Kucuran Tekad,Semangat Dan Mimpi Awe Itu Bernama "Lingga Rice Cap Gunung Daik"

Selingga.com (12/07) Lingga Utara. Tak terlintas atau pun terbayangkan,kalau tanah yang sehari-hari nya tergenang air,dan menjadi langganan kebakaran ketika masuknya musim kemarau,kini tumbuh butir-butir padi dari tiap-tiap batangnya diarea persawahan yang terhampar di perkampungan desa Sungai Besar,Kecamatan Lingga Utara saat ini.

Beras Super Lingga Rice Cap Gunung Daik
Beras Super Lingga Rice Cap Gunung Daik

Butiran beras sebelumnya hanya dapat dijumpai dalam kedai kedai terdekat,kini sebagian warga desa Sungai Besar itu bahkan memiliki andil dari menanam hingga proses panen yang berjalan.
Pak CIk Isnin
Pak CIk Isnin

” Alhamdulillah. Hanya rasa syukur yang dapat Pak Cik ucapkan. Pak Cik tak dapat nak becakap (berkomentar-red) kisah padi ni. Tak tahu lah macam mana mau disebutkan. Sekarang kampung kami sudah ada beras.”Kata Isnin,warga setengah baya yang bertempat tinggal di Suak Edes,desa Sungai Besar kepada Selingga.com ketika dijumpai setelah selesai menghadiri acara panen raya pada Selasa (12/07) tadi.
Tidak hanya pada Pak Cik Isnin saja,Rini salah seorang warga desa Lundang yang hadir di acara panen raya tersebut pun,tidak bisa mengambarkan perasaan nya ketika melihat langsung hasil beras made in Lingga itu.
Rini
Rini

” Bagaimana bang ya untuk mengomentari nya.Rasa nya ta’jup saja dengan kenyataan kalau daerah kita sekarang ini bisa menghasilkan beras,yang sehari-hari nya hanya dapat kita jumpai di kedai-kedai atau pasar.”Kata Rini dengan bawaan sedikit malu-malu untuk menjawab.
Namun hasil panen perdana beras made in Lingga ini setidak nya bisa menghapus sedikit keringat yang tumpah dari niat,pemikiran,dan keinginan yang kuat dari seorang Alias Wello akan mimpi terwujudnya ketersediaan beras di daerah yang di nakhodai nya saat ini.Biar pun sebelumnya,masih ada sikap pesimis dari sebagian orang untuk terobosan Bupati Lingga ini yang di nilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat nya.
” Ketika saya mengatakan enam bulan kedepan menjadi tekad kami,bahwa Lingga akan panen padi,banyak yang merasa pesimis. Karena kita tidak punya culture itu. Kemudian kita belum nampak ada upaya sebelumnya yang dirintis untuk itu,sedangkan saya sudah bicara terlalu jauh. Tetapi saya yakin dengan melihat bahwa potensi itu memang ada.Tinggal bagaimana strategi kita,niat kita dan tekat kita untuk mewujudkan nya. Alhamdulillah pada hari ini (Selasa 12/07),tidak sampai 6 bulan,tepat nya hanya 4 bulan 10 hari,ini semua menjadi kenyataan. Dan betul-betul hal ini rasa nya bukan suatu mimpi. Ini adalah mimpi kita bersama-sama dan menjadi kenyataan pada hari ini.”Kata Awe di hadapan undangan dan masyarakat pada panen raya hari itu.
Langkah pemimpin Lingga periode ke-3 itu pun tidak berjalan sendiri. Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri yang hadir pada saat itu pun meyakinkan diri sepenuh nya untuk mendorong dan memberikan motivasi buat mimpi dari seorang Alias Wello dalam keinginan mengejar “Lumbung Padi” di Kepri tersebut.
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

” Kalau ada investasi,apa tidak hidup ekonomi disini yang selama ini. Terus terang saja,lapangan pekerjaan sangat terbatas di Kabupaten Lingga ini. Oleh sebab itu,kita jemput lah keberkahan ini. Tidak ada siapa yang pandai,tetapi saling bahu membahu lah sesama kita. Jaga lah kebersamaan. Tidak usah lah teori-teori profesor,semuanya kita boleh buat. Tidak ada yang tidak dapat kita lakukan,kalau lah kita bersama-sama seperti ini. Dan kami akan mendorong dan memberikan motivasi.”Ungkap Nurdin dengan bahasa yang sangat sederhana.
Kini dengan butiran padi yang ada, seakan menjadi modal besar dalam tekad menjemput lahan-lahan tidur yang berserakan di bumi “Bunda Tanah Melayu” ini.(Im).

Read Previous

Meriahnya Dabo Creative City Festival 2016

Read Next

"Ban Kapten" Di Lengan Neko,Bidik 4 Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *