Kalau Terancam..! Kepala PLN Sub Rayon Dabo Akan Tarik Kepala PLN Sub Sektor Penuba

Selingga.com (11/05) Dabo.Jenuh bergelap-gelapan selama kurang lebih 4 bulan,memaksa masyarakat Penuba melalui pihak Kecamatan Selayar dan juga Ketua -Ketua BPD yang ada dan didampingi oleh tokoh masyarakat desa Penuba terpaksa harus datang dan mengetuk langsung pintu kantor PLN Sub Rayon Dabo Singkep pada Selasa (10/05) tadi.
Tidak lah berlebihan kalau rombongan kecil dari Kecamatan Selayar tersebut harus menyeberangi laut terkait dengan hidup-mati nya penerangan di daerah mereka.
Namun tidak hanya masalah mati-hidupnya listrik yang jadi agenda H.Abdul Kamar selaku Kasi Kesos Kecamatan Selayar beserta BPD-BPD dan tokoh masyarakat Penuba,pencopotan Sahrul Syam selaku Kepala Sub Sektor PLN Penuba pun menjadi tujuan kedatangan mereka di kantor dengan logo petir tunggal itu.

Pihak Kecamatan Selayar dan Ketua -Ketua BPD
Pihak Kecamatan Selayar dan Ketua -Ketua BPD

” Rapat kordinasi kami yang terdiri dari Kepala Desa,BPD dan beberapa tokoh masyarakat Penuba dengan pihak PLN Sub Rayon Dabo Singkep,pertamanya kami dari pihak Kecamatan Selayar sebelumnya didatangi oleh beberapa masyarakat terkait PLN yang beberapa masa ini masih mengalami kendala untuk hidup secara normal.Ini sudah berjalan selama kurang lebih 4 bulan.Sebelumnya pihak Kecamatan Selayar sudah menyampaikan kepada pihak PLN yang di Sub Sektor Penuba.Hanya sampai sejauh ini solusi yang diambil oleh pihak PLN belum maksimal.Dan sampai saat ini kami masih bergiliran hidup nya.Dan intinya kami datang kesini ingin pihak PLN melakukan perbaikan secara totalitas lah.Jadwal hidup mesin PLN yang terkadang berubah,menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.Ini jadi resiko dan kekwatiran tersendiri nanti nya (terkait meninggal nya salah seorang warga penuba karena sengatan listrik beberapa waktu lalu).Dan pencopotan petugas yang ada (sahrul syam) adalah salah satu dari tuntutan masyarakat kita.Itu pun sudah kita kordinasikan dengan pihak manager PLN yang ada di Dabo ini.Dan untuk tindak lanjut nya itu,petugas PLN di Dabo inilah yang membuat kebijakan seperti apa.Karena dinilai dengan kerusakan PLN selama kurang lebih 4 bulan ini,dianggap oleh masyarakat bahwa petugas kita disana itu nampaknya kurang jeli dan kinerja nya sudah menurun.Mungkin karena sudah lama bertugas di sana.Salah satu nya juga kenapa kami bertindak cepat,baik dari pihak Kecamatan Selayar,dari BPD -BPD dan Kepala Desa ke Dabo ini adalah untuk mengantisipasi jangan sampai masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.Karena kita mendengar ada wacana bahwa kalau tidak ada solusi dari pihak PLN,mungkin nanti masyarakat kami akan membuat tindakan-tindakan yang lebih.Ini yang kami antisipasi.Sebenarnya sebelum hari ini,kami sudah mau kesini,karena Pak Andi (Kepala PLN Sub Rayon Dabo Singkep) tidak berada di tempat,kita urung kan.Dan barulah hari ini.”Kata H.Abdul Kamar.
Abu Bahzar selaku Ketua BPD Penuba dikesempatan yang sama mengatakan kalau mesin yang di ganti sebelumnya pun tidak begitu maksimal.
” Mesin yang ada itu sudah lama beroperasi.Dan datang mesin Jonder,satu mesin Jonder itu mampu memenuhi kebutuhan satu pulau Selayar.Namun mesin ini juga rusak.Dan menurut Pak Andi tadi,dari pada diperbaiki,lebih baik diganti baru.Tapi janji mereka ini,ini janji ya,sudah 3 bulan kita tunggu.Mungkin sampai tanggal 08 Juni nanti sepertinya akan mundur lagi.Janji itu seperti nya tidak mungkin.Jadi kita mintalah solusi nya macam mana.Karena kita telah sampaikan kepada masyarakat kan seperti itu.Yang didatangkan mesin itu dari Marok Tua.Sementara yang ada sudah “Tua”,datang lagi mesin dari Marok “Tua”.Ya tambah “Tua” lagi lah.Itu pun kapasitasnya tidak mencukupi,lebih kurang 30 KVA.Semuanya 250 KVA,yang tersedia hanya 210 KVA untuk mesin yang ada.Kalau untuk pencopotan,tadi sudah disampaikan oleh Bapak Andi,kalau dalam 1 minggu ini anggotanya sudah di tarik.Dan kita pun tidak tahu nantinya,apakah penggantinta nanti lebih baik atau malah kurang baik.Terpulang pada masyarakat lah.Karena masyarakat yang minta di ganti.Kami hanya mentampaikan permintaan masyarakat saja.”Tutur Abu Bahzar ini.
Ketika disinggung apakah kedatangan mereka salah satunya ada kaitan dengan meninggalnya salah seorang warga Penuba karena tersengat listrik beberapa waktu yang lalu,Ketua BPD ini tidak mau mengkaitan tentang hal tersebut.
” Kalau kita kait-kait kan,memang lah ada.Mengingat meninggalnya salah satu warga kami karena tersengat listrik.Kita pun tidak tahu persis (kejadian sebenarnya),dari pihak Kepolisian pun bagaimana.Namun secara akal,hidup mesin PLN masa itu kalau tidak salah saya lebih cepat sedikit dari jadwal yang ada.Tapi kami tidak mau membawa hal seperti ini.Namun mungkin ada keterkaitannya.Imbas nya bertambah lah.”Kata Abu Bahzar.
Sementara itu Andi Arief selaku Kepala PLN Sub Rayon Dabo Singkep ketika ditemui di hari yang sama di ruang kerja nya membenarkan adanya beberapa permintaaan dari perwakilan masyarakat Kecamatan Selayar terkait permasalahan PLN di Sub Sektor Penuba.
” Pada intinya Bapak Camat Selayar beserta jajarannya dan juga tokoh masyarakat serta BPD tadi bersama-sama ke PLN untuk menyampaikan aspirasi masyarakatnya terkait salah satu nya pemadaman di Penuba.Terkait itu,mesin yang rusak di Penuba dengan merk Jondir sebelumnya telah di investigasi oleh pabrikannya.Hasil investigasi itu telah mereka serahkan ke pihak PLN Tanjung Pinang.Terus dari Tanjung Pinang sudah diteruskan lagi ke Wilayah.Macetnya mesin ini sudah berlangsung sejak sebelum saya bertugas disini,saya tugasnya pada tanggal 01 bulan Maret 2016 tadi.Dan saya pun sudah ke sana (Penuba) kemarinnya.Dan sudah juga jumpa dengan pihak Kecamatannya.Saya pun sudah menyampaikan nya juga ke Area (Tanjung Pinang) dan juga ke Pusat untuk tindak lanjut nya.Saya pun sudah tanyakan kepada mereka kapan (penggantian mesin),karena kalau kita disini hanya sebatas “Pelaksana”,dan bukan pembuat kebijakan.Informasi dari pihak “Area”,kemungkinan 3 bulan lagi dari bulan Maret tadi,jadi pada bulan Juni.Tapi itu sudah kita antisipasi kemarin untuk meminimalisir pemadaman kemarin,sesuai dengan intruksi pihak “Area” untuk merelokasi mesin dari Marok Tua.Walaupun kita tau,itu tidak menyelesaikan masalah,hanya mengurangi pemadaman.Terkait permintaan diganti nya Bapak Sahrul Syam,ya,mereka meminta Pak Sahrul syam diganti.Dan waktu saya kemari (bertugas),Pak Sahrul Syam bilang ke saya bahwa dia minta diganti juga.Pak Sahrul Syam mengatakan kalau dia pun sudah 14 tahun tugas di Penuba.Apalagi sekarang sibuk dengan pemadaman,dan masyarakat tidak percaya lagi kepada saya.Itu kata Pak Sahrul Syam.Jadi saya bilang kepada Pak Sahrul Syam,”Wah enak sekali Bapak,udah pemadaman dan mesin rusak,kok minta diganti.Wah,itu tidak bisa.”Saya bilang begitu.Tunggu selesai dulu mesin itu.Lagi pulak keputusan untuk penggantian itu pun bukan pada saya juga.Tetapi nanti kita akan buat surat bahwa Bapak Sahrul Syam ini sudah lama dan perlu mutasi.Dan itu tidak bisa secepatnya,seminggu atau 2 minggu.Tapi mungkin itu juga permintaan masyarakat terkait juga dengan adanya pemadaman yang cukup lama ini.Dan apa yang telah Bapak Sahrul Syam buat selama ini,sudah sesuai dengan SOP.Tapi kalau kedepannya (sebelum dipindahkan),kondisi nya tidak baik dan membahayakan bagi Bapak Sahrul Syam,mungkin sementara akan kita tarik.Biar pun belum tahu siapa yang akan menggantikan nya.(Im).

Read Previous

Kapolda Kepri : "Bukan Seperti Goreng Pisang,Diangkat Langsung Jadi."

Read Next

Akankah TPS & TPA Jadi Batu Sandungan "Adipura" Junaidi Adjam ..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *