Sabirin Berikan Apresiasi kepada Pelatih dan Para Pengrajin Tudung Manto

Lingga139 Views
banner 468x60

Selingga.com (21/03) Daik. Usai digelar selama 15 hari sejak 17 Maret 2022 lalu, kegiatan pelatihan tudung manto yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Kabupaten Lingga bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Lingga resmi ditutup pada Senin (21/03) tadi di Daik, Kabupaten Lingga. Dalam sambutannya saat itu, Plt. Kepala Disnakertrans Kabupaten Lingga, Sabirin memberikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan pelatihan pengerajin tudung manto tersebut.

Tidak hanya itu, Sabirin juga memberikan ucapan terima kasih kepada para senior, pelatih, dan para pengrajin pemula yang telah berupaya keras agar warisan budaya Melayu dari Kabupaten Lingga itu bisa terus hidup dan lestari.

Sabirin Berikan Apresiasi kepada Pelatih dan Para Pengrajin Tudung Manto. (Foto : istimewa)

“Terima kasih kami ucapkan kepada senior serta pelatih yang telah membagikan ilmunya dalam memberikan bimbingan kepada para pengrajin-pengrajin pemula kita. Hal ini juga merupakan dalam rangka pembinaan dan meneruskan pelestarian tudung manto itu sendiri,” kata Sabirin.

Sabirin menambahkan kalau tudung manto Kabupaten Lingga memiliki ciri khas dan sudah memiliki HAKI.

“Untuk itulah, maka hal ini harus kita jaga bersama-sama. Dengan kita menjaga dan melestarikan salah satu nilai historis ini, semoga kita semakin banyak mendapatkan pengakuan dari peminat tudung manto,” kata Sabirin.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha berkesempatan menyampaikan kepada pengerajin pemula yang ada saat itu agar tetap semangat dan terus melatih diri agar bisa menghasilkan hasil yang lebih maksimal lagi untuk ke depannya.

“Tetap semangat, terus berlatih, dan kita harus bangga karena ini adalah bagian dari upaya kita sendiri. Dengan hasil karya kita sendiri tentunya ini juga merupakan upaya kita dalam ikut melestarikan warisan budaya di Kabupaten Lingga yang sebelumnya telah mendapatkan pengakuan resmi dan telah ditetapkan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2015 lalu,” kata Maratusholiha.

Baca juga :   Rudi jawab fungsi "Kartu Garda"

Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga ini juga betul-betul mengharapkan para pengrajin untuk selalu serius menekuni pembuatan tudung manto tersebut.

“Saya berharap kepada para pengrajin agar tetap eksis di bidang ini, agar betul-betul menekuni pembuatan tudung manto itu. Saya juga ingin hasil dari yang telah kita buat ini nantinya bisa kita pamerkan di Sekretariat Dekranasda Kabupaten Lingga,” kata Maratusholiha.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha. (Foto : istimewa)

Selain itu, Maratusholiha mengajak untuk mewariskan keterampilan “menekat” tudung manto tersebut dengan cara melakukan perekrutan generasi muda demi melestarikan khazanah bangsa Melayu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan yang juga sekaligus Ketua Lembaga Adat Melayu, Drs. Azmi juga mengucapkan terima kasihnya kepada ibu-ibu yang telah ikut berupaya melestarikan tudung manto yang merupakan warisan budaya Kabupaten Lingga ini.

“Mari kita jadikan tudung manto ini sesuatu yang sakral dan ternama di mata orang-orang luar dan tetap menjadi kebanggaan kita masyarakat Bunda Tanah Melayu,” kata Azmi.

Usai memberikan sambutan, Ketua Lembaga Adat Melayu yang sekaligus sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga mewakili Bupati Lingga menutup resmi kegiatan pelatihan tekat tudung manto yang sudah berlangsung selama 2 pekan itu. (Rilis).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *