"Terkait Rohingya,Penyair di Rumahitam soroti Aung San Suu Kyi dan Wirathu …"

Selingga.com (17/09) Batam.Kekerasan pihak Junta Militer myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya,telah melahirkan berbagai protes dan aksi dari banyak kalangan.Tindakan yang dipandang sebagai bentuk genosida terhadap Penduduk Asli Arakan ini,juga mendapat kecaman keras dari pihak Komunitas seni Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) yang terpusat di Sekupang Batam,dengan menggelar “Kalam Duka Rohingya” pada Sabtu malam (16/09) tadi.
Pemimpin de facto myanmar Aung San Suu Kui beserta bikhu Wirathu pun menjadi orang yang paling disoroti dari aksi kekerasan tersebut.Belasan puisi yang dibawakan oleh Rahmanidar Syafei Putri (Sesepuh Republik RBB),Ihsan (Politikus),Ikha Djingga (Penulis/seniman),Cg Carmin ( Seniman Puisi bermusik-Singapura),Tarmizi (Presiden RBB),Sudirman El Batamy (Perdana Menteri RBB),Ihsan (Seniman),Fahrul Anshori (Seniman),Limawan Vihien (Seniman),Chan Parasay (Seniman),Alim Sani (Seniman) dan Alang Dilaut,penuh dengan aroma protes terhadap kekerasan yang menimpa masyarakat minoritas Muslim Rohingya tersebut.Aksi dukungan dilaman Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) berpusat di Sekupang itu juga di meriahkan dengan tampilnya pemusik Yan Gaboh dan teman-teman.

Komunitas seni Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) menggelar "Kalam Duka Rohingya"
Komunitas seni Rumahitam Batam Berpuisi (RBB) menggelar “Kalam Duka Rohingya”

Tidak hanya sebatas puisi-puisi berisikan kecaman terhadap tindakan bar-bar dari pihak junto militer Myanmar saja,pernyataan sikap pun dikeluarkan oleh pihak Republik RBB terhadap pemimpin partai liga nasional untuk demokrasi (NLD) sekaligus orang yang pernah meraih novel perdamaian pada tahun 1991 Aung San Suu Kyi ini beserta bikhu Wirathu.
” Ya,dengan mencermati secara terus-menerus tindakan biadab dan aniaya yang terjadi atas Umat Muslim Rohingya,maka Perdana Menteri RBB Yang Amat Berhormat Tuan Sudirman El Batamy memerintahkan pada saya untuk membuat pernyataan sikap.Dapat dilihat di fb RBB Rumahitam.”Kata Tarmizi kepada Selingga.com,setelah selesai acara.
Tarmizi
Tarmizi

Dari beberapa poin yang disampaikan pihak Republik RBB melalui akun FB nya,menegaskan bahwa tindakan biadab dan aniaya yang dilakukan pihak Junta Militer Myanmar merupakan pelanggaran berat atas kemanusiaan.Selain itu meminta Makamah Militer Internasional untuk menyeret Bikhu Wirathu ke “Pengadilan Militer”.Selain itu juga meminta dicabut nya hadiah novel perdamaian yang sempat diterima oleh Aung San Suu Kyi sebelum nya.
Sudirman
Sudirman

Sementara itu Sudirman El Batamy selaku Perdana Menteri RBB mengatakan kalau dari beberapa literatur yang ada,Rohingya disebut telah mendiami di Rakhine sejak beberapa abad yang lalu.(Im)

Read Previous

Tekan kemiskinan,Baznas Lingga lirik petani dan nelayan

Read Next

"PPM Lingga cangkul parit Sungai Lumpur.."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *