Do'a "Kemala" buat "Ayah"Sani

Selingga.com (08/04).Sang penulis Autobiografi “Untung Sabut” itu telah sampai janji nya kepada Sang Penciptanya.Pemilik falsapat “hidup bekerja,belajar dan berhubungan baik dengan sesama dan melakukan dengan sepenuh hati” itu,sebelum wafat nya sempat berobat di Singapura.Kemudian mendapat undangan dari Istana Negara untuk menghadiri rapat bersama Presiden Jokowi dan seluruh Kepala Daerah.Setelah itu Gubernur Kepri Muhammad Sani dilarikan ke RS Abdi Waluyo Jakarta,sampai kemudian pada 8 April 2016 pukul 15.00 wib,beliau menghembuskan napas terakhir nya.
IMG-20160409-WA0003
Kepri berkabung….!Kesedihan tidak hanya dimonopoli oleh keluarga Almarhum,tapi terasa sampai ke pelosok Kepulauan Riau ini.Hampir sebagian besar masyarakat menjatuhkan air mata nya buat sosok yang bergelar “Datok Setia Amanah” tersebut.Termasuk ungkapan bela sungkawapun di sampaikan oleh “Kerabat Masyarakat Lingga” (Kemala) yang berdomisili di Bandung.
Melalui Ketuanya Dra.Halida Asmar Sabran kepada Selingga.com pada Sabtu (09/04) melalui telepon selular,mengatakan kalau Kekerabatan Masyarakat Lingga (Kemala) yang ada di Bandung ini betul-betul kehilangan dengan sosok “Ayah” tersebut.
” Telah berpulang orang tua kita,Ayah kita,pemimpin kita.Kami yang terhimpun dalam “Kemala” ini betul-betul kehilangan dengan sosok pemimpin yang santun,mengayomi dan juga sosok yang telah memberikan segala tenaga dan pikiran untuk memajukan Provinsi Kepri ini.Tidak ada kata-kata yang dapat kami rangkai kan buat kepergian Almarhum Pak Sani,hanya sebait doa semoga beliau mendapatkan tempat yang layak disisi nya.Kepri memang kehilangan.Kami yang bersomisili di Bandung dan tergabung di “Kerabat Masyarakat Lingga” melihat ini sebagai sesuatu bentuk kehilangan yang besar.Namun “Janji” beliau ke pada pencipta nya sudah sampai.Tinggal lah kita-kita lagi yang meneruskan perjuangan yang ada.”Kata Halida.
IMG-20160409-WA0002
Paguyuban yang berisikan orang-orang Lingga yang bermastautin di Bandung ini memandang kalau seorang Sani telah memberikan warna tersendiri buat kemajuan Kepri selama Almarhum memimpin.
Muhammad Sani di lahirkan di sebuah kampung kecil bernama Parit Mangkil pada 73 tahun yang lalu,tepat nya pada 11 Mei 1942.Dan meninggal pada 08 April 2016 tadi di Jakarta.Almarhum penerima Bintang Melati dan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI dan menjabat sebagai Gubernur Kepri selama 2 priode (2010-2015 dan 2016-2021) berjalan ini,meninggalkan seorang istri Hj.Aisyah dan 3 putra-putri,Herry Andrianto,Henny Andriani dan Riny Fitriani.(Im)

Read Previous

Panglima :" Jangan Jadikan Pemkab Macan Ompong"

Read Next

4 LOKASI DI PULAU LINGGA WAJIB DI KUNJUNGI PARA PETUALANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *