuanya terstruktur di DPA, kalau BLUD kan ada hak-hak yang melekat di BLUD itu. Bisa menggunakan hak dari pendapatannya. Untuk lebih mendetailnya lagi, biarlah itu menjadi bahan yang akan di audit oleh Inspektorat,” kata Juramadi Esram.

Terakhirnya, Sekda Lingga ini meminta untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Yang jelasnya saya minta kampung kita ini tetap kondusif, apalagi menjelang Pemilu dan Pilpres ini. Apalagi waktunya tidak sampai 2 bulan lagi,” kata Sekda Lingga ini.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan