Belasan Pekerja Lingga Ditipu Di Batam

Selingga.com (03/07) Dabo. Pasca beroperasi nya PT.Timah beberapa tahun yang lalu di Dabo Singkep,sempat mengoncangkan sendi perekonomian masyarakat nya.Sampai lah dengan era otonomi daerah saat ini yang masih tersungkur dalam ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.Tidak heran kalau mencari pekerjaan sampai keluar daerah Lingga,merupakan altetnatif yang dinilai sedikit cerdas dalam himpitan ekonomi yang semakin melekat.
Begitu juga dengan beberapa masyarakat desa Pengambil Kecamatan Singkep Barat baru-baru ini.Daerah yang kaya dengan defisit hasil tambang diperut bumi nya,namun demi mencari rezeki dalam memenuhi kebutuhan pra-lebaran tadi,Sofyan beserta beberapa orang rekan nya rela berjibaku di tanah Batam dengan bekerja sebagai tenaga harian pada pembangunan salah satu Hotel berbintang di lokasi Jembatan 1 Barelang sebelum Ramadhan tadi.
Namun dipulau berbentuk kalajengking itu,beberapa pekerja yang sebagian besar berasal dari Desa Pengambil ini harus menelan pil pahit.Gaji yang ditunggu tak kunjung jua sampai ditangan.Sampai akhir nya mereka harus pulang ke kampung dengan menggunakan armada Ro-ro hasil dari patungan sesama nya.Dengan tidak berlebihan,hal ini disampaikan Sofyan melalui telepon selular kepada Selingga.com pada Minggu (03/07) tadi.

Sofyan
Sofyan

” Awal nya kami pergi dari desa Pengambil ini sebelum puasa,tepat nya tanggal 02 Juni 2016 tadi.Semua nya ada 9 orang yang ikut pergi kerja.Total keseluruhan tenaga kerja yang didatangkan dari Lingga ini sekitar 19 orang,termasuk ada juga yang dari desa Kudung,Daik sana.Disana kami kerja bangunan untuk Harris Hotel di Jembatan 1 Barelang.Yang bawa kami ini namanya Ruslan.Sebelum nya kami dijanjikan gaji nya Rp. 125.000 per hari nya.Untuk lembur perjam nya di bayar Rp.20.000.Namun sebelum pulang kampung tadi,hanya 3 orang saja yang gaji nya di bayar,termasuk saya.Sedangkan sisa nya,yang.lain nya tidak dapat gaji nya.Sehari sebelum kami pulang,Ruslan (orang yang merekrut tenaga kerja dari Lingga) ini sudah kabur.Janji sebelumnya mau mengambil uang untuk membayar gaji pekerja.Nyata nya,pagi-pagi sekali sekitar jam 05.00 subuh,ketika kami sedang tidur nyenyak,dia sudah keluar dan tidak kembali lagi.Barang-barang nya masih ada.Tetapi orang nya tidak pulang-pulang lagi.Ditempat biasa rumah kawannya,tidak ada.Ditelepon ke hand phone nya,masuk.Cuma tidak di angkat.Di sms pun tidak di balas.Akhir nya kami pun pulang juga ke Dabo dengan menggunakan kapal Ro-Ro.Untuk ongkos,kami patungan dari uang gaji 3 orang yang sudah di bayar.”Kata Sofyan dengan bahasa yang terdengar pasrah.
Iyan pun menambahkan kalau mereka memang betul-betul tidak ada kerja,dan berharap ada lapangan kerja yang tercipta dari Pemerintah Daerah saat ini.Namun dari rangkaian cerita yang ada,Sofyan juga menambahkan kalau di desa nya Pengambil,seluruh Ketua RT yang ada di RW lingkungan nya tinggal,semua nya mengadu nasib dengan mencari kerja di luar Kabupaten Lingga.
” Kami memang betul-betul tidak ada kerja.Apa yang mau diharap di Lingga ini.Kepada Pemerintah Daerah,tolong lah buka lapangan pekerjaan Cari kan lah solusi,apakah dengan mencari dan mendatangkan investor.Bagaimana lah jalan terbaik nya.Karena masyarakat Lingga yang ada banyak mengadu nasib keluar Lingga ini.Tidak sedikit.Bahkan saat ini,di desa kami Pengambil,sebanyak 4 orang Ketua RT nya tidak ada di tempat.Semua nya bekerja di luar.Hanya tinggal Pak RW nya saja seorang tercangkong disitu.Karna hidup sudah sangat mendesak.Ekonomi dan mata pencaharian itu memang sangat sempit.Lapangan pekerjaan nol.Apalagi yang nak di harap.Nak bertahan tidak bisa.Kebutuhan semakin tinggi.Anak butuh sekolah.Anak saya pun ada yang sudah masuk SMP.Semua nya butuh duit.Masuk SMP sekarang ini sudah Rp. 750.00.Anak saya semua nya 3 orang.”Papar Sofyan panjang lebar.
Bupati Lingga,Alias Wello ketika di jumpai sebelum nya pada Minggu (03/07) di lokasi Ro-Ro Jagoh,mengatakan kalau Lingga sudah beberapa kali mengalami eksodus penduduk nya yang mencari kerja keluar daerah,ketika disinggung dengan memblundak nya penumpang kapal besi itu ke Dabo,apakah suatu cermin yang mengisyaratkan banyak nya masyarakat Lingga yang mencari atau bekerja di luar Lingga.
” Kita beberapa kali mengalami eksodus penduduk kita yang keluar daerah.Pertama nya pasca PT Timah.Termasuk juga pasca penambangan bouksit sebelumnya dan penambangan pasir darat,mereka (pekerja) ke luar daerah (mencari kerja).Dan banyak juga yang sudah menetap di luar daerah.Dalam suasana lebaran ini,baru lah pulang.”Kata Awe.(Im).

Read Previous

Jam 2 Subuh, Bupati Lingga Lihat Langsung Lonjakan Penumpang Ro-Ro Batam-Jagoh

Read Next

Tidak Banyak Teori,"Mari Berbagi" Bidik Janda-Janda Jompo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *