Burhanudin di depan TPID,"tanpa evaluasi,ini membahayakan"

Lingga82 Views
banner 468x60

Selingga.com (13/09) Dabo.Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang latar belakang,tujuan,prinsip-prinsip program,target dan sasaran program inovasi desa beserta kelaikannya,pihak Kemendes melalui Satker P3MD dan PID Provinsi Kepri, selaku pelaksana Tim Inovasi Kabupaten diketua oleh Dinas Pemberdayaan Masyakat Desa Kabupaten Lingga. melakukan pelatihan untuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Program Inovasi Desa yang dilaksanakan dari tanggal 12 September 2018-15 September 2018 tadi di Hotel Gapura Dabo Singkep.
Dihadiri sebanyak 50 peserta yang berasal dari TPID Kecamatan,masing-masing 5 orang,kegiatan dalam rangka meningkatkan keterampilan TPID dalam memfasilitasi kegiatan inovasi desa setelah menumbuhkembangkan komitmen dan sikap kepedulian TPID terhadap isu-isu pembangunan desa,menghadirkan dua orang narasumber dari Tenaga Madya Provinsi Kepri yang merupakan Satker P3MD yakni Burhanudin dan Widodo.
Dalam kegiatan untuk memberikan keterampilan kepada TPID seluruh Kecamatan agar dapat memotivasi dan bisa mengidentifikasi kegiatan inovatif yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat itu,Burhanudin dalam penyampaiannya mengatakan kalau sebelumnya telah diluncurkan juga program padat karya tunai.
“Pemerintah melalui P3MD,selalu membagi inovasi-inovasi.Sebelum program-program inovasi desa tahun 2018 diluncurkan,kemarin juga sudah diluncurkan juga tentang padat karya tunai.Yang mana seluruh desa harus melaksanakan ini.Dengan harapan bahwa masyarakat dapat memperoleh manfaat langsung.”Kata Burhanudin.

Pelatihan untuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Program Inovasi Desa

Burhanudin juga menambahkan kalau program inovasi desa dilaksanakan diseluruh Indonesia,akan mendorong kegiatan yang ada menjadi lebih baik lagi.
“Bagaimana meningkatkan kwalitas dari program pembangunan yang ada di desa ?Maka di tahun 2018,program inovasi desa dilaksanakan di seluruh indonesia.Yang artinya akan mendorong kegiatan-kegiatan yang ada didesa melalui dana desa,bisa lebih baik lagi.Ini yang diharapkan.”Tutur mitra dari BPMD ini.
Namun Burhanudin mengingatkan,kalau kegiatan yang ada,tidak lepas dari pada evaluasi nantinya.
“Pemerintah didalam melakukan program,selalu ada yang namanya evaluasi.Karena sebagus apapun,tampa evaluasi,ini juga membahayakan.Apalagi ini menyangkut amanat uang negara.Yang dalam hal ini,uang negara adalah uang rakyat.Dan harus bisa betul-betul dimanfaatkan.”Papar Burhanudin.
Terakhirnya,biarpun nantinya akan banyak hambatan yang ada,Burhanudin menyakinkan kalau dalam keterbatasan yang ada,beberapa wilayah telah mampu melakukan inovasi yang ada.
“Disini banyak laut,kita bisa manfaatkan potensi laut.Memang banyak hambatan dan rintangan.Namun dari keterbatasan-keterbatasan itu,maka dibeberapa wilayah mampu meluncurkan inovasi.Sehingga ketergantungan dengan Pemerintah bisa dikurangi.”Kata Burhanudin.(Im).

banner 325x300
Baca juga :   Institusi Kepolisian di hina,"YS" pun "dikirim" ke Kejaksaan Dabo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *