Sebelum Meninggal, Veteran Samin Yasmar Sempat Minta Pendapat Anaknya, Terkait Pemakaman Dirinya

0
Srikandi Pemuda Pancasila yang menyempatkan mengunjungi keluarga Samin Yasmar

Selinggga.com (14/09) Dabo. Salah satu pusara di dalam lingkungan Taman Makam Pahlawan Dabo Singkep, masih memerah tanahnya. Di sana beristirahat dengan tenang seorang anak kelahiran Talango Sariak, Pariaman, pada 22 Februari 1929 lalu. Sosok yang dikenal dengan nama Samin Yasmar, seorang Veteran 45 dan penerima Bintang Lencana Veteran Dunia (WFV), kini telah tiada. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (13/09) subuh tadi, sekitar pukul 03:30 WIB.

Saya ditelepon kakak sekitar jam 03:30 subuh. Kakak bilang, bapak tidak ada lagi. Saya datang ke rumah bapak, bapak memang sudah tidak ada lagi. Sehari sebelum itu, sempat juga bersihkan badan bapak, makan, bawa duduk-duduk di luar. Sakitnyapun tidaklah parah betul. Bapak ini pernah TBC, kemudian dicek, negatif. Cuma makin hari, makin drop. Sesekali di bawa ke rumah sakit, ujar Herly Purnama, salah seorang anak Samin Yasmar ketika ditemui pada Sabtu (14/09) tadi, di kediaman almarhum ayahnya di RT 02 RW 03, Jangkang, Jalan Batu Berdaun, Kampung Baru Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Herly, sambil memegang Bintang Lencana Veteran Dunia milik Samin Yasmar

Disinggung apa yang paling berkesan dari almarhum ayahnya, Herly mengatakan kalau sosok Samin Yasmar merupakan orang yang sangat disiplin terhadap anak-anaknya.

Yang jelasnya, saya selaku anak, bapak ini orangnya tanggung jawab kepada anak-anaknya. Namun bapak orangnya keras, baik terhadap pendidikan agamanya maupun disiplinnya. Bapak orangnya punya prinsip. Bapak juga sering cerita masa-masa beliau latihan dulunya. Bapak pun bilang, hidup ini harus disiplin. Sampai-sampai perkara yang kecil saja, beliau sampaikan ke saya. Contohnya, cuci piring yang pertama kali itu, harus gelas. Saya tanya kenapa harus gelas dahulu, bapak bilang kalau gelas merupakan yang dekat dengan hidung. Kalau baunya tidak enak, orang akan tahu. Begitu juga ketika bapak tugas di Tembilahan, di sana beliau punya mamak angkat. Di rumah mamak angkatnya, tidak mempunyai termos. Namun ketika ada orang datang, dalam waktu yang tidak lama, air minum untuk tamu sudah datang. Maka diajarkan kepada bapak saya, mamak angkatnya bilang, kalau kita lihat tamu datang, lihat berapa orang datang. Kalau yang datang dua orang, kita masak air yang secukupnya saja, biar cepat, papar salah satu anak dari Samin Yasmar ini.

Selain itu, Herly juga menceritakan kalau sebelumnya, Samin Yasmar sempat meminta pendapatnya, terkait dengan pemakaman di Taman Makam Pahlawan.

Samin Yasmar yang dilingkari biru

Yang sifatnya khusus tidak ada, cuma bapak pernah bilang berkali-kali ke saya, bapak ini dapat penghargaan dari pemerintah. Bapak punya hak untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan. Bapak minta pendapat, kalau meninggal bapak di makamkan di Taman Makam Pahlawan, bagaimana pendapat saya. Apakah tidak dikatakan orang sebagai orang yang riya atau pamer. Saya sampaikan, alangkah bagusnya di Pemakaman Umum saja. Alasannya kalau anak-anak dan cucu-cucu, mudah untuk ziarah. Tetapi bapak juga mengingatkan, kalau tidak mengambil apa yang telah diberikan pemerintah, itu sama juga menyia-nyiakan, cerita Herly saat itu.

Sedangkan istri almarhum Samin Yasmar, Permaisuri, menambahkan kalau sebelum meninggal, Samin Yasmar tidak ada meninggalkan pesan apa-apa.

Bapak memang tidak ada meninggalkan pesan apa-apa sebelum meninggal. Memang tidak ada berbicara apa-apa dengan bapak saat itu, kata Permaisuri.

Namun begitu, Permaisuri mengatakan kalau sosok Samin Yasmar merupakan laki-laki yang penuh tanggung jawab.

Yang saya ingat dengan almarhum, dia orangnya baik. Baik, dia. Kemudian bertanggung jawab. Tidak banyak cakap, itu saja, kata Permaisuri, istri dari almarhum Samin Yasmar.

istri almarhum Samin Yasmar, Permaisuri

Selain itu, Srikandi Pemuda Pancasila yang menyempatkan mengunjungi keluarga Samin Yasmar, mengatakan kalau mereka akan mengenang jasa-jasa dari almarhum.

Waktu memperingati HUT Kemerdekaan ke-74 RI tadi, kami masih sempat bertemu dengan almarhum. Sempat datang ke rumah. Beliau meninggal, kami pun baru dapat berita. Alhamdulilah, biarpun tidak sempat melihat beliau, hari ini kami Srikandi PP Lingga, dapat berkunjung ke kediaman beliau. Kami akan kenang jasa beliau karena beliau satu-satunya veteran yang ada di Dabo Singkep. Insyaa Allah ke depannya, kita sebagai pemuda bisa menjaga kemerdekaan, itu pasti. Menjaga Pancasila, itu pasti. Mudah-murahan ke depannya ada pejuang-pejuang seperti beliau, khususnya pemuda, tutur Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Maria Levi kepada pihak media. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.