Pemilihan Raya (Pemira) di SMA Negeri 2 Singkep

Pemilihan Raya (Pemira) di SMA Negeri 2 Singkep. (Foto : istimewa)

Selingga.com (11/10) Dabo. Setelah sebelumnya mengadakan kampanye yang dilakukan oleh masing-masing calon di hadapan seluruh peserta didik yang ada, SMA Negeri 2 Singkep kemudian melanjutkan kegiatan dengan menyelenggarakan pemilihan Ketua OSIS dan wakilnya untuk periode 2021/2022 yang digelar pada Sabtu (09/10) tadi di halaman upacara SMA Negeri 2 Singkep, Kabupaten Lingga. Untuk periode kali ini, ada 4 pasang calon yang mengajukan diri untuk menjadi Ketua OSIS dan wakil. Masing-masing calon berasal dari berbagai tingkat kelas dan jurusan yang ada di SMA Negeri 2 Singkep. Sebelum kampanye dan pemilihan dilakukan, sehari sebelumnya, yaitu pada Jumat, 8 Oktober 2021 sudah diadakan debat panelis oleh masing-masing calon. Kegiatan ini merupakan pembelajaran demokrasi pada tingkat sekolah. Siswa sudah diajarkan dan belajar mengikuti setiap tahapan dalam proses pemilihan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS. Dimulai sejak sidang Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan pengajuan calon dan penyampaian visi misi di hadapan perwakilan kelas sebagai utusan MPK, kemudian dilanjutkan dengan debat calon dengan menghadirkan panelis, lalu dilanjutkan pada tahapan terakhir berupa kampanye terbuka dialogis. Pembina OSIS SMA Negeri 2 Singkep, Robby Zuhendra, S.Pd. mengatakan kalau debat calon yang dilaksanakan sebelumnya dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran terkait dengan potensi yang dimiliki dari masing-masing calon.

“Pada hari ini Komisi Pemilihan Osis SMA Negeri 2 Singkep telah mengadakan pemilihan raya atau Pemira untuk calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Ada 4 calon yang akan berlaga dalam pesta demokrasi di SMA Negeri 2 Singkep ini yang ditetapkan berdasarkan hasil keputusan sidang pleno MPK. Sebelum pemilihan, juga dilakukan debat calon yang bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pemilih tentang potensi yang ada pada masing-masing pasangan calon,” kata Robby.

Pembina OSIS SMA Negeri 2 Singkep, Robby Zuhendra, S.Pd. (foto : istimewa)

Robby menambahkan kalau jalannya kegiatan tersebut benar-benar dibuat seperti lazimnya pelaksanaan Pemilu pada umumnya.

“Komisi Pemilihan OSIS pada tahun ini betul-betul seperti Pemilu (Pemilihan Umum). Kami menyiapkan TPS (Tempat Pemungutan Suara), bilik suara, dan kotak suara. Dengan tujuan untuk memberikan pelajaran tentang demokrasi secara dini bagi siswa-siswa SMA Negeri 2 Singkep,” jelas Robby.

Robby berharap calon terpilih nantinya bisa menjalankan visi misi mereka seperti yang telah disampaikan sebelumnya kepada para siswa pemilih.

Pemilihan Raya (Pemira) di SMA Negeri 2 Singkep. (Foto : istimewa)

“Harapan kami semoga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2021-2022 yang terpilih, dapat menjalankan visi misi dan program kerja seperti apa yang mereka sampaikan dalam kampanye terbuka,” kata Robby.

Sementara itu, mantan pembina OSIS SMA Negeri 2 Singkep, Syafitriandy, S.Pd.I. mengatakan kalau kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses demokrasi untuk mengasah pelajar terkait dengan kemampuan kepemimpinan mereka.

“Tujuan diadakan debat adalah untuk mengeksplorasi visi dan misi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sehingga menghasilkan penajaman dalam konsep yang telah mereka hadirkan. Hal ini dilakukan selain sebagai bagian dari proses demokrasi tersebut, namun juga untuk menguji dan mengasah siswa secara kepemimpinan sehingga tercipta kemampuan kepemimpinannya,” kata Syafitriandy.

Syafriandy juga menambahkan kalau ke depannya nanti calon terpilih bisa menjalankan visi dan misi sekolah bersama dengan pihak stake holder sekolah.

Pemilihan Raya (Pemira) di SMA Negeri 2 Singkep. (Foto : istimewa)

“Alhamdulillah setelah dilakukan pemilihan raya secara serentak, maka terpilihlah calon yang diakui secara kredibel dan kompatibel. Sehingga ke depannya adalah bagaimana bersama-sama stake holder sekolah menghadirkan, menjalankan visi misi sekolah yang dimotori oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih,” kata Syafitriandy.

Dalam pemilihan ketua OSIS dan wakilnya saat itu, pasangan calon dengan nomor urut tiga atas nama Deliana dan Siti Junisah berhasil mendapatkan suara terbanyak dibandingkan dari paslon lainya. Pasangan ini berhasil mengumpulkan total suara sebesar 162 suara. Sedangkan untuk siswa yang tidak menggunakan hak suaranya saat itu berjumlah 16 orang. Jumlah hak suara secara keseluruhan yang terdiri dari siswa sebanyak 291 hak suara dan guru sebanyak 39 hak suara. (Im).

Read Previous

Bupati Lingga Kunjungi Lokasi Budidaya Kerapu Cantik

Read Next

Silaturahmi dengan Investor Tambang, Bupati Lingga Ingin Investasi Sesuai Aturan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *