Kepala UPP Kelas II Dabo,” Saya Akan Minta Tim Untuk Menghitung Berapa Kerugian Dari Dermaga Ini”

0
Tugboat Sea Carrieri (kiri) dan Kepala UPP Kelas II Dabo Singkep,Syahru Wardi

Selingga.com (15/08) Dabo. Setelah keberadaan tongkang dari tugboat Sea Carrieri yang sebelumnya pada Senin (12/08) lalu, sempat merusak salah satu bagian dari badan Pelabuhan Dabo, pihak UPP Kelas II Dabo Singkep melakukan konfrensi pers pada Rabu (14/08) tadi di kantor Syahbandar Laut itu.

“Dia di sini sudah satu tahun pak, dari 16 Juni 2018. Dulu rencananya datang kesini, ada pekerjaan. Tetapi entah kenapa tidak jadi. Tinggalah kapal ini di sini dengan nakhoda dan ABK nya. Setelah itu, ABK nya pergi, akhirnya yang tinggal hanya kapalnya saja. Akhirnya kapalnya terkoordinasi dengan agen yang di sini, Pak Ayun,” kata Syahrul Wardi, selaku Kepala UPP Kelas II Dabo Singkep kepada pihak media saat itu.

Syahrul juga mengatakan kalau kerusakan yang diakibatkan oleh tongkang dari kapal tugboat yang saat ini telah di evakuasi ke salah satu pelabuhan yang ada di Jagoh pada Selasa (13/08) subuh lalu itu, merupakan tanggung jawab dari pihak ownernya.

“Untuk kerusakan, owner, yang punya kapal, Pak Jefri namanya,” kata Syahrul.

Sebelum itu, Syahrul mengatakan kalau kapal yang ada akan menjadi jaminan atas kerusakan yang ditimbulkan saat itu.

UPP Kelas II Dabo Singkep saat konfrensi pers terkait tugboat Sea Carrieri

“Kalau agen pelayarannya Pak Ayun, PT. Bahtera Bestari Shipping, yang di tunjuk sebagai agen. Agen itukan sebagai perpanjang tangan dari owner, untuk mengurusi kapal dan orangnya. Karena kita di sini sebagai Unit Penyelenggara Pelabuhan di Dabo Singkep ini, saya sendiri yang bertanggung jawab di sini, otomatis bagaimana kapal ini bisa selamat. Dengan kejadian seperti ini, otomatis kapal ini sebagai jaminannya,” papar Syahrul saat itu.

Ketika disinggung oleh pihak media terkait dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Ka UPP Kelas II Dabo Singkep ini mengatakan, kalau hal tersebut akan ditagih saat kapal akan berangkat dari pelabuhan Dabo itu.

“Sebenarnya pak, kalau kapal itu sudah berangkat, kita keluarkan SPBnya, baru keluar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tetapi kalau dia belum berangkat, ya belum kita tagih,” jawab Syahrul.

Begitu juga terkait dengan olah gerak, Syahrul mengatakan kalau pihaknya belum memberikan olah gerak, karena saat itu mereka lebih memgokuskan upaya penyelamatan terhadap pelabuhan.

“Terus terang, belum saya kasi olah geraknya, karena pikiran saya, selamatkan dulu. Jangan sampai merusak lagi dermaga ini. Bawa saja (kapalnya – red) dulu, nanti kita selesaikan olah geraknya dulu,” terang Syahrul.

Syahrul juga menambahkan, kalau dirinya akan meminta masukan dari kantor pusat dan meminta tim yang ada untuk menghitung nilai kerugian akibat dari insiden yang ada.

“Langkah pertama, saya harus segera melaporkan ke kantor pusat, ke Dirjen dulu. Saya akan minta masukan sekaligus saya bawa surat-suratnya. Yang keduanya, saya akan minta tim untuk menghitung berapa kerugian materil dari dermaga ini,” kata Syahrul.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.