Insan Pers Kunjungi Keluarga Almarhum Mustafa Yasin, Tokoh Wartawan Pertama di Lingga

0
15
Insan Pers Kunjungi Keluarga Almarhum Mustafa Yasin, Tokoh Wartawan Pertama di Lingga

Selingga.com (10/02) Dabo. Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati pada tanggal 09 Februari setiap tahun, kali ini menjadi sangat istimewa bagi keluarga almarhum Mustafa Yasin. Bagi kalangan insan pers di Kabupaten Lingga, nama Mustafa Yasin sudah sangat familiar. Suami dari Halidjah (54) ini merupakan wartawan yang pertama kali ada di Kabupaten Lingga. Selama menjalani profesi kewartawanannya, sampai meninggal di usia 58, almarhum Mustafa Yasin tidak pernah berganti profesi sebagai wartawan.

“Selama bertahun-tahun, itulah pekerjaan bapak. Kalau ibu berdagang. Kalau soal bapak jadi wartawan, ibu tidak pernah mempermasalahkannya. Biarpun kita punya kerja masing-masing, kalau di rumah tetaplah bersatu. Kalau ada permasalahan apapun, ibu tetap memberikan dukungan kepada bapak. Suka-dukanya, bersamalah,” kata Halidjah, saat ditemui di kediamannya, Jalan Hang Lekir, RT 04/ RW 03, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga pada Minggu (09/02) tadi.

Insan Pers Kunjungi Keluarga Almarhum Mustafa Yasin, Tokoh Wartawan Pertama di Lingga

Ibu Halidjah juga mengatakan kalau almarhum tidak pernah ada masalah selama menjalani profesi sebagai wartawan ketika hal tersebut ditanyakan oleh pihak media.

“Selama bapak jadi wartawan, tidak pernah bermasalah. Bapak jadi wartawan sudah belasan tahun, dari anak-anak masih kecil. Bapak tidak pernah ganti-ganti profesi. Pertama kali di sini, bapaklah yang jadi wartawan, di Genta,” jelas Halidjah.

Sedangkan Roi, salah satu putra dari almarhum Mustafa Yasin yang ikut mendampingi ibunya saat itu, menambahkan kalau almarhum ayahnya merupakan sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Jhony Prasetya, Ketua PWI Lingga bersama rekan pers saat berfoto bersama ibu Halidjah isteri almarhum Mustafa Yasin

“Sepengetahuan saya, dia berbuat terus. Apalagi dulu hanya ada satu media saja. Bapak tidak ada pilih kasih, selagi orang datang minta bantu, dia bantu. Dulu kan banyak permasalahan. Sosial bapak memang lebih. Bapak pun tidak memasang status wartawannya sebagai tameng,” kata Roi.

Roi juga mengaku kalau mereka sebagai anak, sering dibawa almarhum ketika meliput keluar daerah.

“Kalau dulu, kami sebagai anak-anak ini, di mana dia bertugas mengambil berita, kami sering diajak, bisa ikut. Alhamdulillah, kalau untuk keliling Sumatera, sudah,” kata Roi.

Terakhir, ketika disinggung kenapa tidak mengikuti jejak ayahnya, Roi mengatakan kalau dari anak-anak almarhum, memang tidak ada yang berminat untuk terjun ke dunia jurnalis tersebut.

Roi, salah satu putra dari almarhum Mustafa Yasin

“Itulah, tidak ada. Dulu dukungan dari teman beliau, Pak Rida K Liamsi, mendukung supaya salah satu anak ada yang menjadi wartawan. Tetapi karena tidak ada yang berminat ke situ, tak bisa juga. Kalau sekarang kan, sudah banyak wartawan di sini. Tetapi alhamdulillah, dari pemberitaan yang kita lihat, masih baiklah. Mungkin kalau dapat, lebih ditingkatkanlah,” kata Roi.

Sementara itu, Jhony Prasetya, Ketua PWI Lingga, mewakili dari para wartawan yang bersilaturahmi ke rumah almarhum Mustafa Yasin saat itu, mengatakan kalau kunjungan yang ada merupakan kunjungan silaturahmi untuk berbagi suka-duka dengan keluarga almarhum.

“Hari ini kami berkunjung ke rumah almarhum Bapak Mustafa Yasin yang merupakan senior kita yang ada di Kabupaten Lingga. Hari ini, bersama dengan istri almarhum, kami berbagi suka-duka bapak selama menjadi wartawan di Kabupaten Lingga. Alhamdulillah, banyak sekali pengalaman yang kita dapat dari keluarga ini, keluarga kecil yang cukup harmonis dan ibu Halidjah selalu mendukung kegiatan almarhum selama menjadi wartawan,” kata Jhonny.

Jhony berharap, dengan kedatangan kawan-kawan media hari itu, dapat mengobati kerinduan ibu Halidjah terhadap almarhum suaminya itu.

“Mudah-mudahan kedatangan kami ini bisa sedikit mengobati rasa rindu ibu Halidjah kepada almarhum suaminya. Mudah-mudahan kedatangan kami ini sebagai wujud dari kita yang merupakan keluarga besar pers Kabupaten Lingga,” kata Jhonny.

Kunjungan ke rumah almarhum Mustafa Yasin saat itu diikuti oleh belasan wartawan yang ada di Dabo. Selain bersilaturahmi, dari pihak media juga memberikan sedikit santunan sebagai tanda rasa kebersamaan dan kepedulian dari insan pers yang ada. (Im).

TIDAK ADA KOMENTAR