Minim Peralatan, Damkar Lingga Tetap Hadapi ‘Si Jago Merah’

0
Danton Damkar Lingga, Dirgahayu Sentosa. (foto : istimewa)

Selingga.com (12/08) Dabo. Pasukan ‘Pantang Pulang Sebelum Padam’ Damkar Kabupaten Lingga sebelumnya disibukan dengan percikan api di beberapa titik. Untuk tahun 2019 ini saja, dari 3 kecamatan yang ada di Pulau Singkep, diketahui ada 32 kasus terjadinya kebakaran.

“Tahun 2019 ini, perJanuari lah sampai terakhir, kasus kebakaran itu sekitar 32 kasus kebakaran lahan. Tersebar titiknya di 3 kecamatan, Singkep, Singkep Barat dan Singkep Pesisir. Kalau dilihat dari data saya ini, kalau untuk wilayah Singkep, itu bekisar 15 kasus dengan lahannya sekitar 20 – 25 hektar lah. Kemudian 10 kasus di daerah Singkep Barat, itu mau sekitar 20an hektarlah. Air Merah 1, kemudian yang terakhir di daerah Panggak Betung. Kemudian di Kuala Raya yang agak besar lahan nya. Karena jarak tempuhnya yang jauh, jadi agak lamban penanganannya. Kalau dekat, tidak seperti itu lahan yang terbakar itu. Sisanya di lokasi Singkep Pesisir, seperti daerah Berindat, Persing, daerah Batu Belobang itu,” kata Dirgahayu Sentosa, selaku Danton Damkar Lingga kepada pihak media, saat ditemui di Dabo, pada Senin (12/08) tadi.

Dirgahayu juga menambahkan, kalau dari beberapa lokasi ‘amukan si jago merah’ itu, kecil kemungkinan diakibatkan oleh suatu tindakan kesengajaan.

Damkar Kabupaten Lingga bersama Bupati Lingga,Alias Wello

“Kalau saya lihat dari segi pembukaan lahan dari 3 kecamatan tadi, jarang ditemukan. Rata-rata kalau kita lihat dari suhu dan iklim cuaca saat ini, seperti cuaca panas, angin kencang, secara faktor alam, bisa terjadi kebakaran itu. Kelalaian manusia, itu minimlah. Seperti buang puntung rokok, kuranglah. Karena teori yang kami dapat, untuk itu (karena puntung rokok – red), sedikitlah. Tidak semuda itu, apalagi (semaknya – red) basah. Prinsipnya kan, api itu 3 unsur, oksigen, bahan, panas. Sekarang kita rata-rata panasnya 37C. Anginnya kalau dilihat dari BMKG, sekitar 5 – 7 knot lah kecepatannya. Kalau ada orang yang sengaja membakar, apa keuntungan dari orang tersebut. Dapat apa dia. Jadi penyebabnya, alam. Sedikitlah yang (membakar untuk – red) membuka lahan, sedikitlah. Mungkin kalaupun ada dari 32 itu, paling 3 – 5 kasus lah. Kalau dari pemandangan sayalah,” papar Dirgahayu Sentosa, yang lebih familiar dipanggil Sentot, saat itu.

Sentot yang sudah 6 tahun mengabdikan dirinya sebagai ‘barisan pemadam’ itu, berharap Pemerintah Daerah Lingga bisa menambahkan armada yang ada.

“Kalau untuk peralatan, kita minim. Belum terpenuhilah dengan kebutuhan. Kita berharap pemerintah lebih melihat kejadian seperti ini. Karena kalau kita melihat dari titik 0 Pos Damkar dari daerah Singkep Barat, itukan butuh waktu. Dari titik 0 Pos Damkar dari Singkep Pesisir, itu juga butuh waktu. Jarak minimal dari Dabo ke Jago, itu 27 km, tetapi jarak Dabo ke Singkep Barat, itu luas, termasuk daerah Singkep Selatan. Kalau pemerintah mau bantu, minimalnya ada penambahan kendaraan. Memang kita butuh,” kata Sentot.(Im).

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan balasan