Pra Festival Teater Islam Dunia (FTID) Akan Dilaksanakan Di Panggung Toktan

0
Yassin Salleh dan Aris Abeba.(foto : Istimewa)

Selingga.com (30/07) Pekanbaru. Setelah pertemuan sebelumnya di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (09/06/2018) dan disambut dengan pertemuan kedua yang dihadiri puluhan seniman dari Malaysia dan Indonesia pada Jum’at (25/01/2019) lalu di Pekanbaru, Provinsi Riau, kini ‘gaung’ menuju terwujudnya ‘Festival Teater Islam Dunia’ (FTID) semakin menguat.

Tidak hanya terhenti dengan gaungnya saja, persipan menuju terwujudnya Festival Teater Islam Dunia (FTID) ini, juga sedang digesa oleh Aris Abeba melalui ‘Panggung Toktan’ nya. Sebelum melaju ke Festival Teater Islam Dunia (FTID) yang akan dilaksanakan nantinya pada November 2019, pihak Panggung Toktan Riau akan mengelar Pra FTID pada 22 – 26 Agustus 2019 di Pekanbaru.

Aris Abeba. (Foto:istimewa)

“Festival Teater Islam Dunia (FTID) akan dilaksanakan pada bulan November 2019 nanti. Untuk Pra FTID nya, akan kita gelar melalui Panggung Toktan, Riau pada tanggal 22 – 26 agustus 2019 ini. Dalam jalannya kegiatan tersebut nantinya akan diikuti teater dari Padang, Sumbar, yang di bawa oleh Ibrahim Ilyas. Kemudian dari Pekanbaru melalui Sanggar Teater SMK Telkom dibawah Sutradara Syahfitra. Riau adalah Melayu dan Melayu identik dengan Islam,” kata Aris Abeba, selaku Imam Panggung Toktan kepada Selingga.com melalui telepon selular pada Senin (29/07) tadi.

Laki-laki perlente yang telah melenggang ke mancanegara dengan Sanggar Panggung Toktan nya itu menambahkan, kalau pelaksanaan Pra FTID nantinya juga akan dihadiri delegasi dari Malaysia.

“Pra FTID nantinya ini, juga akan dihadiri tamu dari Malaysia, yaitu Muhammad Qasim, Yassin Salleh, AC Jefri dan Dinsman,” kata Aris Abeba.

Syahfitra.( foto: istimewa)

Penyair dan pemilik buku puisi ‘Atar 101’ ini juga mengatakan, kalau pihaknya juga telah melakukan audiensi dengan pihak Pemprov Riau, terkait dengan agenda yang ada.

“Saya telah datang melakukan audiensi ke Gubernur Riau, memaparkan tentang festival ini. Dan Riau telah ditunjuk sebagai tempat awal dimulainya Teater Islam ini,” terang Aris Abeba.

Dinsman dan Qori Islami. (Foto :istimewa)

Sebelumnya Dinsman selaku President, Seniman Paksi Rakyat Malaysia, saat pertemuan kedua pada Januari 2019 lalu di Pekanbaru, mengatakan kalau wacana tersebut telah sempat dipaparkan dalam salah satu seminar yang ada di Malaysia.

“Kita telah menubuhkan apa yang telah kita panggil sebagai Pusat Teater Islam Dunia ini di Malaysia dan telah ada satu acara yang kita jalankan atas nama Pusat Teater Islam Dunia ini, yaitu Seminar Teater Islam Malaysia. Sebenarnya kita masih lagi dalam proses pembentukan yang betul-betul kita harapkan,” kata Dinsman saat itu.

Yassin Salleh. (Foto:istimewa)

Masih di pertemuan kedua itu, Yassin Salleh selaku President Ziarah Karyawan (ZK/Direktor & Actor) menyampaikan kalau Pekanbaru melalui Panggung Toktannya, ditetapkan sebagai tempat awal terbentuknya FTID ini.

“Jadi Pusat Teater Islam Dunia ini untuk sementara ia akan bermarkas di Panggung Toktan. Kita mahu memuliakan hakekatnya bahawa nusantara merupakan kelompok Islam terbesar di dunia,” kata Yassin Salleh.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan