2,2 Miliyar Dianggarkan Atasi Masalah Kebersihan

Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Lingga bersama pemerintah daerah dan tim anggaran pendapatan belanja daerah (TAPD) menggelar hearing di kantor dewan guna membahas permasalahan kebersihan yang muncul pasca pemberhentian sementara 140 THL, Senin (8/6).
Hearing tersebut, terkait pemberhentian tenaga honorer dan petugas pengangkut sampah di dinas Pekerjaan Umum (PU), yang mengakibatkan sepekan terakhir, tumpukan sampah menggunung di ibukota Daik, kabupaten Lingga dan juga diwilayah Dabo Singkep.
Untuk mengatasi hal ini, dampak defisit anggaran dan hutang daerah, Khairil Anwar, ketua komisi II, DPRD Kabupaten Lingga mengatakan, setelah dilaksanakan Hearing bersama TAPD, PU, dan Sekda yang saat itu diwakili Asisiten III, Kasiman, pemda sepakat mengakomodir seluruh permasalahan sampah dan menganggarkan dana sebesar Rp 2,2 Miliar.
“Senin, kita sudah melaksanakan hearing bersama TAPD, PU dan Sekda. Allhamdulillah, permasalahan ini, sudah selesai. Dan sampah-sampah yang menumpuk, sudah diangkut. Kita anggarkan Rp 2,2 Miliar khusus untuk tenaga honorer petugas pengangkut sampah,” terang Khairil Anwar yang ditemui di kantor DPRD, Selasa (9/6) pagi.
Khairil mengakui, jika saat ini, kabupaten Lingga kembali mengalami permasalahan keuangan. Namun begitu, dampak kebersihan lingkungan yang benar-benar terasa sepekan terakhir ini yaitu menggunungnya sampah di TPS, harus ada solusi. “Memang saat ini, kita sedang terpuruk soal ekonomi. Untuk itu, kita minta permasalahan sampah ini, segera diatasi. Sebelum menimbulkan penyakit yang lain,” tuturnya.
Ia mengatakan, setelah hearing berlangsung, pemda langsung mengakomodir dan mengangkut tumpukan sampah dari TPS Cening dan Kampung Cina. Selain itu, tumpukan sampah yang di Dabo Singkep, juga telah diangkut ke TPA. “Kita juga sudah pantau. Sampah sudah diangkut semua. Yang di Dabo juga sudah aman,” tambahnya.
Sementara itu, untuk petugas kebersihan jalan, dikatakan Khairil Anwar, dinas terkait melaui bidang kebersihan, juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 3 Miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menggaji tenaga pemebersih jalan.
Selain itu, Khairil juga menambahkan, kabupaten Lingga adalah salah satu dari dua kabupaten di Provinsi Kepri yang masuk nominasi peraih Adipura. Tentu bukan hal yang mudah bagi suatu daerah untuk mendapatkan gelar daerah terbersih tersebut.
Untuk itu, Khairil mengatakan, Pemkab tentunya harus mempersiapkan diri membenah kebersihan lingkungan di seluruh wilayah kabupaten Lingga. “Akan kita rembuk secepatnya. Untuk kebersihan, PU sudah mengajukan Rp 3 Miliar lagi. Kita juga minta, pemerataan untuk tenaga honorer yang ditarik kembali,” tutupnya.

Read Previous

Penyerahan SK Pengangkatan 237 CPNS

Read Next

Memperingati Setahun Komunitas Pecinta Alam Lingga ( KePAL )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *