Olahraga Woodball Terus Dikembangkan di Lingga

Lingga280 Views
banner 468x60

Selingga.com (27/02) Dabo. Sejauh ini olahraga woodball sudah mulai dikembangkan di Kabupaten Lingga melalui Indonesia Woodball Asosiasi (IWbA) Pengurus Kabupaten Lingga. Olahraga woodball ini lebih mirip dengan permainan golf, di mana kalau permainan golf menggunakan stik 1-4 sedangkan woodball sendiri hanya menggunakan 1 stik yang dinamakan mallet dan gawangnya dinamakan gate. Untuk lintasan woodball dinamakan fairway. Dalam permainan woodball ini memiliki 12-24 fairway. Sedangkan nomor tersendiri yang sering dilaksanakan adalah nomor single fairway dan single stroke. Untuk Provinsi Kepri sendiri, olahraga woodball ini telah ada 4 kabupaten/kota, yaitu Bintan, Lingga, Tanjungpinang, dan Batam. Pelatih Woodball Kabupaten Lingga, Dafila yang saat itu didampingi rekan sesama pelatihnya, Samsidar, keduanya juga merupakan atlet woodball dari Kabupaten Bintan, Kepri, saat ditemui di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga pada Sabtu (26/02) tadi mengatakan kalau mereka berdua dipercayakan untuk melatih atlet Lingga guna menghadapi Porprov Kepri nantinya.

“Kami dipercayai untuk melatih atlet-atlet woodball Kabupaten Lingga sejak November 2021 lalu. Kita membina atlet Lingga untuk pembinaan dan persiapan kita untuk mengikuti Porprov Kepri ke-5 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bintan,” kata Dafila.

Dafila mengatakan kalau dalam sesi latihan pihaknya menggunakan lapangan pasir dan rumput dengan menggelar beberapa teknik pukulan dalam olahraga woodball tersebut.

Pelatih Woodball Kabupaten Lingga, Dafila

“Untuk pelatihan kita sendiri, di sini kita menggunakan lapangan di pasir ataupun di rumput dengan menggunakan teknik pukulan jauh dan teknik pukulan geting (teknik memasukan bola ke dalam gawang). Teman-teman atlet kita di sini cukup antusias dan masyarakat secara perlahan nantinya akan mengikuti olahraga ini dan ikut menyukseskannya nanti. Teman-teman di Kabupaten Lingga ini sendiri sudah memahami teknik pukul, teknik parkir, dan teknik pukulan jauh atau pukulan long. Untuk pukulan long ini bisa kita laksanakan dengan jaraknya sekitar 130 meter,” papar Dafila.

Baca juga :   Peringati Hari AIDS Sedunia, PIK-R Mahkota Remaja SMA Negeri 2 Singkep Bagi-Bagi Masker

Defila berharap para atlet woodball Kabupaten Lingga ini bisa mengukir prestasi nantinya di even-even yang ada.

“Harapan kita, atlet-atlet Kabupaten Lingga bisa meraih prestasi dan medali sebanyak mungkin pada kejuaraan-kejuaraan, baik kejuaraan tingkat daerah, provinsi, nasional maupun internasional. Untuk even internasional nantinya akan dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2022 ini di Perlis, Malaysia,” kata Defila.

Disinggung terkait dengan kendala selama menjalankan sesi pelatihan bagi atlet woodball Kabupaten Lingga, Defilla mengatakan kalau untuk saat ini ukuran untuk lapangan woodball yang ada masih belum mencukupi hingga 24 fairway.

Olahraga Woodball Terus Dikembangkan di Lingga

“Kendala kita adalah lapangan, yang mana lapangan kita sekarang ini tidak bisa untuk 24 fairway, hanya bisa 12 fairway saja. Sedangkan untuk lapangan di pasir ini kita hanya bisa menggunakan 6 fairway saja. Kalau untuk lapangan, kita cukup butuh rumput, pasir dengan luasnya sekitar 2 hektar,” kata Defila.

Olahraga woodball sendiri berasal dari negara Taiwan dan masuk ke Indonesia pada tahun 2006 serta diperkenalkan pertamakali di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Olahraga ini masuk ke Kepri sekitar tahun 2016 dan sudah diikutsertakan eksebisi PON di Bandung pada tahun 2016 lalu. (Im).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *